TRENGGALEK - Aksi gemilang Megawati Hangestri dalam laga panas Proliga 2026 kembali menjadi sorotan publik. Pertandingan antara Jakarta Pertamina Enduro melawan Jakarta Popsivo Polwan tak hanya menghadirkan duel sengit, tetapi juga momen mengejutkan yang langsung viral: smash keras Megawati Hangestri yang mengenai wajah pemain lawan.
Sejak set pertama, Jakarta Pertamina Enduro tampil percaya diri dengan permainan cepat dan agresif. Kombinasi serangan tajam serta pertahanan solid membuat mereka mampu menekan Jakarta Popsivo Polwan. Dalam pertandingan yang digelar di Jawa Pos Arena Surabaya, Sabtu (4/4/2026) malam, tim asuhan tersebut akhirnya menang dengan skor 3-1.
Namun, sorotan utama dalam laga Proliga 2026 ini tak lepas dari aksi Megawati Hangestri. Pada set kedua, saat pertandingan berlangsung ketat, sebuah momen dramatis terjadi yang membuat seluruh arena terdiam.
Smash Keras Megawati Hangestri Bikin Arena Terdiam
Momen itu bermula saat setter Jakarta Pertamina Enduro memberikan umpan tinggi ke sisi kiri. Megawati Hangestri langsung melakukan approach sempurna sebelum melompat tinggi dan melepaskan smash keras.
Bola meluncur dengan kecepatan tinggi menuju area pertahanan lawan. Tanpa sempat bereaksi, pemain asing Jakarta Popsivo Polwan, Malwina Smarzek, terkena headshot tepat di bagian wajah.
Benturan keras tersebut membuat pertandingan sempat terhenti. Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan. Beruntung, setelah mendapat perawatan, Smarzek dinyatakan bisa melanjutkan pertandingan meski terlihat masih terguncang.Pengakuan Malwina Smarzek: Smash Mega Di Luar Dugaan
Usai pertandingan, Malwina Smarzek akhirnya buka suara terkait insiden tersebut. Ia mengakui bahwa smash Megawati Hangestri benar-benar di luar ekspektasinya.
“Saya sudah menghadapi banyak spiker kuat di berbagai liga dunia. Tapi jujur, saya tidak menyangka smash Mega sekeras dan setajam itu,” ujarnya.
Menurut Smarzek, kekuatan Megawati tidak hanya terletak pada tenaga, tetapi juga akurasi dan timing yang sangat presisi. Hal itulah yang membuatnya menjadi pemain berbahaya di depan net.
“Bukan cuma keras, tapi sangat terarah. Saya rasa dia salah satu opposite hitter terbaik yang pernah saya hadapi,” tambahnya.
Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan 27, Statistik Gila Borneo FC, Top Skor Memanas !
Respons Rendah Hati Megawati Hangestri
Sementara itu, Megawati Hangestri merespons kejadian tersebut dengan sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mencederai lawan.
“Saya hanya fokus pada bola dan berusaha memberikan poin untuk tim. Semoga dia baik-baik saja, dia pemain hebat,” kata Megawati.
Sikap tersebut menunjukkan profesionalisme Megawati sebagai atlet, meski aksinya di lapangan begitu eksplosif dan mematikan.Pelatih Popsivo Ungkap Penyebab Kekalahan
Pelatih Jakarta Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengakui timnya bermain dalam tekanan sehingga sulit mengembangkan permainan. Hal ini menjadi salah satu faktor kekalahan dari Jakarta Pertamina Enduro.
“Kami sebenarnya sempat mengendalikan permainan seperti di set ketiga. Tapi secara keseluruhan tim berada di bawah tekanan,” ujarnya.
Meski kalah, ia tetap optimistis timnya bisa bangkit di pertandingan berikutnya. Sementara itu, Smarzek juga mengaku telah berusaha menenangkan rekan-rekannya di tengah tekanan pertandingan.
Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan 27, Persija Hajar Persebaya 3-0, Klasemen Makin Panas !
Klasemen Sementara Proliga 2026
Hasil ini membuat Jakarta Pertamina Enduro semakin kokoh sebagai kandidat juara Proliga 2026. Dengan performa konsisten dan kehadiran Megawati Hangestri sebagai ujung tombak, mereka kini menjadi tim yang sulit dihentikan.
Sebaliknya, Jakarta Popsivo Polwan harus puas berada di dasar klasemen sementara Final Four setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Pertandingan ini bukan sekadar soal skor 3-1, tetapi juga menjadi bukti betapa kompetitif dan kerasnya persaingan di Proliga 2026. Dan satu hal yang pasti, nama Megawati Hangestri kini semakin bergema sebagai salah satu pemain paling ditakuti di kancah voli nasional.
Editor : Izahra Nurrafidah