Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gresik Petrokimia Tumbang! Pelatih Alessandro Lodi Murka Usai Kalah Telak dari Jakarta Pertamina Enduro, Sebut Megawati Hangestri sebagai Perusak Ritme Paling Berbahaya

Vicky Permana Saputra • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:57 WIB
Alessandro Lodi murka usai Gresik Petrokimia kalah telak dari JPE di Proliga 2026. Lodi akui Megawati Hangestri perusak ritme paling berbahaya di lapangan.(Suara Merdeka Jakarta)
Alessandro Lodi murka usai Gresik Petrokimia kalah telak dari JPE di Proliga 2026. Lodi akui Megawati Hangestri perusak ritme paling berbahaya di lapangan.(Suara Merdeka Jakarta)

JAKARTA - Pelatih Gresik Petrokimia, Alessandro Lodi, secara blak-blakan mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya dipaksa menyerah kalah telak dari Jakarta Pertamina Enduro pada laga grand final putaran kedua Proliga 2026. Lodi bahkan melontarkan pujian sekaligus peringatan keras mengenai peran vital Megawati Hangestri yang dianggapnya sebagai sosok "perusak" utama pertahanan timnya.

Pertandingan yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada sore tadi pukul 16.00 WIB tersebut menjadi panggung dominasi bagi Jakarta Pertamina Enduro (JPE). Meskipun pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, JPE berhasil mengamankan poin kemenangan penting, sementara Gresik Petrokimia harus menelan pil pahit karena gagal memaksimalkan peluang emas mereka.

Alessandro Lodi Kecewa Berat dan Kritik Mental Pemain Gresik

Suasana membara di GOR Amongrogo Yogyakarta seolah menjadi saksi bisu kemarahan Alessandro Lodi usai peluit panjang dibunyikan. Pelatih asal Italia tersebut tidak bisa menyembunyikan emosinya saat menghadapi awak media. Ia menyatakan rasa kecewa yang luar biasa kepada anak asuhnya karena gagal mengunci kemenangan yang seharusnya bisa diraih sejak putaran pertama kemarin.

Baca Juga: SPMB di SMKN 1 Pogalan Tetap Sesuai Jadwal Disdik

"Saya tetap kecewa. Saya kecewa pada anak-anak saya. Sebenarnya kami seharusnya sudah bisa mengunci semuanya sejak kemarin di putaran pertama," ujar Lodi dengan nada tegas di tengah kerumunan media. Menurutnya, pertandingan ini seharusnya menjadi jawaban pembuktian bahwa Gresik Petrokimia layak berdiri sebagai juara, namun yang terjadi justru sebaliknya. Kesalahan-kesalahan elementer dan keterlambatan dalam membaca strategi lawan menjadi sorotan utama sang pelatih.

Bedah Taktik JPE: Dominasi Irina Voronkova dan Wilma Salas

Di balik kekalahan Gresik, Lodi mengakui bahwa Jakarta Pertamina Enduro memiliki komposisi tim yang sangat solid dan sulit dihentikan. Ia secara khusus menyoroti kehadiran Irina Voronkova dan Wilma Salas yang berkali-kali meruntuhkan blok pertahanan Gresik. Voronkova dipuji sebagai pemain yang komplet dengan mental baja yang tidak pernah terlihat ragu di lapangan, yang secara psikologis mengganggu konsentrasi pemain Gresik.

Selain itu, Wilma Salas dinilai memiliki pergerakan yang sangat lincah dengan pukulan yang sulit ditebak arahnya. "Blok kami berkali-kali salah membaca arah bola Salas. Itu membuat kami kehilangan banyak momen penting," tambah Lodi. Data di lapangan menunjukkan bahwa kombinasi attack JPE memang lebih tajam dibandingkan pertandingan sebelumnya, membuat Gresik Petrokimia selalu berada di bawah tekanan side out yang konstan.

Baca Juga: Mataram Kingdom History: How Ancient Java Built One of Southeast Asia’s Greatest Civilizations

Megawati Hangestri: Sang 'Perusak' dengan Kecerdasan Membaca Celah

Namun, dari semua pemain JPE, sosok Megawati Hangestri Pertiwi adalah yang paling menyita perhatian Lodi. Meskipun Megawati tidak selalu menjadi pusat serangan di setiap momen, Lodi justru menilai itulah letak bahayanya. Megawati dianggap memiliki kecerdasan taktis luar biasa dalam memilih momen yang tepat untuk menghancurkan ritme lawan.

"Kunci dari semuanya adalah opposite mereka. Dia (Megawati) adalah pemain yang merusak tim kami. Bukan hanya karena dia mencetak poin, tapi karena dia membaca permainan," tegas Lodi. Pengakuan ini mematahkan spekulasi bahwa performa Megawati sedang menurun. Lodi melihat Megawati menggunakan insting dan pengalamannya untuk mengeksploitasi celah yang bahkan tidak disadari oleh tim Gresik. Keberhasilan JPE meraih kemenangan 3-0 ini memastikan api persaingan menuju putaran ketiga semakin memanas, di mana harga diri dan pembuktian terakhir akan ditentukan.

Penutup Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi Gresik Petrokimia untuk segera berbenah sebelum putaran penentuan dimulai. Alessandro Lodi memastikan bahwa perjuangan belum selesai dan timnya akan mengevaluasi setiap detail kecil yang menyebabkan kekalahan hari ini. Di sisi lain, Jakarta Pertamina Enduro semakin mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat juara Proliga 2026 dengan performa Megawati Hangestri yang semakin matang dan sulit diprediksi.

Baca Juga: Dokter Spesialis Haji, Datangkan dari Kediri Agar Layanan Tetap Berjalan

Editor : Vicky Permana Saputra
#Gresik Petrokimia #Alessandro Lodi #jakarta pertamina enduro #Megawati Hangestri #proliga 2026