JAKARTA - Isu panas mengenai Wilma Salas mundur dari Jakarta Pertamina Enduro (JPE) akhirnya terbukti tidak benar alias hoaks. Kabar yang sempat viral di media sosial itu muncul setelah kekalahan dramatis JPE dari Jakarta Elektrik PLN pada laga pembuka Final Four Proliga 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, JPE harus menyerah dengan skor tipis 2-3. Kekalahan ini langsung memicu berbagai spekulasi, termasuk isu Wilma Salas mundur hingga kritik tajam dari pemain asing anyar, Irina Foronkova.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, kabar mengenai Wilma Salas mundur dipastikan hanya karangan belaka. Informasi tersebut sengaja dibuat sebagai edukasi agar publik lebih bijak dalam menyaring berita yang beredar di media sosial.
Kritik Pedas Foronkova Jadi Sorotan
Di balik isu tersebut, perhatian justru tertuju pada pernyataan Irina Foronkova. Pemain asal Rusia itu secara terbuka mengkritik pola permainan JPE, khususnya distribusi bola yang dinilai kurang efektif.
Menurutnya, dalam beberapa momen krusial, bola tidak diarahkan kepada pemain yang sedang dalam performa terbaik. Ia menyebut bahwa variasi serangan JPE terlalu mudah dibaca lawan, terutama oleh blok solid milik Jakarta Elektrik PLN.
“Ini bukan sekadar soal kalah atau menang, tapi bagaimana tim bermain di lapangan,” ujarnya usai pertandingan.
Foronkova juga menyinggung bahwa dirinya dan Megawati Hangestri Pertiwi tidak mendapatkan peran maksimal dalam skema permainan. Padahal, keduanya dianggap sebagai ujung tombak utama tim.
Kekalahan Dramatis di Laga Perdana
Pada set pertama, JPE sebenarnya tampil dominan. Kombinasi serangan antara Megawati, Foronkova, dan Wilma Salas sempat membuat lawan kewalahan.
Namun memasuki set berikutnya, ritme permainan berubah drastis. Jakarta Elektrik PLN berhasil bangkit dengan pertahanan rapat dan blok yang disiplin.
Dipimpin oleh pemain andalan mereka, tim PLN sukses membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan di set penentuan. Hasil ini sekaligus membawa mereka ke puncak klasemen sementara Final Four Proliga 2026.
Isu Internal dan Evaluasi Tim
Kekalahan ini juga memunculkan dugaan adanya masalah internal dalam tim JPE. Suasana ruang ganti disebut cukup tegang usai pertandingan.
Meski demikian, manajemen tim belum memberikan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Fokus utama saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi laga berikutnya.
Kabar Wilma Salas mundur yang sempat beredar pun menjadi pengingat penting bahwa tidak semua informasi di media sosial dapat dipercaya.
Megawati Jadi Sorotan Internasional
Di sisi lain, nama Megawati Hangestri kembali mencuri perhatian publik internasional. Atlet yang dijuluki “Megatron” itu bahkan menjadi trending di Korea Selatan.
Hal ini dipicu oleh kabar reuni dirinya dengan mantan rekan setim di klub Red Sparks, yang disambut antusias oleh penggemar voli.
Popularitas Megawati dinilai menjadi aset penting bagi JPE, terutama dalam menjaga mental tim di tengah tekanan kompetisi.
Peluang JPE Masih Terbuka
Meski kalah di laga pembuka, peluang JPE untuk melaju ke babak final masih terbuka lebar. Kompetisi Final Four masih menyisakan beberapa pertandingan krusial.
Dengan materi pemain yang dimiliki, termasuk Megawati dan Foronkova, JPE diyakini mampu bangkit jika mampu memperbaiki pola permainan.
Kunci utama ada pada konsistensi dan kemampuan tim dalam membaca situasi pertandingan.
Isu Wilma Salas mundur yang sempat viral kini telah terbantahkan. Fokus tim pun kembali ke lapangan, mengejar target mempertahankan gelar juara Proliga 2026.
Editor : Divka Vance Yandriana