JAKARTA - Adhyaksa FC resmi mencuri perhatian pecinta sepak bola nasional setelah memastikan promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia musim 2026-2027. Klub yang sukses menembus BRI Super League itu kini langsung bergerak agresif membangun skuad kompetitif demi bersaing dengan tim-tim besar lainnya.
Keberhasilan Adhyaksa FC promosi didapat usai menaklukkan Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0 pada babak playoff Pegadaian Liga 2. Kemenangan tersebut menjadi sejarah penting bagi klub yang kini mulai dikaitkan dengan sejumlah nama besar di bursa transfer.
Tak hanya mempertahankan kerangka tim utama, Adhyaksa FC juga disebut tengah membidik beberapa pemain bintang seperti Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen hingga Ramadhan Sananta. Rumor transfer ini membuat kekuatan tim promosi tersebut mulai diperhitungkan jelang musim baru.
Adhyaksa FC Siapkan Skuad Kompetitif
Di posisi penjaga gawang, Adhyaksa FC memiliki beberapa nama yang cukup berpengalaman. Dias Priambodo menjadi salah satu andalan utama dengan kontrak hingga Mei 2027. Kiper 26 tahun itu memiliki nilai pasar mencapai Rp869 juta.
Selain Dias, ada Cipri Wibowo dan Shiril Azhar yang turut memperkuat sektor penjaga gawang. Nama lain seperti Bupon Sugandi dan Bintang Marwah juga melengkapi kedalaman skuad.
Masuk ke lini pertahanan, Adhyaksa FC diperkuat sejumlah pemain lokal berpengalaman seperti Ardi Ramdani dan Arif Satria. Kehadiran Arif Satria yang baru bergabung pada Januari 2026 diharapkan mampu menambah ketenangan lini belakang tim.
Tak hanya itu, klub juga memiliki pemain muda potensial seperti Harley Cahya dan Rajana Akbar. Sementara bek senior Hashim Kipuw yang sudah berusia 37 tahun tetap dipercaya menjadi sosok pemimpin di ruang ganti.
Untuk sektor bek sayap, Rangga Widiansyah menjadi salah satu nama yang diproyeksikan tampil reguler musim depan.
Lini Tengah Diisi Kombinasi Senior dan Pemain Muda
Di sektor gelandang, Adhyaksa FC memiliki komposisi pemain yang cukup menarik. Nama Galuh dan Syafa Abdillah diplot sebagai gelandang bertahan yang siap menjaga keseimbangan permainan.
Sementara itu, Bagaskara dan Roy Sandy menjadi opsi di lini tengah. Kombinasi tenaga muda dan pengalaman diharapkan mampu membuat permainan Adhyaksa lebih kompetitif saat menghadapi klub-klub besar Super League.
Salah satu nama paling mencuri perhatian tentu Makan Konate. Gelandang asal Mali tersebut masih dipercaya menjadi motor serangan tim meski usianya sudah menginjak 34 tahun.
Pengalaman Konate di sepak bola Indonesia dinilai bakal sangat penting untuk membantu Adhyaksa FC beradaptasi di kasta tertinggi.
Miftahul Hamdi dan Ils Silva Jadi Andalan Depan
Di sektor penyerangan, Adhyaksa FC punya sejumlah pemain berbahaya. Miftahul Hamdi menjadi salah satu rekrutan yang paling disorot setelah resmi bergabung pada Januari 2026.
Pemain berusia 30 tahun itu memiliki pengalaman panjang di Liga Indonesia dan diharapkan mampu menjadi pembeda di sisi sayap.
Selain Hamdi, ada Ils Silva, striker asal Portugal yang punya nilai pasar mencapai Rp3,04 miliar. Penyerang berusia 28 tahun itu diplot menjadi mesin gol utama tim musim depan.
Nama lain seperti Ramiro Pergonzi, Kapli Arianto, Rapi Angga, hingga Januari Eka juga akan bersaing memperebutkan tempat utama di lini depan.
Bidik Marselino Ferdinan hingga Ragnar Oratmangoen
Meski sudah memiliki skuad yang cukup solid, Adhyaksa FC ternyata belum berhenti berburu pemain anyar. Klub tersebut dikabarkan tengah mencoba mendatangkan striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, yang saat ini bermain di luar negeri.
Tak hanya Sananta, Adhyaksa FC juga disebut membidik Marselino Ferdinan dari klub Slovakia, AS Trencin. Gelandang muda Timnas Indonesia itu dianggap cocok menjadi kreator serangan di lini tengah.
Rumor paling mengejutkan datang dari nama Ragnar Oratmangoen. Winger Timnas Indonesia yang bermain di Belgia tersebut disebut masuk radar transfer Adhyaksa FC untuk musim depan.
Selain pemain lokal dan naturalisasi, Adhyaksa FC juga dikaitkan dengan bek asal Spanyol Alberto Rodriguez serta kiper Belgia Simon Mignolet.
Jika beberapa transfer tersebut berhasil diwujudkan, Adhyaksa FC berpotensi menjadi kuda hitam yang merepotkan di Super League 2026-2027. Klub promosi ini tampaknya tidak ingin sekadar numpang lewat, tetapi siap memberi kejutan besar di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Editor : Novica Satya Nadianti