Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Persib Bandung Dibantai Ratchaburi FC 3-0, Taktik Positional Play Bongkar Pertahanan, Bojan Hodak Dapat Pelajaran Berharga

Dyah Wulandari • Selasa, 28 April 2026 | 18:39 WIB
Persib Bandung kalah 0-3 dari Ratchaburi FC, taktik positional play bongkar pertahanan dan jadi pelajaran penting di Liga Champions Asia.
(screenshot instagram)
Persib Bandung kalah 0-3 dari Ratchaburi FC, taktik positional play bongkar pertahanan dan jadi pelajaran penting di Liga Champions Asia. (screenshot instagram)
 

JAKARTA - Kekalahan telak Persib Bandung dari Ratchaburi FC dengan skor 0-3 di ajang Liga Champions Asia 2 membuka banyak pelajaran penting. Taktik positional play yang diterapkan wakil Thailand terbukti mampu membongkar pertahanan Persib Bandung dengan cara yang sistematis dan efisien.

Persib Bandung yang terbiasa tampil dominan di kompetisi domestik justru terlihat kesulitan menghadapi pendekatan taktis Ratchaburi FC. Dalam laga tersebut, Persib Bandung seperti kehilangan arah saat lawan memainkan bola dengan tempo tenang namun penuh perhitungan.

Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi bagi Persib Bandung justru menjadi momen evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama jika ingin bersaing di level Asia.

Baca Juga: Ketua STKIP PGRI Trenggalek, Dr Dwi Kuncorowati MPd., Gelar Tari Kolosal Turonggo Yakso, Lestarikan Budaya dan Semarakkan Hari Tari

Taktik Positional Play Jadi Pembeda

Ratchaburi FC menunjukkan kualitas permainan berbasis taktik tinggi melalui pendekatan positional play. Mereka tidak mengandalkan kecepatan atau intensitas tinggi, melainkan pergerakan terstruktur untuk memanipulasi pertahanan lawan.

Dengan hanya melibatkan dua hingga tiga pemain dalam satu fase serangan, Ratchaburi mampu menciptakan overload di area tertentu. Pergerakan tanpa bola yang cerdas membuat pemain Persib Bandung kebingungan dalam menentukan penjagaan.

Baca Juga: Sidoarjo Darurat Infrastruktur: Jalan Berlubang dan Banjir Tak Kunjung Tuntas

Situasi ini memunculkan celah di lini pertahanan. Begitu struktur pertahanan Persib Bandung mulai terbuka, Ratchaburi langsung melakukan progresi serangan dengan cepat dan efektif.

Pendekatan ini menjadi bukti bahwa sepak bola level Asia menuntut kecerdasan taktik, bukan sekadar mengandalkan fisik atau kecepatan.

Perbedaan Level Liga Indonesia dan Thailand

Pertandingan ini juga kembali menegaskan perbedaan karakter antara Liga Indonesia dan Liga Thailand. Di kompetisi domestik, permainan cenderung mengandalkan intensitas tinggi dan duel fisik.

Baca Juga: Banjir Tak Pernah Usai: Evaluasi Kebijakan Drainase Pemerintah Daerah di Sidoarjo

Sebaliknya, klub-klub Thailand seperti Ratchaburi FC lebih menekankan pada struktur permainan, pemahaman taktik, dan efisiensi gerakan. Bahkan tanpa banyak berlari, mereka tetap mampu mendominasi jalannya pertandingan.

Sejumlah pemain Indonesia yang pernah berkarier di Thailand juga mengakui hal tersebut. Mereka menyebut bahwa sepak bola di Thailand lebih “pure tactical” dibandingkan Indonesia yang masih berkembang.

Bojan Hodak Dinilai Perlu Adaptasi

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, juga menjadi sorotan dalam laga ini. Gaya bermain pragmatis yang selama ini sukses di Liga Indonesia tampak kurang efektif menghadapi tim dengan pendekatan taktik tinggi.

Baca Juga: Aplikasi Wargaku Surabaya: Solusi Nyata atau Sekadar Formalitas Digital?

Dalam beberapa momen, respons terhadap perubahan permainan lawan dinilai kurang cepat. Namun, kondisi ini dianggap wajar mengingat perbedaan level kompetisi yang dihadapi.

Justru dari kekalahan ini, Bojan Hodak diyakini akan mendapatkan banyak bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tim ke depannya.

Pelajaran Berharga untuk Pemain Persib

Selain pelatih, para pemain Persib Bandung juga mendapatkan pengalaman penting. Salah satunya terlihat dari kesulitan menghadapi pergerakan pemain Ratchaburi yang mampu “menipu” struktur pertahanan.

Baca Juga: Sidoarjo Darurat Infrastruktur: Jalan Berlubang dan Banjir Tak Kunjung Tuntas

Pergerakan kombinasi antar pemain lawan membuat sistem bertahan Persib menjadi mudah ditembus. Dalam beberapa situasi, hanya dengan beberapa sentuhan, pertahanan Persib sudah terpecah.

Hal ini menjadi pelajaran bahwa sepak bola modern menuntut kecerdasan membaca permainan, bukan hanya kecepatan dan tenaga.

Harapan Bangkit di Leg Kedua

Meski kalah telak, peluang Persib Bandung belum sepenuhnya tertutup. Bojan Hodak berharap dukungan penuh suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api bisa menjadi energi tambahan untuk bangkit di leg kedua.

Baca Juga: Ketika Guru Jadi Jembatan Harapan: Potret Pendidikan di Pedalaman Papua

Dalam sepak bola, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Persib Bandung dikenal memiliki mental juara dan beberapa kali mampu bangkit dari situasi sulit.

Jika mampu melakukan evaluasi dengan cepat dan tepat, bukan tidak mungkin Persib bisa memberikan kejutan di pertandingan selanjutnya.

Momentum Meningkatkan Level Permainan

Kekalahan dari Ratchaburi FC seharusnya menjadi titik balik bagi Persib Bandung. Menghadapi tim dengan level lebih tinggi secara konsisten akan membantu meningkatkan kualitas permainan.

Baca Juga: Revitalisasi Jalan Kartini Jember: Ruang Kuliner Baru atau Potensi Masalah Baru?

Pengalaman ini juga menjadi refleksi bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan untuk terus berkembang, baik dari sisi taktik, sistem, maupun pembinaan pemain.

Dengan proses yang tepat, bukan tidak mungkin klub-klub Indonesia bisa menyamai bahkan melampaui level kompetisi negara lain di Asia Tenggara

Editor : Dyah Wulandari
#Bojan Hodak Persib #Persib Bandung vs Ratchaburi #Taktik positional play #Liga Champions Asia 2 #Perbandingan Liga Thailand Indonesia