Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Megawati Absen, Pertamina Enduro Tetap Menang Telak di Final Four Proliga 2026, Dipuji Wilda Nurfadilah hingga Disindir Yolla Yuliana

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:36 WIB
Megawati absen saat Pertamina Enduro menang telak di Final Four Proliga 2026, tuai pujian hingga sindiran rival (Pinterest).
Megawati absen saat Pertamina Enduro menang telak di Final Four Proliga 2026, tuai pujian hingga sindiran rival (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK- Megawati absen saat Pertamina Enduro menang telak di Final Four Proliga 2026 menjadi sorotan besar publik voli nasional. Meski tanpa sang bintang utama, Jakarta Pertamina Enduro justru tampil dominan saat menghadapi Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di GOR Jatidiri, Semarang.

Megawati absen saat Pertamina Enduro menang telak di Final Four Proliga 2026 menjadi bukti bahwa kekuatan tim tidak hanya bergantung pada satu pemain. Tim asuhan pelatih berhasil menunjukkan kedalaman skuad yang solid dengan menurunkan pemain lapis kedua.

Megawati absen saat Pertamina Enduro menang telak di Final Four Proliga 2026 juga memicu beragam reaksi. Mulai dari pujian pevoli senior hingga kritik tajam dari rival yang mempertanyakan kualitas kemenangan tersebut.

Baca Juga: Victor Wembanyama Menggila di Game 1, Spurs Bungkam Timberwolves Lewat Hujan Blok dan Tripoin

Tetap Dominan Tanpa Megawati

Dalam laga penutup Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro tampil impresif sejak awal pertandingan. Mereka menerapkan tempo cepat dan permainan agresif yang membuat Gresik Petrokimia kesulitan mengembangkan permainan.

Meski tidak diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi, tim tetap mampu menjaga ritme permainan. Serangan variatif dan pertahanan disiplin menjadi kunci kemenangan telak yang diraih.

Penampilan para pemain pelapis justru mencuri perhatian. Mereka tampil percaya diri, seolah ingin membuktikan bahwa kualitas tim tidak hanya bertumpu pada satu atau dua nama besar.

Pujian Wilda Nurfadilah

Kemenangan tersebut mendapat apresiasi dari pevoli senior Indonesia, Wilda Nurfadilah. Ia mengaku kagum dengan performa Jakarta Pertamina Enduro yang tetap solid meski tanpa pemain utama.

Menurut Wilda, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa tim memiliki sistem permainan yang matang. Ia juga menyoroti peran Megawati dan Irina Voronkova dalam membangun fondasi tim.

Wilda menilai, meskipun tidak bermain penuh, pengaruh Megawati tetap terasa di lapangan. Kepemimpinan dan pengalaman yang dimiliki mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain lain.

Ia bahkan menyebut Jakarta Pertamina Enduro sebagai kandidat kuat juara Proliga 2026, melihat performa konsisten yang ditunjukkan sepanjang Final Four.

Baca Juga: Victor Wembanyama Menggila di Game 1, Spurs Bungkam Timberwolves Lewat Hujan Blok dan Tripoin

Sindiran Tajam Yolla Yuliana

Di tengah pujian yang mengalir, muncul kritik dari rival lama Megawati, Yolla Yuliana. Ia secara terbuka menyebut kemenangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan tim.

Menurut Yolla, pertandingan tidak ideal karena kedua tim tidak menurunkan kekuatan penuh. Ia menilai hasil tersebut lebih dipengaruhi faktor keberuntungan dibanding kualitas permainan.

Yolla juga menyebut performa Megawati sudah tidak sekuat saat berkarier di luar negeri. Bahkan, ia mengklaim kualitas dirinya masih berada di atas Megawati.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar voli. Sebagian menganggapnya sebagai kritik wajar, sementara yang lain menilai sebagai sindiran berlebihan.

Respons dari Mantan Pelatih

Di sisi lain, mantan pelatih Megawati di Korea Selatan turut memberikan tanggapan. Ia menilai performa Megawati tetap berada di level tertinggi dan tidak bisa diukur hanya dari satu pertandingan.

Menurutnya, dalam olahraga profesional, performa di lapangan menjadi ukuran utama, bukan opini. Ia juga mengungkap bahwa Megawati memiliki disiplin tinggi dalam latihan yang menjadi kunci konsistensinya.

Pelatih tersebut menegaskan bahwa Megawati bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga pekerja keras yang selalu berusaha meningkatkan kualitas permainan.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan 3 Orang, Pakar Khawatir Virus Mematikan Ini Bisa Picu Ancaman Baru

Klarifikasi: Konten Bersifat Fiktif

Di tengah ramainya narasi yang beredar, penting untuk dicatat bahwa sebagian pernyataan dalam cerita ini bersifat imajinatif atau tidak terverifikasi. Informasi tersebut dibuat sebagai bentuk konten hiburan sekaligus edukasi.

Publik diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berasal dari media sosial dan platform video.

Menuju Grand Final

Terlepas dari kontroversi, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Jakarta Pertamina Enduro menuju grand final Proliga 2026. Dengan kedalaman skuad yang kuat dan performa stabil, peluang meraih gelar juara semakin terbuka.

Kini perhatian tertuju pada bagaimana tim mempertahankan momentum. Apakah mereka mampu menjawab kritik dengan prestasi di partai puncak, atau justru tekanan akan menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: 5 HP Samsung Galaxy A Turun Harga Terdalam 2026, Galaxy A56 hingga A06 5G Kini Makin Murah!

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Final Four Proliga #Pertamina Enduro #Megawati absen #yolla yuliana #proliga 2026