JAKARTA-Persija Jakarta gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League. Laga yang berlangsung sengit ini berakhir imbang 2-2 setelah kedua tim saling balas serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Hasil ini membuat Persija Jakarta gagal menang dan semakin memperpanjang catatan kurang maksimal mereka. Sementara itu, PSIM Yogyakarta juga belum mampu keluar dari tren negatif setelah enam laga terakhir tanpa kemenangan.
Sejak awal pertandingan, Persija Jakarta langsung tampil agresif. Perubahan komposisi pemain di lini depan dengan menurunkan Muhammad Iqbal bersama Vidal sebagai target man cukup memberikan tekanan bagi lini pertahanan lawan.
Didukung oleh Exel, Alano, dan Maxwell, serangan Persija terlihat lebih hidup. Permainan cepat dari lini tengah menjadi kunci utama dalam membongkar pertahanan PSIM Yogyakarta.
Baca Juga: Lakers vs Rockets Game 2: LeBron James dan Kevin Durant Panas, Lakers Unggul 2-0 Usai Duel Sengit!
Vidal Buka Keunggulan Lewat Eksekusi Rapi
Gol pertama Persija lahir dari skema serangan yang sangat rapi. Seeva berhasil menerobos lini tengah sekaligus pertahanan lawan sebelum mengirimkan umpan matang kepada Vidal.
Tanpa banyak sentuhan, Vidal langsung melepaskan eksekusi sempurna yang gagal diantisipasi kiper lawan. Gol tersebut menjadi bukti efektivitas permainan compact football yang diperagakan Persija.
PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam. Mereka mencoba membalas melalui beberapa crossing berbahaya ke dalam kotak penalti. Salah satu peluang terbaik mereka datang dari situasi bola liar yang nyaris berbuah gol.
Namun, kiper Persija Cahya Supriadi tampil sigap. Penjaga gawang muda itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya.
Alano Tambah Keunggulan Lewat Tendangan Dingin
Tekanan Persija kembali membuahkan hasil ketika Alano mendapatkan kesempatan emas melalui bola mati. Dengan penuh ketenangan, ia mengambil ancang-ancang sebelum melepaskan tendangan keras terarah.
Meski Cahya Supriadi sempat membaca arah bola, kecepatan eksekusi Alano terlalu sulit dihentikan. Gol tersebut membuat Persija semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.
Doni Tri juga tampil aktif dalam membangun serangan. Beberapa kali ia melakukan early crossing yang merepotkan lini belakang lawan. Salah satu peluang terbaik tercipta saat Doni melihat Rehan Hanan berdiri bebas di dalam kotak penalti.
Sayangnya, peluang itu belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan.
Drama Penalti dan Gagalnya Maxwell
Pertandingan semakin panas saat Alano kembali dijatuhkan di area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih setelah menilai terjadi pelanggaran dari pemain bertahan PSIM Yogyakarta.
Kesempatan emas itu diberikan kepada Maxwell. Publik sempat yakin Persija akan memperlebar keunggulan melalui penalti tersebut.
Namun yang terjadi justru di luar dugaan. Maxwell gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Eksekusi penalti yang dilepaskannya tidak mampu menghasilkan gol dan menjadi momen yang sangat disayangkan bagi Persija.
“Wow, sukar dipercaya,” begitu reaksi yang menggambarkan kegagalan penalti tersebut.
Momentum pertandingan kemudian berubah. PSIM Yogyakarta mulai berani keluar menyerang dan menciptakan tekanan balik.
Cahya Supriadi Jadi Penyelamat Persija
Gempuran demi gempuran datang dari PSIM Yogyakarta. Fajar, Aladin, hingga Gustavo terus mencoba membongkar pertahanan Persija.
Salah satu peluang paling berbahaya datang dari tendangan keras Gustavo yang nyaris menggetarkan gawang. Beruntung, bola masih mampu ditahan di putaran kedua.
Baca Juga: Indonesia vs Malaysia U17 2026 Memanas! Duel Panas Penentuan Nasib, Timnas Garuda Muda Wajib Menang?
Tidak lama berselang, Jan Mota juga melepaskan shooting keras dari luar kotak penalti. Lagi-lagi Cahya Supriadi tampil luar biasa dengan penyelamatan krusialnya.
Meski begitu, tekanan terus-menerus akhirnya membuat Persija gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Laga pun berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil ini menjadi pukulan bagi Persija Jakarta yang kembali gagal meraih kemenangan penting.
Sementara bagi PSIM Yogyakarta, hasil seri ini juga belum cukup untuk mengakhiri paceklik kemenangan mereka dalam enam pertandingan terakhir di BRI Super League. (*)
Editor : Isna Dzikirianti