TRENGGALEK NJENGGELEK- Sejarah Persib Bandung sebagai pendiri PSSI kembali menjadi perdebatan publik setelah banyak suporter mempertanyakan bagaimana klub berjuluk Maung Bandung itu bisa masuk daftar tujuh pendiri PSSI meski Persib baru resmi berdiri pada 14 Maret 1933. Fakta inilah yang akhirnya mengungkap hubungan erat Persib dengan klub bernama BIVB yang lebih dulu hadir sebelum PSSI lahir.
Perdebatan soal sejarah Persib Bandung pendiri PSSI ramai dibahas karena secara administratif PSSI berdiri pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Sementara Persib baru muncul tiga tahun setelahnya. Namun, PSSI tetap mengakui Persib sebagai salah satu klub pendiri federasi sepak bola Indonesia bersama Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, PSM Madiun, dan PPSM Magelang.
Fakta tersebut membuat sejarah Persib Bandung kembali menarik perhatian publik sepak bola nasional. Apalagi status sebagai klub pendiri PSSI memiliki konsekuensi penting karena identitas klub tidak boleh diubah, termasuk nama, logo, hingga domisili.
Baca Juga: Wisata Lombok Viral 2026, Pantai Tanjung Aan hingga Gili Trawangan Jadi Destinasi Favorit Traveler
Awal Mula Persib Bandung Dianggap Pendiri PSSI
Sebelum nama Persib Bandung muncul, Kota Bandung lebih dulu memiliki organisasi sepak bola bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond atau BIVB yang berdiri pada 1923. Organisasi itu bukan sekadar klub sepak bola biasa, melainkan wadah perjuangan kaum nasionalis pada masa penjajahan Belanda.
Dalam catatan sejarah, BIVB dipimpin Syamsudin yang kemudian mewakili Bandung dalam kongres pembentukan PSSI di Yogyakarta pada 19 April 1930. Pertemuan tersebut digelar di Societeit Hadiprojo yang kini dikenal sebagai Wisma PSIM Yogyakarta.
Setelah ikut mendirikan PSSI, jejak BIVB perlahan menghilang. Namun, pada 14 Maret 1933 muncul dua perkumpulan sepak bola baru di Bandung, yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung dan National Voetbal Bond. Kedua organisasi itu kemudian melakukan fusi dan melahirkan Persib Bandung.
Karena dianggap sebagai penerus langsung BIVB, Persib akhirnya tetap diakui sebagai bagian dari sejarah pendirian PSSI. Pengakuan tersebut diperkuat melalui aturan PSSI yang menempatkan Persib sebagai salah satu klub pendiri federasi sepak bola Indonesia.
Dalam regulasi PSSI tahun 2019 Pasal 17 ayat 1 huruf G disebutkan bahwa tujuh klub pendiri PSSI wajib menjaga seluruh aset sepak bola mereka, termasuk nama, logo, domisili, dan warisan sejarah lainnya.
PSSI Tegaskan Persib Tetap Klub Pendiri
Status Persib Bandung sebagai klub pendiri PSSI sebenarnya tidak lagi menjadi polemik di lingkungan federasi. PSSI secara resmi menganggap BIVB sebagai cikal bakal Persib sehingga keberadaan Maung Bandung tetap tercatat dalam sejarah pembentukan sepak bola nasional.
Hal itu membuat Persib memiliki posisi istimewa dibanding sebagian besar klub lain di Indonesia. Klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut juga diwajibkan mempertahankan identitas asli mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah.
Selain faktor historis, Persib juga menjadi salah satu klub paling berpengaruh dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Basis suporternya yang besar membuat Persib selalu memiliki tempat penting dalam kompetisi nasional sejak era perserikatan hingga Liga Indonesia modern.
Persib tercatat pernah meraih gelar juara perserikatan pada 1937, lalu kembali berjaya pada era 1960-an hingga 1990-an. Setelah kompetisi Liga Indonesia bergulir, Persib kembali menjadi kekuatan besar dengan menjuarai kompetisi nasional pada musim 1994-1995 dan 2014.
Prestasi itu membuat Persib terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu klub terbesar di tanah air. Tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga dalam hal popularitas dan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Persib Pernah Mengalami Masa Sulit
Meski dikenal sebagai klub besar, perjalanan Persib Bandung tidak selalu berjalan mulus. Salah satu periode paling kelam terjadi pada kompetisi 1979 saat Persib gagal masuk kasta tertinggi Kejurnas Utama PSSI.
Kala itu Persib kalah dari Persiraja Banda Aceh dalam perebutan tiket terakhir menuju divisi utama. Kekalahan tersebut membuat Persib harus memulai kompetisi dari kasta kedua.
Situasi sulit kembali terjadi pada Divisi Utama musim 2003 ketika Persib nyaris terdegradasi akibat performa buruk sepanjang musim. Beruntung, Maung Bandung berhasil bertahan setelah melewati laga play-off promosi degradasi.
Meski sempat mengalami pasang surut performa, Persib tetap mampu bangkit dan mempertahankan statusnya sebagai salah satu ikon sepak bola Indonesia. Kini, sejarah panjang Persib sebagai penerus BIVB sekaligus pendiri PSSI kembali menjadi bukti bahwa Maung Bandung bukan hanya sekadar klub sepak bola, tetapi bagian penting dari perjalanan sepak bola nasional.
Editor : Cholifatun Nisak