TRENGGALEK NJENGGELEK - Bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, mengaku merasakan tekanan besar dalam menghadapi Proliga 2026. Status sebagai bagian dari tim juara bertahan bersama Pertamina Enduro membuat ekspektasi terhadap dirinya dan tim meningkat tajam.
Megawati secara terbuka menyebut bahwa mempertahankan gelar jauh lebih sulit dibanding meraihnya. Hal itu menjadi tantangan utama yang kini dihadapi oleh skuad Pertamina Enduro di musim ini.
“Mempertahankan juara pasti lebih berat. Ada beban tersendiri karena targetnya otomatis harus yang terbaik,” ujar Megawati.
Pernyataan tersebut mencerminkan tingginya tekanan yang dirasakan pemain berusia 26 tahun itu. Terlebih, musim sebelumnya ia tidak membela Pertamina Enduro, melainkan memperkuat Gresik Petrokimia.
Baca Juga: RSUD Rujuk Tiga Pasien Ledakan LPG Ke RSUD dr Soetomo Luka Bakar hingga 70 Persen
Reuni dengan Tim Lama
Kembalinya Megawati ke Pertamina Enduro di Proliga 2026 menjadi momen emosional. Ia mengawali karier profesionalnya di klub tersebut sejak 2015, saat tim masih bernama Jakarta Pertamina Energi.
Bagi Megawati, keputusan kembali ke tim lama bukan tanpa alasan. Ia merasa memiliki ikatan kuat dengan klub yang membesarkan namanya di kompetisi voli nasional.
“Saya lahir di Proliga dan debut juga di Pertamina. Jadi kembali ke sini seperti pulang ke rumah,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menyadari adanya perubahan dalam tim, terutama dari sisi pelatih dan komposisi pemain. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan berarti karena sebagian besar elemen tim masih familiar baginya.
Pengalaman Internasional Jadi Modal
Sebelum kembali ke Indonesia, Megawati sempat mencuri perhatian saat berkarier di luar negeri, khususnya di Korea Selatan bersama klub Red Sparks di kompetisi V-League.
Pengalaman tersebut dinilai sangat berharga dalam meningkatkan kualitas permainannya. Ia juga membandingkan perbedaan kompetisi di Korea Selatan dengan Indonesia, terutama dari sisi durasi pertandingan.
“Di Korea jumlah pertandingannya jauh lebih banyak. Bisa sampai 40 lebih laga sebelum final. Kalau di Indonesia tidak sebanyak itu,” jelasnya.
Meski berbeda, Megawati menilai antusiasme suporter di kedua negara sama-sama tinggi. Dukungan penonton menjadi energi tambahan bagi pemain di setiap pertandingan.
Masuk Daftar Top Skor
Performa Megawati di Proliga 2026 juga terbilang impresif. Ia berhasil menembus lima besar daftar top skor sementara dengan torehan lebih dari 120 poin.
Menariknya, Megawati menjadi salah satu dari sedikit pemain lokal yang mampu bersaing di tengah dominasi pemain asing. Hal ini menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlet terbaik Indonesia saat ini.
Tak hanya produktif dalam mencetak poin, Megawati juga menunjukkan peran penting dalam permainan tim. Ia kerap menjadi pengatur tempo sekaligus pemimpin di lapangan.
Dapat Apresiasi dan Jadi Sorotan
Penampilan konsisten Megawati bersama Pertamina Enduro juga mendapat apresiasi dari manajemen klub. Ia disebut menerima bonus sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membawa tim meraih kemenangan beruntun.
Selain itu, aksi-aksinya di lapangan juga sempat viral di media sosial. Tidak hanya karena smash keras, tetapi juga karena kemampuannya membaca permainan dan mengatur strategi.
Pujian bahkan datang dari pelatih asing yang menilai Megawati memiliki kepemimpinan serta konsistensi yang luar biasa.
Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Jalan Terus , Kini Sekolah Diminta Fokus KBM
Target Juara Tetap Jadi Prioritas
Meski menghadapi tekanan besar, Megawati menegaskan bahwa target tim tetap jelas, yakni meraih hasil terbaik di Proliga 2026.
Ia menekankan pentingnya kerja sama tim dan chemistry antar pemain untuk mencapai tujuan tersebut. Menurutnya, keberhasilan tidak bisa hanya bergantung pada satu individu.
“Yang penting semua pemain harus kompak. Tidak cukup hanya satu pemain yang bagus,” tegasnya.
Dengan pengalaman, kualitas, serta mental bertanding yang dimiliki, Megawati diyakini akan kembali menjadi kunci bagi Pertamina Enduro dalam mempertahankan gelar.
Persaingan di musim ini pun dipastikan semakin menarik, seiring meningkatnya kualitas tim dan pemain di kompetisi voli nasional.
Editor : Fadhilah Salsa Bella