Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Persib Bandung dari Era Penjajahan hingga Juara Back to Back Liga 1, Berawal dari Perlawanan lewat Sepak Bola

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 18:03 WIB
Sejarah Persib Bandung bermula dari perjuangan nasionalisme hingga kini sukses jadi juara back to back Liga 1 Indonesia.
Sejarah Persib Bandung bermula dari perjuangan nasionalisme hingga kini sukses jadi juara back to back Liga 1 Indonesia.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Sejarah Persib Bandung kembali menjadi perhatian publik setelah klub kebanggaan Jawa Barat itu sukses menegaskan dominasinya di sepak bola nasional. Di balik prestasi Persib sebagai juara back to back Liga 1, tersimpan perjalanan panjang yang dimulai sejak masa penjajahan Belanda melalui semangat nasionalisme dan perjuangan anak muda pribumi Bandung.

Persib Bandung bukan sekadar klub sepak bola biasa. Klub berjuluk Maung Bandung itu lahir dari gerakan perlawanan melalui olahraga ketika sepak bola masih didominasi masyarakat Eropa di Hindia Belanda. Cikal bakal Persib bahkan sudah muncul sejak 1919 lewat berdirinya Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond atau BIVB.

BIVB dibentuk para pemuda pribumi Bandung sebagai wadah perjuangan identitas bangsa melalui sepak bola. Di masa itu, olahraga menjadi salah satu alat penting untuk membangun rasa persatuan dan melawan dominasi kolonialisme Belanda.

Baca Juga: Solo Trip Lombok Viral, Healing Naik Motor dari Pantai Senggigi hingga Desa Sade Bikin Netizen Takjub

Persib Bandung Lahir dari Semangat Nasionalisme

Perjalanan sejarah Persib tidak bisa dipisahkan dari lahirnya PSSI. BIVB menjadi salah satu organisasi sepak bola yang ikut mendirikan PSSI pada 19 April 1930 di Yogyakarta bersama sejumlah klub lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam perkembangan berikutnya, dinamika sepak bola Bandung terus berubah. Pada 14 Maret 1933, BIVB melakukan fusi dengan klub lain seperti National Voetbal Bond atau NVB. Penggabungan tersebut melahirkan Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung yang kemudian dikenal sebagai Persib Bandung.

Tokoh bernama Anwar St Pamoentjak ditunjuk sebagai ketua umum pertama Persib. Kehadiran Persib saat itu bukan hanya menjadi simbol olahraga, tetapi juga identitas masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

Tak butuh waktu lama bagi Persib menunjukkan kekuatannya di sepak bola nasional. Pada era Perserikatan, Persib berhasil meraih gelar juara pertama pada 1937. Prestasi itu menjadi awal dominasi Maung Bandung di kompetisi sepak bola Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, Persib tetap menjadi salah satu kekuatan besar nasional. Klub ini kembali menjuarai Perserikatan pada 1961 sebelum memasuki masa kejayaan baru pada era 1980-an dan awal 1990-an.

Nama-nama legendaris seperti Robby Darwis, Ajat Sudrajat, hingga Yudi Guntara menjadi bagian penting dalam kebangkitan Persib kala itu.

Persib Jadi Klub Indonesia yang Disegani di Asia

Puncak kejayaan Persib di era Perserikatan terjadi saat klub menutup kompetisi tersebut dengan gelar juara terakhir sebelum format liga profesional dimulai. Pada musim 1994-1995, Persib tampil luar biasa dan menjadi juara Liga Indonesia pertama.

Prestasi tersebut membawa Persib tampil di kompetisi Asia. Hebatnya, Persib berhasil melaju hingga babak perempat final Liga Champions Asia 1995. Pencapaian itu menjadi salah satu prestasi terbaik klub Indonesia di level Asia hingga sekarang.

Meski sempat mengalami pasang surut di era profesional, nama besar Persib tidak pernah hilang. Dukungan Bobotoh menjadi kekuatan utama yang membuat Persib tetap hidup di tengah berbagai masalah prestasi dan manajemen.

Atmosfer pertandingan Persib selalu dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Stadion penuh suporter loyal menjadi pemandangan khas setiap Maung Bandung bermain.

Pada 2014, Persib kembali mengukir sejarah dengan menjuarai Indonesia Super League setelah mengalahkan Persipura Jayapura di final. Gelar tersebut menjadi trofi liga pertama Persib di era modern sepak bola profesional Indonesia.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Lombok Paling Populer 2025, dari Mandalika hingga Gili Trawangan yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Era Modern Bawa Persib Bandung Kembali Dominan

Memasuki era Liga 1, Persib mulai menunjukkan transformasi menjadi klub modern. Manajemen mendatangkan sejumlah pemain dan pelatih berpengalaman untuk meningkatkan kualitas tim.

Persib bahkan sempat merekrut mantan pemain klub besar Eropa seperti Michael Essien dan Carlton Cole. Langkah itu membuat nama Persib semakin dikenal secara internasional meski hasil di lapangan tidak selalu sesuai harapan.

Penantian panjang Bobotoh akhirnya terbayar ketika Persib sukses menjadi juara Liga 1 musim 2023-2024 setelah menundukkan Madura United di final Championship Series.

Keberhasilan tersebut berlanjut pada musim berikutnya saat Persib kembali meraih gelar juara dan mencatat sejarah back to back Liga 1. Momen juara Persib bahkan dipastikan lebih cepat setelah Persebaya Surabaya gagal menang usai ditahan imbang Persik Kediri di menit akhir.

Ribuan Bobotoh langsung turun ke jalan merayakan keberhasilan klub kebanggaan mereka. Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan menggelar konvoi kemenangan dari Balai Kota Bandung hingga Gedung Sate.

Kini Persib bukan hanya dikenal sebagai klub besar Indonesia, tetapi juga simbol loyalitas, budaya, dan identitas masyarakat Jawa Barat. Dari era kolonial hingga sepak bola modern, Persib terus menjadi bagian penting sejarah olahraga nasional.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Lombok Terbaik 2025, dari Gili Trawangan hingga Gunung Rinjani yang Wajib Masuk Bucket List

Editor : Cholifatun Nisak
#Sejarah Persib Bandung #Persib juara Liga 1 #Persib Bandung PSSI #perjalanan Persib Bandung #bobotoh persib