JAKARTA - FIFA ASEAN Cup 2026 kembali menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara setelah muncul sejumlah keputusan mengejutkan yang melibatkan Timnas Indonesia. Turnamen anyar bentukan FIFA ini disebut akan menjadi ajang paling bergengsi di regional karena melibatkan 11 negara ASEAN serta masuk dalam kalender resmi FIFA.
FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menghadirkan format baru, tetapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia yang dikabarkan akan menjadi tuan rumah Divisi 1. Status ini membuat skuad Garuda berpotensi tampil dengan kekuatan penuh, termasuk pemain diaspora yang berkarier di Eropa.
Di sisi lain, dinamika internal Timnas Indonesia juga ikut mencuri perhatian publik. Mulai dari penunjukan Shin Tae-yong sebagai penasihat teknis Timnas F7 hingga keputusan pelatih John Hartman yang tidak memanggil sejumlah pemain senior seperti Teja Paku Alam. Semua isu ini menambah panas persiapan menuju turnamen besar tersebut.
Indonesia Tuan Rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026
Kabar paling mengejutkan datang dari penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini disebut akan dibagi dalam beberapa divisi dengan level kompetisi berbeda, di mana Divisi 1 dihuni oleh negara-negara dengan peringkat FIFA tertinggi di kawasan ASEAN.
Indonesia, Thailand, Vietnam, hingga Singapura diprediksi akan menjadi kontestan utama. Status tuan rumah memberikan keuntungan besar bagi Indonesia, terutama dalam hal dukungan suporter dan jadwal pertandingan yang lebih menguntungkan.
Selain itu, karena turnamen ini masuk dalam kalender resmi FIFA, setiap klub wajib melepas pemainnya. Hal ini membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk menurunkan skuad terbaik yang berisi pemain abroad seperti Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Ole Romeny.
Shin Tae-yong Jadi Penasihat Teknis Timnas F7
Di luar Timnas senior, publik juga menyoroti langkah Shin Tae-yong yang kini dipercaya menjadi penasihat teknis Timnas F7 Indonesia. Meski berada di level yang berbeda, kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu dianggap membawa standar baru dalam pengembangan pemain.
Shin Tae-yong menegaskan bahwa fokus utama pembinaan adalah peningkatan fisik dan mental pemain muda. Ia menilai talenta Indonesia sudah cukup baik secara individu, namun masih membutuhkan disiplin dan konsistensi untuk bersaing di level internasional.
Peran ini dinilai sebagai bagian dari proyek jangka panjang dalam memperkuat fondasi sepak bola Indonesia di semua level, termasuk untuk mendukung kompetisi seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
Alasan John Hartman Tak Panggil Teja Paku Alam
Sementara itu, keputusan pelatih John Hartman yang tidak memanggil Teja Paku Alam ke dalam skuad memicu perdebatan. Hartman disebut telah mengunci posisi penjaga gawang dengan nama-nama seperti Emil Audero, Martin Paes, hingga Nadeo Argawinata.
Hartman dikabarkan tengah menjalankan proyek regenerasi jangka panjang. Ia lebih memilih kiper muda seperti Cahya Supriadi dan Ernando Ari untuk disiapkan menuju target besar seperti kualifikasi Piala Dunia 2030.
Faktor usia juga menjadi pertimbangan utama. Teja yang kini berusia 32 tahun dianggap tidak masuk dalam proyek jangka panjang, meskipun performanya di level klub masih cukup stabil.
Dampak Besar Menuju FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan berbagai perubahan ini, FIFA ASEAN Cup 2026 diprediksi akan menjadi momentum penting bagi Indonesia. Kombinasi status tuan rumah, skuad full pemain abroad, serta proyek regenerasi pelatih membuat Timnas Garuda berada dalam fase transisi besar.
Jika mampu memaksimalkan peluang, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara. Namun, tantangan tetap besar karena persaingan dengan negara seperti Thailand, Vietnam, dan Jepang tidak akan mudah.
Editor : Divka Vance Yandriana