TRENGGALEK NJENGGELEK- Persib Bandung kembali menjadi sorotan setelah berpeluang mendapatkan bonus besar dari FIFA berkat pemanggilan Frans Putros ke Piala Dunia 2026. Di saat yang sama, dominasi Persib di Super League 2025-2026 membuat masa depan pelatih Bojan Hodak mulai diburu klub-klub besar Asia Tenggara.
Kabar tersebut muncul ketika Persib hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan gelar juara liga ketiga secara beruntun. Situasi ini membuat Maung Bandung disebut sebagai klub paling dominan di era modern sepak bola Indonesia.
Selain berpeluang mencetak sejarah, Persib juga dipastikan mendapat keuntungan finansial besar apabila Frans Putros resmi masuk skuad akhir Irak untuk tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bonus FIFA Bisa Jadi Suntikan Dana Besar untuk Persib Bandung
FIFA sebelumnya telah mengumumkan program Club Benefits Programme, yakni dana kompensasi untuk klub yang pemainnya tampil di Piala Dunia. Untuk edisi 2026, FIFA disebut menyiapkan total dana hingga USD355 juta atau setara lebih dari Rp6 triliun untuk dibagikan kepada klub di seluruh dunia.
Jika Frans Putros masuk daftar final Irak, maka Persib berpotensi menerima miliaran rupiah dari FIFA. Nominal tersebut menjadi kabar besar bagi Bobotoh karena dapat memperkuat finansial klub untuk musim berikutnya.
Frans Putros sendiri menjadi salah satu pemain aktif Liga Indonesia yang berpeluang tampil di panggung Piala Dunia. Bek berusia 32 tahun itu sukses membantu Irak lolos ke putaran final setelah melewati babak playoff dramatis.
“Dukungan Bobotoh membuat pencapaian ini terasa spesial,” ujar Putros dalam pernyataannya yang ramai dikutip publik sepak bola nasional.
Bagi Persib, keuntungan bukan hanya soal dana segar. Kehadiran pemain Piala Dunia di skuad Maung Bandung juga memperkuat citra klub di level internasional. Situasi tersebut dianggap sebagai bukti bahwa kualitas Super League mulai mendapat perhatian lebih luas di Asia.
Persib Bandung Dinilai Jadi Standar Baru Klub Profesional Indonesia
Dominasi Persib musim ini dinilai bukan sekadar faktor keberuntungan. Klub kebanggaan Jawa Barat tersebut dianggap memiliki fondasi manajemen paling stabil dibanding mayoritas klub lain di Indonesia.
Persib kini memimpin klasemen dengan koleksi 78 poin dan unggul atas pesaing terdekat mereka. Penampilan konsisten sepanjang musim membuat banyak pengamat menyebut Persib terlalu dominan untuk dihentikan.
Pengamat sepak bola nasional Aris Budi Sulistio menilai Persib layak menjadi contoh pengelolaan klub profesional di Indonesia. Menurutnya, kekuatan Maung Bandung tidak hanya berada pada kualitas pemain, tetapi juga kestabilan finansial dan harmonisasi internal tim.
Musim ini Persib diperkuat sejumlah pemain top seperti Eliano Reijnders, Frans Putros, hingga Layvin Kurzawa. Kehadiran nama-nama besar tersebut menunjukkan kemampuan finansial klub yang semakin kuat.
Selain itu, Persib juga minim isu keterlambatan gaji pemain. Faktor tersebut disebut membuat ruang ganti tetap harmonis sehingga performa tim stabil sepanjang musim.
Tak hanya itu, kemenangan dramatis 2-1 atas PSM Makassar lewat gol menit 90+7 dari Julio Cesar juga dianggap sebagai salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Persib menuju gelar juara.
Gol sundulan Julio Cesar di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare membuat Persib semakin dekat dengan trofi. Banyak Bobotoh menilai gol tersebut bakal dikenang sebagai salah satu momen ikonik dalam sejarah modern klub.
Bojan Hodak Jadi Rebutan Klub Asia Tenggara
Di tengah performa luar biasa Persib, masa depan Bojan Hodak justru mulai menjadi perhatian publik. Kontrak pelatih asal Kroasia itu belum menemui kepastian meski manajemen Persib disebut sudah menawarkan perpanjangan kerja sama.
Situasi tersebut langsung memunculkan spekulasi soal ketertarikan klub-klub Asia Tenggara. Dari Malaysia, Kuala Lumpur City FC disebut menjadi salah satu kandidat terkuat untuk merekrut Bojan Hodak.
Nama BG Pathum United juga dikabarkan ikut memantau situasi sang pelatih. Selain itu, beberapa klub lain seperti Selangor FC hingga Hanoi FC turut dikaitkan dengan Bojan.
Sejak datang ke Persib pada 2023 menggantikan Luis Milla, Bojan sukses mengubah Maung Bandung menjadi tim paling dominan di Indonesia. Ia bahkan berpeluang mempersembahkan gelar liga ketiga secara beruntun musim ini.
Keberhasilan tersebut membuat reputasi Bojan semakin tinggi di Asia Tenggara. Pengalamannya bersama klub-klub seperti Johor Darul Ta’zim dan Kuala Lumpur City FC menjadi alasan banyak tim tertarik merekrutnya.
Kini perhatian Bobotoh tertuju pada keputusan akhir sang pelatih. Jika mampu mempertahankan Bojan Hodak sekaligus menjaga stabilitas finansial klub, Persib dinilai berpotensi terus merajai Liga Indonesia dalam beberapa musim mendatang.
Editor : Cholifatun Nisak