Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fakta Menarik Soeratin Sosrosoegondo Terungkap, Ketua Umum PSSI Pertama Ternyata Insinyur Jerman dan Perwira TNI

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 18:03 WIB
Fakta menarik Soeratin Sosrosoegondo terungkap. Ketua umum pertama PSSI ternyata lulusan Jerman dan pernah jadi perwira TNI.
Fakta menarik Soeratin Sosrosoegondo terungkap. Ketua umum pertama PSSI ternyata lulusan Jerman dan pernah jadi perwira TNI.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Fakta menarik Soeratin Sosrosoegondo kembali menjadi perhatian publik sepak bola nasional setelah sosok pendiri sekaligus ketua umum pertama PSSI itu diketahui bukan hanya berperan dalam dunia olahraga, tetapi juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nama Soeratin bahkan memiliki hubungan erat dengan tokoh pergerakan nasional hingga pendidikan teknik di Jerman.

Soeratin Sosrosoegondo dikenal sebagai figur penting di balik berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI pada 19 April 1930. Namun, tidak banyak yang mengetahui perjalanan hidup pria kelahiran Yogyakarta, 17 September 1898 tersebut ternyata penuh kisah menarik.

Selain aktif membangun sepak bola nasional, Soeratin juga memiliki latar belakang sebagai insinyur sipil lulusan Jerman dan pernah bertugas di dunia militer dengan pangkat Letnan Kolonel pada masa perjuangan kemerdekaan.

Baca Juga: Solo Trip Lombok Viral, Healing Naik Motor dari Pantai Senggigi hingga Desa Sade Bikin Netizen Takjub

Soeratin Sosrosoegondo Punya Hubungan dengan Tokoh Kebangkitan Nasional

Salah satu fakta menarik Soeratin Sosrosoegondo adalah hubungan keluarganya dengan tokoh besar pergerakan nasional Indonesia, Dokter Soetomo. Istri Soeratin, Raden Ajeng Sri Wulan, diketahui merupakan adik kandung Dokter Soetomo yang dikenal sebagai pendiri organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Budi Utomo sendiri tercatat dalam sejarah sebagai organisasi modern pertama yang menjadi simbol kebangkitan nasional Indonesia. Tanggal berdirinya kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional setiap tahun.

Hubungan keluarga tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan Soeratin memang sangat dekat dengan semangat perjuangan dan nasionalisme sejak masa muda. Hal itu pula yang diyakini memengaruhi langkahnya mendirikan PSSI sebagai wadah sepak bola nasional yang lepas dari pengaruh kolonial Belanda.

Pada masa itu, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan alat perjuangan identitas bangsa. Karena itulah Soeratin aktif menghubungkan klub-klub pribumi dari berbagai daerah untuk membentuk federasi sepak bola nasional.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Lombok Paling Populer 2025, dari Mandalika hingga Gili Trawangan yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Ketua Umum PSSI Pertama Ternyata Lulusan Teknik di Jerman

Selain dikenal sebagai tokoh sepak bola, Soeratin ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang sangat tinggi pada zamannya. Ia merupakan lulusan sekolah teknik tinggi Hecklenburg, Jerman, dan berhasil memperoleh gelar insinyur sipil pada 1927.

Pendidikan di Eropa membuat Soeratin memiliki wawasan modern dalam pengelolaan organisasi dan pembangunan. Setelah kembali ke Indonesia, ia mendirikan perusahaan bangunan di Yogyakarta sebelum mengembangkan usahanya di Bandung pada 1937.

Menariknya, sebagian keuntungan dari usaha tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga. Soeratin juga diketahui menggunakan dana pribadinya untuk membantu kebutuhan operasional PSSI yang saat itu masih berkembang.

Pengorbanan tersebut menjadi bukti besarnya dedikasi Soeratin terhadap sepak bola nasional. Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi politik kolonial, ia tetap berupaya menjaga eksistensi organisasi sepak bola Indonesia.

Kontribusi Soeratin itulah yang kemudian membuat namanya diabadikan dalam kompetisi usia muda nasional, yakni Piala Soeratin. Turnamen tersebut hingga kini menjadi salah satu ajang pembinaan pemain muda terbesar di Indonesia.

Aktif di Militer dan Punya Hobi Bermain Catur

Fakta menarik lainnya, Soeratin Sosrosoegondo juga aktif dalam dunia militer pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia tercatat bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat yang kini dikenal sebagai TNI.

Dalam karier militernya, Soeratin mencapai pangkat Letnan Kolonel dan sempat menjalankan sejumlah tugas penting pada masa perang kemerdekaan. Keterlibatannya di bidang militer menunjukkan bahwa perjuangan Soeratin tidak hanya melalui sepak bola, tetapi juga langsung di medan perjuangan bangsa.

Di balik kesibukannya sebagai tokoh olahraga dan militer, Soeratin ternyata memiliki hobi bermain catur. Fakta tersebut diungkap cucunya, Ratnaningdia Indrawati Santoso, dalam buku berjudul Soeratin Sosrosoegondo Menentang Penjajahan Belanda dengan Sepak Bola Kebangsaan karya Eddy Elison.

Menurut Ratnaningdia, Soeratin sangat gemar bermain catur bahkan pernah memenangkan pertandingan simultan melawan banyak pemain sekaligus. Hobi itu disebut mencerminkan kecerdasannya dalam menyusun strategi, baik di bidang olahraga maupun perjuangan nasional.

Kini, nama Soeratin Sosrosoegondo tetap dikenang sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Perannya mendirikan PSSI sekaligus perjuangannya untuk bangsa membuat sosoknya tidak hanya dihormati di dunia olahraga, tetapi juga dalam sejarah nasional Indonesia.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Lombok Terbaik 2025, dari Gili Trawangan hingga Gunung Rinjani yang Wajib Masuk Bucket List

Editor : Cholifatun Nisak
#Sejarah PSSI #Pendiri PSSI #Soeratin Sosrosoegondo #Ketua Umum PSSI #Fakta Soeratin