TRENGGALEK NJENGGELEK- Sejarah berdirinya PSSI ternyata tidak bisa dipisahkan dari semangat perjuangan melawan penjajahan Belanda. Federasi sepak bola Indonesia itu lahir dari gerakan anak-anak muda pribumi yang menjadikan sepak bola sebagai alat perjuangan nasionalisme sebelum Indonesia merdeka.
PSSI resmi berdiri pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Organisasi sepak bola nasional tersebut dibentuk oleh tujuh klub dari berbagai daerah yang saat itu menjadi pelopor perkembangan sepak bola pribumi di tanah air.
Keberadaan PSSI menjadi simbol penting perjuangan rakyat Indonesia di era kolonial. Sepak bola bukan hanya olahraga hiburan, tetapi sarana menyatukan semangat pemuda untuk melawan dominasi Belanda melalui jalur budaya dan olahraga.
Sepak Bola Indonesia Bermula dari Era Kolonial Belanda
Sejarah sepak bola Indonesia bermula sejak masa Hindia Belanda ketika olahraga tersebut hanya dimainkan kalangan Eropa. Pada akhir abad ke-19, masyarakat pribumi umumnya hanya menjadi penonton di pinggir lapangan.
Perkembangan mulai terlihat ketika sejumlah organisasi olahraga dan klub sepak bola berdiri di beberapa kota besar. Salah satu yang tercatat adalah Sport Club Sumatera yang muncul pada 1899 di Medan.
Di Surabaya, perkembangan sepak bola semakin pesat setelah John Edgar mendirikan klub Victoria pada 1894. Kehadiran klub-klub baru kemudian memicu lahirnya kompetisi dan federasi sepak bola lokal di berbagai daerah.
Memasuki awal abad ke-20, anak-anak pribumi mulai mendapat kesempatan masuk sekolah yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi orang Eropa. Dari lingkungan sekolah inilah sepak bola mulai berkembang di kalangan masyarakat Indonesia.
Menurut catatan sejarah, perkembangan sepak bola nasional semakin kuat setelah semangat Sumpah Pemuda dikumandangkan pada 28 Oktober 1928. Anak-anak muda mulai memandang sepak bola sebagai alat perjuangan dan simbol persatuan bangsa.
Tujuh Klub Pendiri PSSI Jadi Pelopor Sepak Bola Nasional
PSSI lahir dari gabungan tujuh perserikatan sepak bola daerah yang saat itu aktif mengembangkan olahraga sepak bola pribumi. Salah satu klub pelopor adalah PPSM Sakti Magelang yang dahulu bernama Indonesische Voetbal Bond Magelang dan berdiri pada 15 Maret 1919.
Kemudian ada Persis Solo yang berawal dari Vorstenlandsche Voetbal Bond pada 8 November 1923 sebelum berganti nama menjadi Persis setelah semangat Sumpah Pemuda menguat.
Klub lain yang ikut membidani lahirnya PSSI adalah Persebaya Surabaya. Awalnya klub tersebut bernama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond atau SIVB yang berdiri pada 18 Juni 1927.
Di Jakarta, lahir Persija Jakarta yang sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Indonesische Jacatra pada 28 November 1928. Klub ini menjadi wadah berkumpulnya klub-klub sepak bola pribumi di Batavia.
Sementara itu, PSM Madiun berdiri pada 29 Mei 1929 dengan nama Madiunsche Voetbal Bond sebelum berubah menjadi Perserikatan Sepak Bola Madiun.
Dari Bandung muncul Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond yang kemudian berkembang menjadi Persib Bandung. Persib resmi lahir setelah sejumlah klub di Bandung melebur pada 14 Maret 1933.
Selain itu, PSIM Yogyakarta juga menjadi bagian penting dalam sejarah berdirinya PSSI sebagai representasi sepak bola Yogyakarta.
PSSI Lahir sebagai Simbol Nasionalisme Indonesia
Pada 19 April 1930, tujuh klub tersebut berkumpul di Yogyakarta dan resmi mendirikan PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Organisasi itu lahir di tengah situasi politik kolonial Belanda yang masih kuat di Indonesia.
Tokoh utama di balik berdirinya PSSI adalah Insinyur Soeratin Sosrosoegondo. Lulusan Jerman itu memilih menggunakan sepak bola sebagai media perjuangan nasionalisme untuk menyatukan pemuda Indonesia.
Sejarah mencatat bahwa PSSI bukan sekadar organisasi olahraga biasa. Federasi ini menjadi alat perjuangan untuk menanamkan rasa persatuan dan identitas kebangsaan di kalangan rakyat Indonesia.
Semangat nasionalisme tersebut membuat sepak bola Indonesia berkembang sangat cepat. Klub-klub pribumi mulai bermunculan dan kompetisi lokal semakin ramai di berbagai daerah.
Hingga kini, sejarah lahirnya PSSI tetap menjadi bagian penting perjalanan bangsa Indonesia. Sepak bola tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan persatuan nasional sejak masa penjajahan.
Editor : Cholifatun Nisak