Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kondisi 7 Klub Pendiri PSSI Sekarang Terungkap, Ada yang Jadi Raja Liga Indonesia hingga Terpuruk di Liga 4

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 18:06 WIB
Kondisi 7 klub pendiri PSSI kini berbeda drastis. Ada yang jadi raja Liga Indonesia, ada pula yang terpuruk di Liga 4.
Kondisi 7 klub pendiri PSSI kini berbeda drastis. Ada yang jadi raja Liga Indonesia, ada pula yang terpuruk di Liga 4.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Kondisi 7 klub pendiri PSSI saat ini menunjukkan nasib yang berbeda-beda. Ada yang sukses menjadi penguasa Liga Indonesia dengan prestasi dan finansial kuat, tetapi ada pula yang kini terdampar di kasta bawah kompetisi nasional. Ketujuh klub tersebut merupakan bagian penting dalam sejarah berdirinya PSSI pada 19 April 1930.

Tujuh klub pendiri PSSI terdiri dari Persija Jakarta, Persib Bandung, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, PSM Madiun, PPSM Magelang, dan Persebaya Surabaya. Klub-klub tersebut menjadi pelopor lahirnya federasi sepak bola nasional yang dulu bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia.

Seiring perkembangan sepak bola Indonesia, perjalanan setiap klub ternyata sangat berbeda. Beberapa mampu bertahan sebagai kekuatan besar di kasta tertinggi, sementara lainnya kesulitan bangkit di era sepak bola modern.

Baca Juga: Solo Trip Lombok Viral, Healing Naik Motor dari Pantai Senggigi hingga Desa Sade Bikin Netizen Takjub

Persib dan Persija Jadi Klub Paling Dominan

Persib Bandung dan Persija Jakarta menjadi dua klub pendiri PSSI yang masih konsisten bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia. Persija dikenal sebagai salah satu klub tersukses dengan koleksi 11 gelar juara kompetisi nasional.

Klub berjuluk Macan Kemayoran itu terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada 2018. Saat ini Persija masih diperkuat sejumlah pemain tim nasional seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga Gustavo Almeida.

Selain kualitas skuad, kekuatan Persija juga datang dari dukungan fanatik The Jakmania yang selalu memenuhi stadion di setiap pertandingan penting. Kombinasi manajemen kuat dan basis suporter besar membuat Persija tetap menjadi salah satu ikon sepak bola nasional.

Sementara itu, Persib Bandung semakin menunjukkan dominasi dalam beberapa musim terakhir. Klub kebanggaan Jawa Barat tersebut bahkan disebut sebagai salah satu klub terkaya di Asia Tenggara berkat kondisi finansial yang stabil.

Persib diperkuat sejumlah pemain berlabel internasional seperti Marc Klok, Tom Haye, Eliano Reijnders, hingga Federico Barba yang pernah bermain di Serie A Italia. Di bawah pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung berhasil tampil konsisten dan menjadi salah satu tim paling kuat di kompetisi nasional.

Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang selalu dipenuhi Bobotoh juga menjadi kekuatan besar bagi Persib dalam menjaga reputasi mereka sebagai klub elite Indonesia.

PSIM dan Persis Bangkit di Era Modern

PSIM Yogyakarta dan Persis Solo menjadi contoh klub pendiri PSSI yang berhasil bangkit setelah sempat lama tertahan di kasta bawah. PSIM kini kembali tampil di kompetisi tertinggi setelah sukses promosi sebagai juara Championship musim 2024-2025.

Baca Juga: Wisata Lombok Viral 2026, Pantai Tanjung Aan hingga Gili Trawangan Jadi Destinasi Favorit Traveler

Klub berjuluk Laskar Mataram tersebut memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 5 September 1929. PSIM bahkan pernah menjadi juara perserikatan pada 1932 setelah mengalahkan VIJ Jakarta di partai final.

Kini PSIM mendapat dukungan besar dari Brajamusti dan The Maident yang dikenal sebagai suporter fanatik di Yogyakarta. Kehadiran pemain berpengalaman membuat PSIM diyakini mampu bersaing di kasta tertinggi.

Di sisi lain, Persis Solo juga menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu berhasil kembali ke level tertinggi setelah menjuarai Liga 2 musim 2021.

Persis memiliki sejarah kuat di era perserikatan dengan tujuh gelar juara pada dekade 1930-an hingga 1940-an. Dukungan suporter Pasoepati dan Surakartans membuat atmosfer pertandingan Persis selalu mendapat perhatian besar publik sepak bola nasional.

Kebangkitan Persis dan PSIM menjadi bukti bahwa klub-klub bersejarah Indonesia masih mampu berkembang di tengah persaingan sepak bola modern yang semakin ketat.

PSM Madiun dan PPSM Magelang Kini Terpuruk

Berbeda dengan Persib atau Persija, nasib PSM Madiun dan PPSM Magelang justru memprihatinkan. Dua klub pendiri PSSI itu kini harus berjuang di Liga 4 setelah mengalami penurunan prestasi dalam waktu lama.

PSM Madiun yang berdiri pada 29 Mei 1929 sebenarnya pernah menjadi salah satu klub kuat di era perserikatan. Klub tersebut bahkan pernah finis di posisi ketiga kompetisi nasional pada 1932.

Namun di era modern, PSM Madiun kesulitan bersaing secara finansial maupun kualitas tim. Hal serupa dialami PPSM Sakti Magelang yang kini juga bermain di kasta terbawah sepak bola nasional.

Padahal PPSM memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 15 Maret 1919 dengan nama Indonesische Voetbal Bond Magelang. Klub berjuluk Laskar Macan Tidar itu pernah tampil di Divisi Utama Liga Indonesia musim 2010-2011.

Sementara Persebaya Surabaya tetap bertahan sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Bajul Ijo itu memiliki enam gelar era perserikatan dan dua gelar Liga Indonesia profesional.

Kini Persebaya terus mendapat dukungan besar dari Bonek Mania yang dikenal sebagai salah satu basis suporter terbesar di tanah air. Dengan sejarah panjang dan kekuatan suporternya, Persebaya masih menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola nasional hingga saat ini.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Lombok Terbaik 2025, dari Gili Trawangan hingga Gunung Rinjani yang Wajib Masuk Bucket List

Editor : Cholifatun Nisak
#Klub Pendiri PSSI #Sejarah PSSI #persib bandung #persija jakarta #persebaya surabaya