JAKARTA - Profil Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan publik setelah namanya semakin bersinar di Liga Voli Korea Selatan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Atlet voli putri andalan Indonesia itu sukses mencuri perhatian berkat performa impresifnya di level internasional.
Megawati Hangestri Pertiwi tidak hanya dikenal karena spike keras dan kemampuan menyerangnya yang luar biasa, tetapi juga karena perjalanan kariernya yang penuh perjuangan. Sosok berjuluk Megatron ini menjadi simbol kebanggaan baru bagi voli Indonesia.
Keberhasilannya menembus kompetisi elite Asia membuat banyak penggemar penasaran dengan profil Megawati Hangestri Pertiwi, mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, perjalanan karier, hingga kisaran gajinya di Liga Korea Selatan.
Lahir di Jember dan Berasal dari Keluarga Sederhana
Megawati Hangestri Pertiwi lahir di Jember, Jawa Timur, pada 20 September 1999. Saat ini usianya menginjak 25 tahun.
Ia berasal dari Desa Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Megawati tumbuh dalam keluarga sederhana dengan dukungan besar dari sang ayah, Maksum, yang menjadi sosok penting dalam perjalanan kariernya.
Ayahnya merupakan orang yang pertama kali mengenalkan olahraga voli saat Mega masih berusia 11 tahun. Awalnya, Megawati lebih menyukai sepak bola, namun berkat dorongan sang ayah, ia mulai serius menekuni voli hingga menjadi atlet profesional.
Sang ayah diketahui meninggal dunia pada Februari 2023 dan menjadi kehilangan besar bagi Mega.
Perjalanan Karier dari Livoli hingga Liga Korea
Karier profesional Megawati dimulai sejak usia 14 tahun. Ia bergabung dengan Surabaya Bank Jatim pada Livoli Divisi Utama tahun 2015.
Di ajang Proliga, Mega memperkuat Jakarta Pertamina Fastron sejak 2015 hingga 2022. Ia juga sempat membela Jakarta BNI 46 pada musim 2018 serta Bandung BJB Tandamata.
Karier internasionalnya dimulai pada 2021 saat bermain untuk Supreme Chonburi-E.Tech di Liga Voli Putri Thailand. Setelah itu, ia melanjutkan petualangan ke Vietnam bersama Hà Phú Thanh Hóa.
Puncaknya terjadi pada 2023 ketika Megawati dipilih melalui draft pemain Asia untuk bergabung dengan Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan.
Bersama klub tersebut, ia sukses membawa Red Sparks menembus babak playoff pertama dalam tujuh tahun dan finis di posisi tiga besar klasemen akhir.
Juara Proliga dan Kembali Dipanggil Red Sparks
Setelah sukses di Korea Selatan, Megawati kembali ke Indonesia untuk membela Jakarta BIN pada Proliga 2024.
Ia berhasil mempersembahkan gelar juara pertama bagi klub tersebut sekaligus trofi juara pertama dalam karier profesionalnya. ya
Baca Juga: Wilma Salas Proliga Terbaru: Dominasi Luar Biasa yang Ubah Wajah Kompetisi Voli Indonesia
Penampilan apik itu membuat Red Sparks kembali memanggil Megawati untuk musim Liga Korea 2024-2025.
Di musim keduanya, ia memiliki rekan baru yakni Vanja Bukilic, pemain asal Serbia dengan tinggi badan 198 cm yang juga berposisi sebagai opposite hitter.
Pelatih Red Sparks optimistis keduanya bisa menjadi duet mesin poin baru untuk tim.
Baca Juga: Wilma Salas Proliga Terbaru Meledak! Bintang Kuba Ini Jadi Penentu Kemenangan Tim
Pendidikan hingga Lanjut S2
Tak hanya sukses di lapangan, Megawati juga menunjukkan prestasi di bidang akademik.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Megawati telah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Kahuripan Kediri pada 2020 melalui program studi Manajemen.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 melalui beasiswa di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Megawati menjadi salah satu atlet nasional yang aktif menyeimbangkan karier olahraga dan pendidikan tinggi.
Deretan Prestasi dan Gaji Fantastis
Sepanjang kariernya, Megawati telah meraih banyak penghargaan bergengsi.
Baca Juga: Wilma Salas Proliga Terbaru Meledak! Bintang Kuba Ini Jadi Penentu Kemenangan Tim
Di antaranya Best Opposite Hitter ASEAN Grand Prix 2022, Best Opposite Hitter AVC Challenge Cup 2023, pemain terbaik putaran pertama Liga Korea 2023, hingga Most Valuable Player Proliga 2024.
Soal pendapatan, gaji Megawati di Red Sparks juga menjadi sorotan besar.
Pada musim pertamanya di Korea Selatan, ia menerima gaji sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar per tahun.
Untuk musim 2024-2025, nominal tersebut naik menjadi 150 ribu dolar AS atau setara sekitar Rp2,4 miliar per tahun.
Kenaikan itu terjadi berkat aturan baru asosiasi bola voli Korea (KOVO) yang memungkinkan peningkatan gaji pemain Asia.
Kehidupan Pribadi dan Sosok Dio Novandra
Di balik kesuksesannya, Megawati juga memiliki kisah asmara yang menarik perhatian publik.
Sang kekasih, Dio Novandra, diketahui juga merupakan seorang atlet berprestasi di cabang olahraga renang.
Hubungan keduanya menjadi sorotan karena sama-sama berjuang membawa nama Indonesia di dunia olahraga.
Kehadiran Dio disebut menjadi salah satu sumber semangat Megawati dalam terus berprestasi di level internasional.
Megawati Hangestri kini bukan hanya menjadi kebanggaan voli Indonesia, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda yang ingin menembus panggung dunia.
Editor : Dyah Wulandari