Laga ini bukan sekadar kemenangan biasa. Pertandingan pekan ke-11 musim 2024-2025 tersebut menjadi titik balik kebangkitan Red Sparks sekaligus awal dari sejarah besar berupa 13 kemenangan beruntun yang kemudian tercatat sebagai rekor baru klub.
Di balik cerita besar itu, nama Megawati Hangestri menjadi pusat sorotan. Opposite hitter asal Indonesia tersebut tampil dominan, mencetak 23 poin dan menjadi motor utama kemenangan Red Sparks di hadapan ribuan pendukung tuan rumah di Hwaseong Indoor Gymnasium.
Red Sparks Datang dengan Tekanan Besar
Sebelum laga melawan IBK Altos, situasi Red Sparks jauh dari ideal. Dari 10 pertandingan awal musim, mereka hanya meraih empat kemenangan dan menelan enam kekalahan.
Lebih buruk lagi, dari enam pertandingan terakhir sebelum duel ini, Red Sparks hanya menang sekali, itu pun dengan susah payah saat menghadapi GS Caltex. Kekalahan demi kekalahan membuat tim mulai diragukan.
Baca Juga: Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik April 2026, Ada Kamera Sony, Baterai 7000 mAh dan Update OS 6 Tahun
Sebaliknya, IBK Altos sedang berada dalam performa terbaik. Mereka mengoleksi delapan kemenangan dari 10 pertandingan dan datang dengan enam kemenangan beruntun.
Secara statistik, mental, hingga momentum pertandingan, IBK Altos jauh lebih diunggulkan. Mereka bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh publik dan baru saja mengalahkan Red Sparks pada pertemuan sebelumnya.
Namun, Megawati Hangestri datang dengan keyakinan besar.
“Bahkan jika saya sesekali mengalami penurunan performa, saya akan mengatasinya seperti yang saya lakukan musim lalu. Saya akan tampil lebih baik tahun ini,” ujar Mega dalam kutipan media Korea Selatan.
Kalimat itu menjadi bukti bahwa Megawati tidak datang ke Liga Voli Korea sekadar sebagai pemain asing biasa, tetapi untuk meninggalkan jejak besar.
Megawati dan Bukilic Hancurkan Mental IBK Altos
Sejak awal set pertama, Red Sparks langsung mengambil inisiatif menyerang. Servis keras Bukilic dengan kecepatan hingga 90 km/jam membuat receive IBK Altos berantakan.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan Terbaik 2026 yang Paling Laris, Galaxy A07 hingga Advan X1 Punya Spek Bikin Kaget
Momentum itu dimanfaatkan sempurna oleh Megawati Hangestri. Spike kerasnya langsung menghantam pertahanan lawan meski dihadang Yuk So-young dan Choi Jeong-min.
Tak hanya menyerang, Mega juga menunjukkan kualitas bloknya. Saat Victoria Danchak mencoba spike keras, Megawati membaca arah bola dengan sempurna dan menghasilkan stuff block yang membuat lawan frustrasi.
Beberapa saat kemudian, giliran Mega melancarkan spike silang tajam yang gagal dijangkau setter asal China, Chen Xintong.
Kombinasi brutal Megawati dan Bukilic membuat mental IBK Altos runtuh. Chen Xintong dan Victoria Danchak terlihat bermain di bawah performa terbaik mereka hingga akhirnya sempat ditarik keluar oleh pelatih.
Menjelang akhir set pertama, Mega kembali memperlihatkan kelasnya lewat back attack mematikan dari lini belakang. Timing lompatan yang sempurna membuat blok lawan terlambat bereaksi.
Set pertama pun ditutup dengan dominasi penuh Red Sparks.
Queen of Headshot dan Teror di Set Kedua
Memasuki set kedua, tekanan Red Sparks semakin intens. Salah satu momen paling diingat terjadi saat Megawati melepaskan spike silang keras yang menghantam paha Victoria Danchak.Peristiwa itu membuat banyak penggemar kembali menyebut Mega sebagai “Queen of Headshot”.
Awalnya, blok Choi Jeong-min sempat memantulkan bola ke area Red Sparks. Namun Nohran melakukan dig sempurna dan menyelamatkan rally.
Pada serangan kedua, pergerakan cepat Jung Ho-young sukses mengecoh blok lawan. Megawati langsung membaca celah dan melepaskan spike tajam ke arah Victoria.
Bola melesat keras dan tepat menghantam paha sang opposite hitter IBK Altos.
Bukan hanya menghasilkan poin, momen itu juga menjadi pukulan mental besar bagi tim tuan rumah.
Statistik Megawati Hangestri Bikin Kagum
Memasuki set ketiga, Red Sparks tampil semakin matang. Variasi serangan yang rapi membuat blok lawan terus salah membaca arah bola.
Megawati kembali menjadi eksekutor utama. Bahkan dalam situasi satu lawan satu menghadapi blocker lawan, spike Mega tetap tak terbendung.
Pertandingan akhirnya berakhir hanya dalam tiga set dengan skor telak 25-17, 25-13, dan 25-14. Total laga berlangsung selama 1 jam 16 menit.
Berdasarkan data resmi dari KOVO, Megawati Hangestri mencetak 23 poin dengan attack success rate mencapai 56,76 persen.
Sementara tandemnya, Bukilic, mencetak 22 poin dengan efektivitas serangan 51,35 persen.
Sebaliknya, Victoria Danchak yang saat itu berstatus top skor sementara Liga Voli Korea hanya mampu menghasilkan 14 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 38,89 persen.
Statistik tersebut menjadi bukti betapa dominannya Megawati Hangestri dalam pertandingan ini.
Lebih dari sekadar kemenangan, laga 30 November 2024 menjadi awal dari sejarah besar Red Sparks dan titik lahirnya rekor 13 kemenangan beruntun.
Dan di pusat cerita itu, nama Megawati Hangestri berdiri paling terang.
Editor : Dyah Wulandari