Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Megawati Hangestri Berpeluang Kembali ke Liga Voli Korea, Cedera Lutut Jadi Penentu Nasib Megatron Musim Depan

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Rabu, 8 April 2026 | 23:10 WIB
Megawati Hangestri berpeluang kembali ke Liga Voli Korea. Cedera lutut dan hasil pemeriksaan medis jadi penentu masa depan Megatron.(Pinterest)
Megawati Hangestri berpeluang kembali ke Liga Voli Korea. Cedera lutut dan hasil pemeriksaan medis jadi penentu masa depan Megatron.(Pinterest)

Trenggalek – Kabar mengenai peluang kembalinya Megawati Hangestri Pertiwi ke Liga Voli Korea kembali menjadi sorotan. Opposite hitter andalan timnas voli putri Indonesia itu dikabarkan mulai membuka peluang untuk kembali berkarier di Negeri Ginseng setelah sebelumnya sempat ragu akibat kondisi cedera lutut yang dialaminya.

Nama Megawati Hangestri memang menjadi salah satu yang ramai diperbincangkan dalam bursa transfer pemain asing Liga Voli Korea musim ini. Performa impresifnya saat memperkuat klub Daejeon JungKwanJang Red Sparks dalam dua musim sebelumnya membuat banyak pihak masih menaruh perhatian besar terhadap pemain yang dijuluki Megatron tersebut.

Megawati Hangestri meninggalkan kesan mendalam selama bermain di Liga Voli Korea musim 2023–2024 dan 2024–2025. Ia berhasil membawa Red Sparks kembali ke babak playoff setelah penantian panjang, bahkan hampir mempersembahkan gelar juara bagi klub tersebut.

Performa Megawati Jadi Sorotan

Penampilan Megawati tidak hanya membantu tim secara kolektif, tetapi juga mencatatkan prestasi individu yang mengesankan. Pada musim keduanya, ia menjadi salah satu pencetak poin terbanyak dengan total lebih dari 800 poin.

Tak hanya itu, Megawati juga mencatat rasio keberhasilan serangan mencapai 48,06 persen. Angka tersebut tergolong tinggi dan biasanya didominasi pemain-pemain dari Eropa, Amerika, maupun Afrika.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengangkat reputasi pemain kuota Asia yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata di kompetisi tersebut. Megawati berhasil membuktikan bahwa pemain Asia juga mampu bersaing di level tertinggi Liga Voli Korea.

Namun di balik kesuksesan tersebut, Megawati harus menerima kenyataan pahit. Ia pulang ke Indonesia dengan kondisi cedera lutut yang hingga kini masih dalam proses pemulihan.

Cedera Lutut Jadi Pertimbangan Utama

Menurut laporan media Korea Selatan Yonhap News Agency, kondisi fisik menjadi alasan utama Megawati sempat mengurungkan niatnya untuk kembali ke Liga Voli Korea. Ia khawatir tidak dapat menampilkan performa maksimal seperti musim sebelumnya.

Megawati disebut memiliki standar tinggi terhadap performanya sendiri. Ia tidak ingin kembali jika belum berada dalam kondisi terbaik, terutama untuk mendukung gaya permainan agresif yang menjadi ciri khasnya.

Setelah gelaran Proliga 2026 berakhir, Megawati berencana menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan masa depannya.

Selain itu, ia juga akan berdiskusi dengan sang suami, Dio Novandra Wibawa, sebelum mengambil keputusan final terkait kelanjutan kariernya di luar negeri.

Kunjungan Mantan Rekan Setim Perkuat Rumor

Rumor kembalinya Megawati semakin menguat setelah kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye Seon, bersama agen Megawati asal Korea Selatan, Kim Sung Hoon, ke Surabaya.

Keduanya bahkan terlihat menyaksikan langsung pertandingan Megawati bersama Jakarta Pertamina Enduro dalam babak Final Four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, pada awal April lalu.

Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang reuni. Media Korea melaporkan bahwa ada pembicaraan serius mengenai peluang Megawati kembali bermain di Liga Voli Korea musim depan.

Sistem perekrutan pemain Asia di Liga Voli Korea kini juga berubah menjadi skema free agent. Hal ini memberikan keuntungan bagi Megawati karena ia memiliki kebebasan untuk memilih klub yang diinginkan, bukan sekadar menunggu draft seperti sebelumnya.

Selain Red Sparks, beberapa klub dari wilayah Seoul dan sekitarnya juga dikabarkan tertarik untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 26 tahun tersebut.

Jadwal Padat Bersama Timnas Indonesia

Selain mempertimbangkan karier klub, Megawati juga memiliki agenda padat bersama timnas voli putri Indonesia. Sejumlah turnamen internasional telah menanti sepanjang tahun ini.

Timnas voli putri Indonesia dijadwalkan mengikuti AVC Cup pada Juni, kemudian turnamen internasional lainnya pada Juli, Kejuaraan Asia pada Agustus, serta kemungkinan tampil di Asian Games pada September mendatang.

Padatnya jadwal tersebut tentu akan menjadi pertimbangan tambahan bagi Megawati dalam menentukan langkah karier berikutnya.

Jika kondisi fisiknya telah pulih sepenuhnya, bukan tidak mungkin Megawati kembali menjadi salah satu pemain Asia paling berpengaruh di Liga Voli Korea. Kini publik voli Indonesia hanya tinggal menunggu keputusan akhir sang Megatron setelah seluruh pertimbangan matang dilakukan.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#timnas voli putri indonesia #Red Sparks #Liga Voli Korea #Megawati Hangestri #proliga 2026