SOLO – Jakarta Pertamina Enduro kembali menunjukkan dominasinya di Final Four Proliga 2026 setelah menaklukkan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dengan skor 3-1. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara, tetapi juga menjadi bukti kekuatan kolektif tim.
Sejak awal laga Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro tampil agresif. Kombinasi serangan Megawati Hangestri, Irina Voronkova, dan Wilma Salas menjadi senjata utama yang sulit dibendung lawan.
Kemenangan di Final Four Proliga 2026 ini juga terasa spesial karena menjadi ajang pembalasan setelah sebelumnya Jakarta Pertamina Enduro dua kali kalah dari Gresik Petrokimia di fase reguler.
Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Bikin Geger! Desain Pininfarina, Kamera 200 MP, Tapi Harga Tembus Rp12 Juta?
Pelatih Lawan Akui Keunggulan JPE
Usai pertandingan, pelatih Gresik mengakui keunggulan lawannya. Ia menyebut kombinasi Megawati dan Voronkova sebagai “double cannon” yang sangat mematikan.
Menurutnya, sistem serangan Jakarta Pertamina Enduro saat ini adalah yang paling seimbang di liga. Ketika fokus menghadang Megawati, Voronkova justru menghancurkan pertahanan dari sisi lain.
Situasi ini membuat blok pertahanan Gresik kesulitan membaca arah serangan.
Megawati Bangkit Usai Cedera
Salah satu sorotan utama adalah performa Megawati yang tampil luar biasa meski baru pulih dari cedera lutut.
Alih-alih bermain hati-hati, ia justru tampil agresif dan tanpa rasa takut. Spike keras dan pergerakan lincahnya menjadi ancaman konstan bagi lawan.
Mental juara yang dimilikinya menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi permainan tim.
Voronkova, Jenderal di Lapangan
Selain Megawati, peran Voronkova juga sangat vital. Ia tidak hanya berkontribusi secara teknis, tetapi juga menjadi pemimpin di lapangan.
Dengan pengalaman internasionalnya, Voronkova mampu menjaga ketenangan tim, terutama di momen-momen krusial.
Tak heran jika ia dinobatkan sebagai top skor sekaligus MVP dalam laga ini.
Analisis: Mengapa Gresik Kewalahan?
Ada beberapa faktor yang membuat Gresik Petrokimia kesulitan menghadapi Jakarta Pertamina Enduro:
Serangan balik yang tidak efektif akibat pertahanan solid JPE
Blok kuat yang membuat banyak bola kembali (rebound)
Servis keras dari Megawati dan Voronkova yang merusak receive lawan
Kombinasi faktor tersebut membuat alur permainan Gresik tidak berkembang.
Jalannya Pertandingan
Pada set pertama, Jakarta Pertamina Enduro langsung unggul dan menutup set dengan skor 25-19 lewat smash keras Wilma Salas.
Set kedua sempat berjalan ketat, namun servis tajam Voronkova membawa JPE kembali menang 25-19.
Gresik Petrokimia bangkit di set ketiga dan memperkecil ketertinggalan dengan skor 25-21.
Namun di set keempat, mental juara JPE berbicara. Dalam kondisi imbang 23-23, mereka berhasil mengamankan dua poin terakhir dan menutup pertandingan dengan skor 25-23.
Kunci Kemenangan dan Dampaknya
Kemenangan ini memastikan Jakarta Pertamina Enduro menjadi juara putaran pertama Final Four Proliga 2026.
Selain itu, mereka juga berhak atas hadiah pembinaan senilai Rp60 juta.
Hasil ini semakin memperbesar peluang mereka untuk melaju ke grand final dan menjadi kandidat kuat juara musim ini.
Tangis Haru Megawati
Di balik kemenangan tersebut, terselip momen emosional. Megawati tak kuasa menahan air mata setelah pertandingan berakhir.
Tangisan itu menjadi simbol perjuangan panjang yang akhirnya terbayar, terutama setelah kekalahan di dua pertemuan sebelumnya melawan Gresik.
Kemenangan ini bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi juga tentang pembuktian dan kebangkitan.
Editor : Davina Ar Raafika