Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Efek Gila Megawati Hangestri di Korea Selatan: Selamatkan Klub dari Kebangkrutan hingga Jadi Rebutan Hak Siar Tiga Negara!

Vicky Permana Saputra • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:22 WIB
Megawati Hangestri ubah wajah voli Korea! Simak efek Megatron yang selamatkan klub dari bangkrut hingga rebutan hak siar 3 negara & gaji Rp2,9 Miliar.(Pinterest)
Megawati Hangestri ubah wajah voli Korea! Simak efek Megatron yang selamatkan klub dari bangkrut hingga rebutan hak siar 3 negara & gaji Rp2,9 Miliar.(Pinterest)

JAKARTA - Kedatangan bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, ke klub barunya, Hyundai Hillstate, memicu dampak ekonomi dan popularitas yang luar biasa bagi liga voli Korea Selatan (V-League). Fenomena "Mega Effect" ini bahkan berhasil menyelamatkan satu klub dari kebangkrutan dan memicu perang hak siar di tiga negara sekaligus.

Belum juga mencatatkan debut resminya di musim 2026-2027, sosok yang dijuluki Megatron ini telah mengubah wajah industri voli Negeri Ginseng. Stasiun televisi internasional kini saling berebut untuk menayangkan aksi spike keras sang pemain. Tak hanya itu, nilai kontrak fantastis yang diterima Megawati menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di liga, yang sekaligus menarik minat sponsor-sponsor raksasa untuk mengantri di markas Hyundai Hillstate.

Penyelamatan AI Peppers dan Kebangkitan Traffic V-League

Salah satu dampak paling dramatis dari kembalinya Megawati ke Korea adalah batalnya pembubaran klub AI Peppers. Klub asal Gwangju ini sebelumnya diisukan akan mundur dari liga karena masalah krisis keuangan yang hebat. Namun, proyeksi kenaikan traffic dan popularitas liga berkat kembalinya Megawati membuat investor baru, yakni platform siaran internet SOOP (dahulu AfreecaTV), berani mengambil alih kepemilikan klub tersebut.

Baca Juga: Jalan JLS Berlubang, Rusak Kenyamanan

Federasi Voli Korea (KOVO) secara resmi mengonfirmasi akuisisi ini, yang memastikan liga tetap diikuti oleh tujuh tim. Media-media besar Korea Selatan seperti Naver dan YNA News menyebut Megawati sebagai mesin pencetak traffic terbesar dalam sejarah voli Korea. Fakta ini didukung oleh data KOVO yang menunjukkan bahwa peringkat popularitas V-League sempat merosot ke posisi 34 dunia saat Megawati absen, bahkan sempat disalip oleh Liga Voli Vietnam yang berada di peringkat 32.

Hak Siar Global dan Kontrak Fantastis Rp2,9 Miliar

Daya tarik Megawati sebagai "GOAT" (Greatest of All Time) baru di Asia membuat stasiun televisi dari tiga negara berbeda saling bertarung memperebutkan hak siar resmi. Di Korea Selatan, pemegang hak siar seperti KBSN Sport dan JOINS Sport mulai menyiapkan skema distribusi siaran digital melalui Naver Sport untuk mengantisipasi lonjakan penonton. Di Indonesia, hak siar eksklusif masih dipegang oleh Vision Plus yang menyasar jutaan penggemar setia Megatron.

Dampak komersial ini berbanding lurus dengan apresiasi klub terhadap sang pemain. Megawati Hangestri dikabarkan menerima gaji fantastis sebesar USD 170.000 atau sekitar Rp2,9 miliar per musim. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi untuk kategori kuota Asia. Tingginya nilai kontrak ini dianggap sepadan dengan "berkah" sponsor yang kini membanjiri Hyundai Hillstate. Perusahaan-perusahaan besar Korea dilaporkan berebut agar logo mereka terpampang di jersey yang akan dikenakan oleh atlet asal Jember tersebut.

Baca Juga: Dokter Spesialis Haji, Datangkan dari Kediri Agar Layanan Tetap Berjalan

Terbentuknya 'Duet Medan' dan Tantangan Rivalitas Baru

Dari sisi teknis, pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, secara sengaja mendatangkan pemain asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, untuk menjadi tandem sepadan bagi Megawati. Duet ini sudah dijuluki oleh para penggemar sebagai "Duet Medan" (Megawati-Jordan). Strategi ini diambil untuk memaksimalkan peran Megawati sebagai full attacker. "Saya memilih pemain yang memiliki kemampuan receive baik (Jordan) untuk memaksimalkan kemampuan Megawati. Saya yakin chemistry mereka akan luar biasa," ujar Kang Sung-hyung seperti dikutip dari My Daily.

Tantangan menarik juga datang dari mantan tandem Mega di Red Sparks, Vanja Bukilic, yang kini secara terbuka menantang Megatron di lapangan. Rivalitas ini diprediksi akan semakin meningkatkan tensi dan jumlah penonton liga. Dengan dukungan setter andalan Kim Da-in yang sudah tidak sabar memberikan umpan "bola geledek", Megawati kini memegang kepingan puzzle terakhir untuk membawa Hyundai Hillstate meraih tahta juara musim depan.

Penutup Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi di Korea Selatan telah melampaui batas sekadar prestasi olahraga. Ia telah menjadi simbol pertumbuhan ekonomi industri voli yang mampu menarik investasi asing dan menyelamatkan stabilitas liga. Musim 2026-2027 dipastikan akan menjadi panggung pembuktian bagi Megawati untuk menjawab ekspektasi tinggi publik Korea dan Indonesia melalui performa gahar di lapangan.

Baca Juga: Review Soundcore Aeroclip: OWS Rp1 Jutaan Rasa Flagship, Punya AI Translation dan Sound Premium Bikin Huawei FreeClip 2 Ketar-Ketir

Editor : Vicky Permana Saputra
#Hyundai Hillstate #Berita Voli Terupdate #Megatron #Liga Voli Korea #Megawati Hangestri