JAKARTA-Hasil Arema FC vs Persebaya Surabaya menjadi sorotan panas pecinta sepak bola nasional setelah Bajul Ijo tampil menggila dan sukses menghancurkan Singo Edan dengan skor telak 4-0.
Duel sengit yang sejak awal diprediksi berjalan ketat justru berakhir dengan dominasi penuh Persebaya Surabaya. Dalam laga yang berlangsung penuh tensi tinggi itu, Arema FC sebenarnya tampil agresif sejak menit awal.
Gustavo Franca sempat membuka peluang pertama lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melebar tipis dari gawang lawan.
Tekanan demi tekanan terus dibangun Arema FC. Perovic dan lini serang Singo Edan mencoba membongkar pertahanan rapat Persebaya. Bahkan sempat tercipta peluang emas yang membuat stadion bergemuruh, namun sayangnya gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Baca Juga: Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bulen Karslioglu Hengkang Usai Bawa Back to Back Gelar
Babak Pertama Berjalan Panas
Pertandingan semakin panas ketika Persebaya Surabaya mulai menemukan ritme permainan mereka. Crossing matang dari sisi sayap yang dikirim Alfarizi berhasil membuka ruang berbahaya di lini pertahanan Arema.
Momentum besar datang saat insiden pelanggaran keras yang melibatkan Hansamu Yama membuat wasit Thoriq Alkatiri melakukan pengecekan. Setelah melihat situasi, wasit akhirnya menunjuk titik putih.
Keputusan penalti untuk Persebaya Surabaya langsung memicu reaksi keras dari kubu Arema FC. Namun keputusan tetap tidak berubah.
Penalti Bruno Moreira Jadi Titik Balik
Bruno Moreira maju sebagai algojo. Dengan tenang, pemain andalan Bajul Ijo itu mengambil ancang-ancang sebelum melepaskan tendangan penalti yang sempat ditepis kiper, namun situasi rebound berhasil dimanfaatkan dengan baik.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Mental pemain Arema FC mulai goyah, sementara Persebaya semakin percaya diri menekan.
Serangan cepat demi serangan cepat dilancarkan tim asal Kota Pahlawan itu. Transisi permainan yang cepat membuat lini belakang Singo Edan kesulitan mengantisipasi setiap tusukan yang datang.
Rivera Tampil Menggila
Nama Rivera menjadi salah satu aktor penting dalam kemenangan besar Persebaya Surabaya. Gelandang serang itu tampil luar biasa dengan penyelesaian akhir yang tajam dan agresif.
Dalam salah satu skema serangan cepat, Rivera sukses melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan penjaga gawang Arema. Gol tersebut membuat keunggulan Persebaya semakin lebar.
Tidak berhenti sampai di situ, tekanan terus dilanjutkan. Arema FC terlihat kehilangan organisasi permainan, terutama di sektor pertahanan yang tampak begitu rapuh menghadapi serangan balik cepat lawan.
Komentator pertandingan bahkan menyebut pola ini mirip ketika Persib Bandung sebelumnya kesulitan menembus pertahanan Arema, namun kali ini justru Singo Edan yang menjadi korban keganasan serangan lawan.
Pertahanan Arema FC Terlihat Runtuh
Yang paling mencolok dalam laga ini adalah buruknya koordinasi lini belakang Arema FC. Pertahanan yang biasanya solid justru tampil tidak kompak dan mudah ditembus.
Persebaya memanfaatkan celah tersebut dengan sangat efektif. Serangan direct, umpan cepat, dan finishing klinis menjadi kombinasi sempurna yang membuat skor terus bertambah.
Gol demi gol tercipta hingga papan skor menunjukkan angka telak 4-0. Hasil ini jelas menjadi pukulan besar bagi Arema FC sekaligus bukti bahwa Persebaya Surabaya sedang berada dalam performa terbaiknya.
Evaluasi Besar untuk Singo Edan
Kekalahan telak ini menjadi alarm serius bagi Arema FC untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran. Lini belakang yang rapuh, penyelesaian akhir yang kurang efektif, serta kehilangan fokus di momen penting menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.
Sebaliknya, kemenangan besar ini menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas klasemen. Permainan disiplin, efektif, dan penuh determinasi menjadi kunci keberhasilan Bajul Ijo.
Hasil Arema FC vs Persebaya Surabaya dengan skor akhir 0-4 menjadi bukti bahwa derby penuh gengsi ini kali ini sepenuhnya milik Persebaya. Singo Edan harus menelan pil pahit, sementara Bajul Ijo pulang dengan pesta kemenangan besar. (*)
Editor : Isna Dzikirianti