Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Persib vs Persija Makin Panas, Perbedaan Sponsor Swasta dan BUMD Bongkar Arah Bisnis Dua Klub Raksasa

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:39 WIB
Perbedaan sponsor Persib dan Persija jadi sorotan. Persib fokus sponsor swasta, sementara Persija dekat dengan BUMD DKI Jakarta.
Perbedaan sponsor Persib dan Persija jadi sorotan. Persib fokus sponsor swasta, sementara Persija dekat dengan BUMD DKI Jakarta.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali memanas, bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga perdebatan soal sumber sponsor kedua klub. Persib Bandung disebut lebih mengandalkan sponsor swasta, sementara Persija Jakarta ramai dibicarakan karena banyak didukung perusahaan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Perbedaan model bisnis ini kemudian memunculkan diskusi panjang di kalangan suporter. Banyak yang menilai arah dan tujuan klub sepak bola sangat dipengaruhi oleh pemilik serta jaringan bisnis yang berada di belakang mereka.

Persib Bandung saat ini dikelola oleh konsorsium yang dipimpin Glenn Sugita melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Sementara Persija Jakarta berada di bawah PT Persija Jaya Jakarta yang dimiliki pengusaha sekaligus tokoh sepak bola nasional, Nirwan Bakrie.

Dua sosok tersebut dinilai memiliki pendekatan bisnis berbeda yang akhirnya ikut membentuk identitas masing-masing klub.

Baca Juga: Solo Trip Lombok Viral, Healing Naik Motor dari Pantai Senggigi hingga Desa Sade Bikin Netizen Takjub

Glenn Sugita Bawa Persib Bandung Fokus ke Sponsor Swasta

Persib Bandung dikenal sebagai salah satu klub yang aktif menggandeng sponsor swasta nasional.

Di bawah kepemimpinan Glenn Sugita, Persib perlahan meninggalkan ketergantungan terhadap dana pemerintah daerah dan mulai membangun model bisnis mandiri.

Glenn Sugita sendiri merupakan co-founder Northstar Group, perusahaan investasi besar berbasis di Singapura yang bergerak di bidang private equity dan investasi jangka panjang.

Karena memiliki latar belakang dunia investasi swasta, jaringan bisnis yang dimiliki Glenn Sugita juga banyak berasal dari perusahaan non-pemerintah.

Hal itu disebut menjadi salah satu alasan mengapa Persib Bandung lebih nyaman menggunakan sponsor swasta dibanding sponsor yang berkaitan langsung dengan pemerintah.

Persib juga dikabarkan memiliki trauma terhadap model pendanaan yang terlalu bergantung pada pemerintah karena dianggap rawan kepentingan politik dan tidak stabil dalam jangka panjang.

Kini Maung Bandung mendapatkan dukungan dari sejumlah sponsor besar seperti Bank BTN, Indofood, Vivo hingga berbagai brand nasional lainnya.

Model bisnis tersebut membuat Persib Bandung dinilai lebih fokus membangun klub sebagai entitas bisnis olahraga profesional dengan target jangka panjang, termasuk rencana Initial Public Offering (IPO).

Baca Juga: Wisata Lombok Viral 2026, Pantai Tanjung Aan hingga Gili Trawangan Jadi Destinasi Favorit Traveler

Persija Jakarta Punya Kedekatan dengan Sponsor BUMD

Berbeda dengan Persib Bandung, Persija Jakarta justru dikenal dekat dengan sponsor BUMD.

Beberapa perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta seperti MRT Jakarta, PAM Jaya hingga Bank Jakarta sempat menjadi sponsor Macan Kemayoran.

Kondisi ini tidak lepas dari sejarah panjang Persija Jakarta yang sejak era perserikatan memang memiliki hubungan erat dengan pemerintah daerah.

Saat era penggunaan dana APBD masih diperbolehkan, Persija disebut sangat dekat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tokoh-tokoh politik daerah.

Kini Persija Jakarta dimiliki Nirwan Bakrie melalui PT Persija Jaya Jakarta.

Nirwan Bakrie sendiri merupakan anak dari konglomerat nasional Ahmad Bakrie dan dikenal memiliki jaringan bisnis besar yang banyak beririsan dengan proyek pemerintah.

Lini bisnis Bakrie Group meliputi sektor energi, pertambangan, infrastruktur, media hingga telekomunikasi. Sebagian besar sektor tersebut memang membutuhkan hubungan erat dengan pemerintah maupun BUMN.

Karena itu, penggunaan sponsor BUMD oleh Persija Jakarta dinilai sebagai sesuatu yang legal dan wajar dalam konteks bisnis sepak bola modern.

Rivalitas Persib dan Persija Kini Merambah ke Model Bisnis Klub

Perdebatan soal sponsor swasta dan BUMD membuat rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kini meluas hingga ke cara pengelolaan klub.

Sebagian pihak menilai Persib lebih mandiri karena mencoba membangun sistem bisnis tanpa terlalu bergantung pada pemerintah.

Namun di sisi lain, Persija juga dianggap memanfaatkan kedekatan dengan pemerintah daerah sebagai strategi bisnis yang sah dan menguntungkan kedua belah pihak.

Popularitas Persija Jakarta sebagai klub besar ibu kota disebut memberikan keuntungan politik dan citra positif bagi pemerintah daerah.

Karena itu, dukungan sponsor dari BUMD dianggap menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan antara klub dan pemerintah.

Meski begitu, baik Persib Bandung maupun Persija Jakarta tetap menjadi dua klub terbesar di Indonesia dengan basis suporter yang sangat besar.

Perbedaan pendekatan bisnis justru membuat rivalitas kedua tim semakin menarik untuk dibahas.

Di satu sisi, Persib Bandung membangun citra sebagai klub modern berbasis sponsor swasta dan investasi jangka panjang.

Sementara Persija Jakarta tetap kuat dengan jaringan politik, bisnis dan kedekatan historis dengan pemerintah ibu kota.

Persaingan keduanya kini tidak hanya terjadi di lapangan hijau, tetapi juga dalam membangun kekuatan finansial dan masa depan klub di era sepak bola modern Indonesia.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Lombok Paling Populer 2025, dari Mandalika hingga Gili Trawangan yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Editor : Cholifatun Nisak
#Glenn Sugita #Sponsor Persib #Sponsor Persija #persib bandung #persija jakarta