Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Como 1907 Ukir Sejarah Gila! Klub Milik Pengusaha Indonesia Ini Resmi Tembus Liga Champions Usai Bangkit dari Kebangkrutan

Vicky Permana Saputra • Jumat, 22 Mei 2026 | 18:51 WIB
Como 1907 resmi tembus Liga Champions! Klub milik pengusaha Indonesia ini ukir sejarah gila di Italia usai bangkit dari bangkrut & samai rekor Torino.(Pinterest)
Como 1907 resmi tembus Liga Champions! Klub milik pengusaha Indonesia ini ukir sejarah gila di Italia usai bangkit dari bangkrut & samai rekor Torino.(Pinterest)

JAKARTA - Como 1907 resmi mencatatkan sejarah baru di sepak bola Italia setelah memastikan diri tampil di kompetisi Eropa musim depan. Klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia dari Grup Djarum ini berhasil mengamankan tiket Liga Champions, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim yang baru saja promosi dari kasta bawah.

Keberhasilan ini menjadi pembicaraan hangat di seluruh Eropa karena transformasi kilat yang ditunjukkan klub berjuluk I Lariani tersebut. Hanya dalam waktu singkat setelah dinyatakan bangkrut beberapa tahun lalu, Komo 1907 kini sejajar dengan raksasa-raksasa benua biru. Kepastian ini diraih berkat konsistensi performa mereka di papan atas Serie A musim ini.

Pencapaian Como 1907 bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari proyek ambisius yang dikelola secara profesional. Dengan visi yang jelas dan strategi yang matang, klub dari pinggir Danau Como ini berhasil membuktikan bahwa manajemen yang sehat adalah kunci utama kesuksesan di lapangan hijau.

Baca Juga: Tak Reaktivasi BPJS PBI JK, Masyarakat Harus Pengusulan Ulang

Penantian Seabad Menuju Panggung Eropa

Dalam sejarah Como 1907 yang telah berdiri sejak awal abad ke-20, klub ini lebih sering dikenal sebagai tim "yoyo" yang naik-turun kasta. Selama lebih dari 100 tahun, pendukung setia di Stadion Giuseppe Sinigaglia hanya bisa memimpikan tim kesayangan mereka bertanding di level internasional. Musim depan, mimpi tersebut resmi menjadi kenyataan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub berdiri.

Transformasi identitas dari klub lokal menjadi entitas global ini menghapus stigma bahwa Komo hanyalah tim pelengkap di kasta tertinggi sepak bola Italia. Dengan finis di zona Eropa, para suporter kini bersiap menjamu klub-klub elit dunia seperti Real Madrid, Bayern Munchen, atau Paris Saint-Germain. Stadion ikonik di pinggir danau yang tenang itu akan menjadi saksi bisu berkumandangnya lagu kebangsaan Liga Champions untuk pertama kalinya.

Pecahkan Rekor Langka Menyamai Legenda Torino

Keberhasilan Como 1907 meraih tiket kompetisi Eropa hanya pada musim kedua setelah promosi adalah sebuah anomali yang sangat langka di Italia. Catatan fantastis ini menjadikan mereka klub kedua dalam sejarah sepak bola Italia yang mampu melakukannya, menyamai rekor yang sebelumnya hanya pernah diukir oleh klub legendaris Torino. Di liga yang terkenal sangat taktis dan sulit bagi pendatang baru, capaian ini dianggap sebagai prestasi yang luar biasa.

Baca Juga: Dokter Spesialis Haji, Datangkan dari Kediri Agar Layanan Tetap Berjalan

"Ada beberapa rahasia di balik rekor ini, termasuk perekrutan cerdas yang mengombinasikan pemain berpengalaman seperti Alvaro Morata dengan talenta muda yang lapar gelar," ungkap narasi dalam ulasan prestasi klub tersebut. Stabilitas finansial dari pemilik Indonesia juga memberikan ketenangan bagi staf pelatih dan pemain, sehingga mereka bisa fokus sepenuhnya pada performa di lapangan tanpa terganggu masalah internal atau keterlambatan gaji.

Tangan Dingin Cesc Fabregas dan Mentalitas Juara

Faktor kunci lain di balik meledaknya performa Como 1907 adalah peran Cesc Fabregas di kursi kepelatihan. Mantan bintang Arsenal dan Barcelona tersebut membawa mentalitas juara yang mengubah cara bermain tim. Di bawah asuhan Fabregas, Komo tidak lagi bermain defensif layaknya tim promosi tradisional, melainkan tampil progresif, berani memegang penguasaan bola, dan aktif menyerang lawan siapa pun.

Filosofi permainan yang modern ini terbukti efektif menjebol dominasi tim-tim mapan di Serie A. Keberhasilan ini mengirimkan pesan kuat ke dunia sepak bola bahwa proyek yang dibangun dengan kesabaran, data, dan visi yang jelas akan membuahkan hasil manis. Bagi pencinta sepak bola di Indonesia, kesuksesan Komo memiliki ikatan emosional tersendiri, membuktikan bahwa tangan dingin manajemen tanah air mampu membawa klub pinggiran Italia menuju puncak kejayaan Eropa.

Baca Juga: Majapahit Kingdom History: The Rise of a Powerful Maritime Empire in Southeast Asia

Penutup Keberhasilan Como 1907 mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan adalah bukti nyata bahwa dongeng dalam sepak bola itu masih ada. Dari klub yang hampir hilang karena bangkrut, mereka kini bersiap duduk di kursi VIP sepak bola Eropa. Musim depan, pemandangan di Danau Como tidak akan lagi sama; ribuan pendukung dari seluruh penjuru Eropa akan datang menyaksikan sejarah baru yang ditulis oleh klub milik orang Indonesia ini.

Editor : Vicky Permana Saputra
#Cesc Fabregas #Serie A Italia #Grup Djarum #liga champions #Como 1907