Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Taktik Persib Bandung Era Bojan Hodak Makin Ganas, Tom Haye Bersinar, Peluang Hattrick Juara Kian Nyata

Dyah Wulandari • Selasa, 28 April 2026 | 18:36 WIB
Taktik Persib Bandung makin solid bersama Bojan Hodak, Tom Haye bersinar dan peluang hattrick juara Liga semakin terbuka.
(screenshot instagram)
Taktik Persib Bandung makin solid bersama Bojan Hodak, Tom Haye bersinar dan peluang hattrick juara Liga semakin terbuka.
(screenshot instagram)

JAKARTA - Taktik Persib Bandung di bawah asuhan Bojan Hodak kembali menjadi sorotan setelah penampilan dominan saat menghadapi PSBS Biak. Kemenangan meyakinkan dengan permainan atraktif semakin mempertegas peluang Persib Bandung untuk meraih hattrick juara Liga.

Taktik Persib Bandung terlihat semakin matang seiring kedatangan dua pemain timnas Indonesia, yakni Tom Haye dan Eliano Reijnders. Kehadiran keduanya memberikan dimensi baru dalam permainan Maung Bandung, terutama dalam penguasaan bola dan kreativitas serangan.

Pada laga tersebut, Persib Bandung tampil dominan dengan mencatatkan 62 persen penguasaan bola dan total 28 tembakan. Statistik ini menunjukkan betapa efektifnya taktik Persib Bandung dalam menekan lawan sejak awal pertandingan.

Baca Juga: Ketua STKIP PGRI Trenggalek, Dr Dwi Kuncorowati MPd., Gelar Tari Kolosal Turonggo Yakso, Lestarikan Budaya dan Semarakkan Hari Tari

Formasi Fleksibel Jadi Kunci Taktik Persib Bandung

Bojan Hodak menerapkan formasi dasar 4-2-3-1 yang fleksibel. Dalam praktiknya, formasi ini kerap berubah menjadi 4-3-3 dengan single pivot saat menyerang. Fleksibilitas ini membuat permainan Persib Bandung sulit ditebak lawan.

Tom Haye dan Marc Klok berperan sebagai double pivot yang menjadi pusat distribusi bola. Keduanya tidak hanya menjaga keseimbangan tim, tetapi juga aktif membantu build up dari lini belakang.

Baca Juga: Sidoarjo Darurat Infrastruktur: Jalan Berlubang dan Banjir Tak Kunjung Tuntas

Yang menarik, Eliano Reijnders dimainkan sebagai bek kiri dengan lisensi menyerang tinggi. Ia kerap melakukan overlap maupun underlap untuk membuka ruang di sisi sayap. Peran ini membuat serangan Persib Bandung lebih variatif dan berbahaya.

Rotasi posisi juga menjadi ciri khas taktik Persib Bandung. Para pemain di lini tengah hingga depan sering bertukar posisi untuk menciptakan ruang dan membongkar pertahanan lawan. Hal ini terlihat jelas saat build up, di mana struktur tim bisa berubah secara dinamis.

Dominasi dan Kreativitas Serangan

Dominasi Persib Bandung tidak hanya terlihat dari penguasaan bola, tetapi juga dari variasi serangan. Mereka mampu menyerang melalui kombinasi umpan pendek, long pass, hingga serangan balik cepat.

Baca Juga: Banjir Tak Pernah Usai: Evaluasi Kebijakan Drainase Pemerintah Daerah di Sidoarjo

Tom Haye menjadi motor permainan dengan kemampuan distribusi bola yang akurat. Ia beberapa kali menciptakan peluang melalui dribble dan umpan terobosan yang memanjakan lini depan.

Selain itu, eksploitasi half space menjadi salah satu senjata utama. Area ini sering dimanfaatkan untuk mengirim umpan berbahaya ke kotak penalti. Sayangnya, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Persib Bandung.

Gol pertama bahkan harus datang dari titik penalti, meskipun peluang terbuka sudah banyak tercipta sebelumnya.

Baca Juga: Aplikasi Wargaku Surabaya: Solusi Nyata atau Sekadar Formalitas Digital?

Transisi Cepat dan Variasi Serangan

Ciri khas lain dari taktik Persib Bandung adalah transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Skema ini terbukti efektif dalam menciptakan gol kedua, yang berawal dari pergantian sisi permainan (switch play).

Eliano Reijnders berperan penting dalam proses ini sebelum bola diteruskan ke lini depan dan diselesaikan dengan baik. Kecepatan dalam transisi membuat pertahanan lawan kerap tidak siap.

Selain itu, early crossing dari sisi sayap juga menjadi variasi serangan yang sering digunakan. Strategi ini membuka peluang dari situasi yang sulit, meskipun kembali terkendala pada finishing.

Baca Juga: Revitalisasi Jalan Kartini Jember: Ruang Kuliner Baru atau Potensi Masalah Baru?

Pertahanan Solid dan Adaptasi Taktik

Di sisi pertahanan, Persib Bandung tampil solid dengan hanya menghadapi sedikit ancaman. PSBS Biak tercatat hanya mampu melepaskan tiga tembakan sepanjang laga.

Persib menggunakan pola bertahan 4-1-4-1 dengan pendekatan man-oriented, di mana pemain fokus menjaga pergerakan lawan secara langsung. Strategi ini efektif meredam serangan lawan sejak lini tengah.

Menariknya, saat sudah unggul, Bojan Hodak melakukan perubahan taktik dengan menambah jumlah pemain belakang menjadi lima. Adaptasi ini membuat pertahanan semakin kokoh dan sulit ditembus.

Baca Juga: HP Samsung RAM 8/256 Terbaik 2026: Bocoran Daftar HP Paling Kencang, Stabil, dan Tahan Lama untuk Gaming hingga Kerja Berat Tanpa Lemot

Finishing Jadi Catatan Penting

Meski tampil dominan, Persib Bandung masih memiliki satu kelemahan utama, yakni penyelesaian akhir. Dari 28 tembakan yang dilepaskan, hanya tiga yang berbuah gol.

Hal ini menjadi evaluasi penting jika Persib Bandung ingin benar-benar mengunci hattrick juara Liga. Efektivitas di depan gawang akan menjadi faktor penentu dalam laga-laga krusial ke depan.

Dengan taktik Persib Bandung yang semakin solid, ditambah kedalaman skuad dan pengalaman juara, peluang mencetak sejarah tiga gelar beruntun kini semakin terbuka lebar.Baca Juga: Sudah Jauh-Jauh Ke Tumpak Sewu Eh Malah Diperas Di Bawah Air Terjun


Editor : Dyah Wulandari
#Taktik Persib Bandung #Bojan Hodak Persib #Tom Haye Persib #Eliano Reijnders Persib #Analisis Liga Indonesia