Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Persib Bandung Dikabarkan Diincar City Football Group, Maung Bandung Bisa Jadi ‘Saudara’ Manchester City?

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:48 WIB
Persib Bandung dikabarkan diincar City Football Group, pemilik Manchester City. Maung Bandung berpeluang masuk jaringan klub elite dunia.
Persib Bandung dikabarkan diincar City Football Group, pemilik Manchester City. Maung Bandung berpeluang masuk jaringan klub elite dunia.

TRENGGALEK NJENGGELEK- Persib Bandung dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan City Football Group (CFG), grup sepak bola global pemilik Manchester City. Jika benar terjadi, Persib berpotensi menjadi klub Indonesia pertama yang masuk jaringan klub elite dunia dan mendapat dampak besar dari sisi finansial, akademi, hingga branding internasional.

Kabar mengenai ketertarikan CFG terhadap Persib Bandung ramai dibicarakan setelah muncul laporan adanya pertemuan tertutup antara perwakilan klub berjuluk Maung Bandung dengan pihak CFG di Bangkok pada akhir Oktober lalu. Meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak, isu ini langsung memicu antusiasme besar di kalangan Bobotoh dan pecinta sepak bola nasional.

City Football Group dikenal sebagai perusahaan olahraga global yang menaungi sejumlah klub besar dunia. Selain Manchester City, mereka juga memiliki saham di Girona FC, Palermo FC, Melbourne City FC, hingga Mumbai City FC. Bila rumor ini menjadi kenyataan, Persib akan masuk ke dalam jaringan klub internasional yang memiliki pengaruh besar di industri sepak bola modern.

Profesionalisme Persib Jadi Daya Tarik City Football Group

Persib Bandung disebut memiliki sejumlah faktor yang membuat CFG tertarik. Salah satu yang paling menonjol adalah profesionalisme manajemen klub yang selama beberapa tahun terakhir dinilai stabil dan modern.

Di bawah pengelolaan PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Persib berhasil bertransformasi dari klub yang dahulu bergantung pada dana APBD menjadi entitas bisnis swasta yang lebih mandiri. Stabilitas finansial klub juga dianggap lebih baik dibanding banyak klub lain di Indonesia.

Selain itu, basis suporter Persib yang sangat besar menjadi nilai tambah tersendiri. Bobotoh tidak hanya tersebar di Jawa Barat, tetapi juga memiliki komunitas di berbagai daerah Indonesia hingga luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Jepang.

Dari sisi valuasi, Persib juga disebut sebagai salah satu klub dengan nilai pasar tertinggi di Indonesia pada 2025. Nilai pasar klub bahkan diklaim mencapai Rp96,6 miliar dan berada di atas sejumlah rival di Liga Indonesia. Faktor-faktor tersebut diyakini menjadi alasan utama mengapa CFG mulai melirik Persib sebagai calon klub satelit mereka di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Lombok Paling Populer 2025, dari Mandalika hingga Gili Trawangan yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Persib Berpotensi Dapat Suntikan Dana dan Akademi Modern

Jika proses akuisisi atau kerja sama benar-benar terjadi, Persib diprediksi memperoleh keuntungan besar dari sisi finansial dan pengembangan infrastruktur sepak bola.

CFG dikenal memiliki kekuatan modal besar dan selalu membangun fasilitas modern di klub-klub yang mereka naungi. Training ground, pusat kebugaran, hingga akademi usia muda biasanya mendapat perhatian khusus.

Akademi Persib bahkan disebut berpeluang berkembang menjadi salah satu pusat pembinaan pemain muda terbaik di Asia Tenggara. Para talenta muda Indonesia bisa mendapatkan metode latihan serupa dengan akademi Manchester City.

Skema pertukaran pemain juga berpotensi terjadi. Selama ini CFG cukup aktif memindahkan pemain antarklub dalam jaringan mereka untuk pengembangan karier dan kebutuhan kompetisi. Kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi pemain muda Persib tampil di level kompetisi yang lebih tinggi.

Bukan hanya itu, branding Persib diprediksi ikut melonjak di level internasional. Nama klub bisa semakin dikenal di pasar Asia hingga Eropa melalui jaringan global milik CFG. Situasi ini berpotensi mendatangkan sponsor kelas dunia dan meningkatkan nilai komersial klub secara signifikan.

Liga Indonesia Disebut Bisa Ikut Kecipratan Untung

Masuknya Persib Bandung ke jaringan City Football Group diyakini tidak hanya menguntungkan klub, tetapi juga berdampak terhadap citra Liga Indonesia secara keseluruhan.

Kehadiran investor global seperti CFG berpotensi membuka pintu investasi asing ke kompetisi domestik. Klub-klub Indonesia lain bisa ikut terdorong memperbaiki manajemen dan infrastruktur agar lebih profesional demi menarik minat investor serupa.

Eksposur internasional Liga Indonesia juga diperkirakan meningkat. Jika Persib resmi bergabung dengan CFG, perhatian media luar negeri terhadap kompetisi nasional bisa bertambah besar. Bukan tidak mungkin pertandingan Liga Indonesia nantinya semakin sering mendapat sorotan platform internasional maupun televisi global.

Selain itu, peluang klub-klub Eropa menggelar laga pramusim di Indonesia juga bisa terbuka lebih lebar. Persib bahkan berpotensi menjalani laga uji coba melawan sesama klub anggota CFG dari berbagai negara.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian resmi mengenai bentuk kerja sama maupun komposisi saham yang akan dimiliki CFG di Persib Bandung. Dalam beberapa kasus sebelumnya, CFG tidak selalu mengambil alih mayoritas saham klub satelit mereka.

Jika mengacu pada model kepemilikan di klub lain, sosok seperti Glenn Sugita kemungkinan masih tetap memiliki peran dalam struktur kepemilikan Persib. Namun rumor ini sudah cukup membuat publik sepak bola Indonesia ramai membahas peluang besar Maung Bandung menembus panggung sepak bola global.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Lombok Terbaik 2025, dari Gili Trawangan hingga Gunung Rinjani yang Wajib Masuk Bucket List

Editor : Cholifatun Nisak
#Glenn Sugita #City Football Group #Akuisisi Persib #persib bandung #manchester city