Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

7 Klub Pendiri PSSI yang Masih Eksis hingga Kini, Persib dan Persebaya Tetap Bersinar, Ada yang Terlunta di Liga Bawah

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:10 WIB
7 klub pendiri PSSI punya nasib berbeda. Persib dan Persebaya masih berjaya, sementara PSM Madiun kini berjuang di Liga bawah.
7 klub pendiri PSSI punya nasib berbeda. Persib dan Persebaya masih berjaya, sementara PSM Madiun kini berjuang di Liga bawah.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Tujuh klub pendiri PSSI kembali menjadi perbincangan publik seiring perjalanan panjang federasi sepak bola Indonesia yang telah berdiri sejak 19 April 1930. Dari tujuh klub yang ikut membentuk PSSI, beberapa masih berjaya di kasta tertinggi sepak bola nasional, sementara lainnya kini harus berjuang di kompetisi level bawah.

Sejarah tujuh klub pendiri PSSI tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sepak bola Indonesia. Klub-klub tersebut lahir pada masa kolonial dan menjadi simbol perjuangan kaum pribumi melalui olahraga sepak bola.

Kini, lebih dari sembilan dekade setelah PSSI berdiri, perjalanan ketujuh klub itu berkembang berbeda-beda. Ada yang menjelma menjadi klub elite dengan basis suporter besar, tetapi ada pula yang mulai tenggelam karena sulit bersaing di era sepak bola modern.

Baca Juga: Nasib 7 Klub Pendiri PSSI Jadi Sorotan, Persib dan Persebaya Masih Berjaya, Ada yang Kini Terpuruk di Liga 4

Persib, Persija, dan Persebaya Tetap Jadi Kekuatan Besar

Salah satu klub pendiri PSSI yang paling sukses hingga kini adalah Persib Bandung. Klub yang dahulu bernama Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond itu menjadi bagian penting dalam lahirnya federasi sepak bola nasional.

Persib bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan dikenal dengan julukan Maung Bandung. Dukungan Bobotoh dan Viking membuat atmosfer pertandingan Persib selalu menjadi sorotan sepak bola Indonesia.

Selain Persib, Persija Jakarta juga tetap menjadi klub besar di Indonesia. Klub asal ibu kota itu awalnya bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra dan berdiri pada 28 November 1928.

Macan Kemayoran memiliki basis suporter besar bernama The Jakmania dan dikenal sebagai salah satu klub tersukses di Indonesia. Persija hingga kini masih konsisten bersaing di papan atas kompetisi nasional.

Klub pendiri lain yang tetap berjaya adalah Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Bajul Ijo itu berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond.

Persebaya memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional dan didukung ribuan Bonek Mania. Klub asal Surabaya tersebut hingga kini masih menjadi salah satu kekuatan penting Liga Indonesia.

Baca Juga: 7 Klub Pendiri PSSI Kini Bernasib Berbeda, Ada yang Masih Berjaya di Liga 1 hingga Mati Suri

Persis dan PSIM Tetap Bertahan di Tengah Persaingan Ketat

Selain tiga klub besar tersebut, Persis Solo juga tetap menjaga eksistensi mereka di sepak bola nasional. Klub yang dahulu bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond itu dikenal sebagai salah satu tim tradisional Indonesia.

Persis bermarkas di Stadion Manahan Solo dan memiliki kelompok suporter fanatik bernama Pasoepati. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu pernah tujuh kali menjuarai kompetisi perserikatan.

Sementara itu, PSIM Yogyakarta masih menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta. Klub yang lahir pada 5 September 1929 itu dahulu dikenal dengan nama Perserikatan Sepak Raga Mataram.

PSIM kini berkompetisi di Liga 2 Indonesia dan memiliki rivalitas panjang dengan Persis Solo dalam Derby Mataram. Dukungan suporter membuat Laskar Mataram tetap memiliki pengaruh besar di sepak bola nasional.

Persaingan sepak bola modern membuat klub-klub tradisional seperti PSIM harus bekerja keras menjaga stabilitas tim dan finansial agar mampu terus bersaing.

PSM Madiun dan PPSM Magelang Kini Berjuang di Liga Bawah

Nasib berbeda dialami PSM Madiun. Klub yang dahulu bernama Madiunsche Voetbal Bond itu kini hanya bermain di kompetisi Liga 3 Indonesia.

Padahal, PSM Madiun merupakan salah satu tim yang ikut membidani lahirnya PSSI. Minimnya prestasi dan dukungan finansial membuat klub asal Jawa Timur itu kesulitan bangkit di tengah kerasnya persaingan sepak bola nasional.

Kondisi serupa juga dialami PPSM Sakti Magelang. Klub asal Magelang yang dahulu bernama Indonesische Voetbal Bond Magelang kini harus berkompetisi di kasta bawah Liga Indonesia.

Meski demikian, keberadaan PSM Madiun dan PPSM Magelang tetap menjadi bagian penting sejarah sepak bola nasional. Mereka adalah saksi lahirnya perjuangan sepak bola Indonesia sejak era kolonial hingga modern.

Perjalanan tujuh klub pendiri PSSI menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana klub mampu bertahan menghadapi perubahan zaman dan perkembangan industri olahraga yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan 2026: Mesin Badak, Spare Part Murah, Karimun hingga Panther Masih Diburu

Editor : Cholifatun Nisak
#Sejarah PSSI #7 klub pendiri PSSI #persib bandung #persija jakarta #persebaya surabaya