Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Geger FIFA ASEAN Cup 2026! Indonesia Jadi Tuan Rumah Divisi 1, Shin Tae-yong Jadi Penasihat, dan Keputusan John Hartman Tak Panggil Teja Paku Alam Picu Pro-Kontra

Divka Vance Yandriana • Rabu, 13 Mei 2026 | 19:51 WIB
FIFA ASEAN Cup 2026 jadi sorotan: Indonesia tuan rumah Divisi 1, Shin Tae-yong penasihat, Hartman tak panggil Teja.
FIFA ASEAN Cup 2026 jadi sorotan: Indonesia tuan rumah Divisi 1, Shin Tae-yong penasihat, Hartman tak panggil Teja.

JAKARTA - FIFA ASEAN Cup 2026 kembali menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara setelah muncul sejumlah keputusan mengejutkan yang melibatkan Timnas Indonesia. Turnamen anyar bentukan FIFA ini disebut akan menjadi ajang paling bergengsi di regional karena melibatkan 11 negara ASEAN serta masuk dalam kalender resmi FIFA.

FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menghadirkan format baru, tetapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia yang dikabarkan akan menjadi tuan rumah Divisi 1. Status ini membuat skuad Garuda berpotensi tampil dengan kekuatan penuh, termasuk pemain diaspora yang berkarier di Eropa.

Di sisi lain, dinamika internal Timnas Indonesia juga ikut mencuri perhatian publik. Mulai dari penunjukan Shin Tae-yong sebagai penasihat teknis Timnas F7 hingga keputusan pelatih John Hartman yang tidak memanggil sejumlah pemain senior seperti Teja Paku Alam. Semua isu ini menambah panas persiapan menuju turnamen besar tersebut.

Baca Juga: Jalur Panggul ke Trenggalek via Dongko Jadi Favorit Pemudik, Touring Santai Sambil Cari Durian Bikin Perantau Auto Rindu Pulang


Indonesia Tuan Rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026

Kabar paling mengejutkan datang dari penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini disebut akan dibagi dalam beberapa divisi dengan level kompetisi berbeda, di mana Divisi 1 dihuni oleh negara-negara dengan peringkat FIFA tertinggi di kawasan ASEAN.

Indonesia, Thailand, Vietnam, hingga Singapura diprediksi akan menjadi kontestan utama. Status tuan rumah memberikan keuntungan besar bagi Indonesia, terutama dalam hal dukungan suporter dan jadwal pertandingan yang lebih menguntungkan.

Selain itu, karena turnamen ini masuk dalam kalender resmi FIFA, setiap klub wajib melepas pemainnya. Hal ini membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk menurunkan skuad terbaik yang berisi pemain abroad seperti Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Ole Romeny.

Baca Juga: 7 HP PUBG Termurah 2025 Bikin Kaget! RAM 8 GB, Performa Ngebut, Harga Mulai Rp1 Jutaan, Ini Daftarnya


Shin Tae-yong Jadi Penasihat Teknis Timnas F7

Di luar Timnas senior, publik juga menyoroti langkah Shin Tae-yong yang kini dipercaya menjadi penasihat teknis Timnas F7 Indonesia. Meski berada di level yang berbeda, kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu dianggap membawa standar baru dalam pengembangan pemain.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa fokus utama pembinaan adalah peningkatan fisik dan mental pemain muda. Ia menilai talenta Indonesia sudah cukup baik secara individu, namun masih membutuhkan disiplin dan konsistensi untuk bersaing di level internasional.

Peran ini dinilai sebagai bagian dari proyek jangka panjang dalam memperkuat fondasi sepak bola Indonesia di semua level, termasuk untuk mendukung kompetisi seperti FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga: 7 HP Baterai 7000 mAh Murah Terbaik 2026, Ada Oppo A6 Pro hingga Redmi 15, Dipakai Gaming dan Streaming Seharian Tetap Awet


Alasan John Hartman Tak Panggil Teja Paku Alam

Sementara itu, keputusan pelatih John Hartman yang tidak memanggil Teja Paku Alam ke dalam skuad memicu perdebatan. Hartman disebut telah mengunci posisi penjaga gawang dengan nama-nama seperti Emil Audero, Martin Paes, hingga Nadeo Argawinata.

Hartman dikabarkan tengah menjalankan proyek regenerasi jangka panjang. Ia lebih memilih kiper muda seperti Cahya Supriadi dan Ernando Ari untuk disiapkan menuju target besar seperti kualifikasi Piala Dunia 2030.

Faktor usia juga menjadi pertimbangan utama. Teja yang kini berusia 32 tahun dianggap tidak masuk dalam proyek jangka panjang, meskipun performanya di level klub masih cukup stabil.


Dampak Besar Menuju FIFA ASEAN Cup 2026

Dengan berbagai perubahan ini, FIFA ASEAN Cup 2026 diprediksi akan menjadi momentum penting bagi Indonesia. Kombinasi status tuan rumah, skuad full pemain abroad, serta proyek regenerasi pelatih membuat Timnas Garuda berada dalam fase transisi besar.

Jika mampu memaksimalkan peluang, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara. Namun, tantangan tetap besar karena persaingan dengan negara seperti Thailand, Vietnam, dan Jepang tidak akan mudah.

Editor : Divka Vance Yandriana
#FIFA ASEAN Cup 2026 #FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia #Timnas Indonesia