Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah Persija, Persebaya, Persib hingga Arema FC, Jejak Pendiri dan Pemain Pertama Klub Raksasa Indonesia Terungkap

Cholifatun Nisak • Jumat, 22 Mei 2026 | 22:54 WIB
Kisah Persija, Persib, Persebaya, dan Arema FC ternyata lahir dari perjuangan rakyat dan sejarah sepak bola Indonesia.
Kisah Persija, Persib, Persebaya, dan Arema FC ternyata lahir dari perjuangan rakyat dan sejarah sepak bola Indonesia.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Sejarah klub raksasa Indonesia seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, hingga Arema FC ternyata lahir dari semangat perjuangan rakyat dan identitas daerah masing-masing. Klub-klub besar tersebut tidak hanya dibangun untuk sepak bola, tetapi juga menjadi simbol perlawanan, persatuan, dan kebanggaan masyarakat sejak era kolonial hingga modern.

Jejak sejarah klub sepak bola Indonesia kembali menjadi perhatian setelah banyak suporter mulai menelusuri asal-usul berdirinya tim kebanggaan mereka. Dari Batavia, Bandung, Surabaya hingga Malang, setiap klub memiliki cerita kuat yang membentuk identitas sepak bola nasional saat ini.

Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya bahkan tercatat sebagai bagian penting dalam lahirnya PSSI pada 1930. Sementara Arema FC muncul jauh setelah era kemerdekaan, tetapi berkembang menjadi simbol baru kekuatan sepak bola Indonesia.

Baca Juga: 7 Klub Pendiri PSSI yang Masih Eksis hingga Kini, Persib dan Persebaya Tetap Bersinar, Ada yang Terlunta di Liga Bawah

Persija Jakarta Lahir dari Semangat Sumpah Pemuda dan Pergerakan Nasional

Persija Jakarta berawal dari klub bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra atau VIJ yang berdiri pada 1928 di Batavia. Klub ini lahir tidak lama setelah Sumpah Pemuda dan diprakarsai sejumlah tokoh pergerakan nasional seperti Soeri dan M Ali.

Para pemain awal Persija bukan sekadar pesepak bola biasa. Nama-nama seperti Ferry Kunto, Sarmadi, hingga Mohammad Husni Thamrin ikut tercatat dalam sejarah awal klub ibu kota tersebut.

Pada masa kolonial, sepak bola menjadi alat perjuangan untuk menunjukkan eksistensi pribumi di tengah dominasi Belanda. Dari lapangan hijau, para tokoh Persija mencoba membangun semangat nasionalisme melalui olahraga.

Setelah Indonesia merdeka, VIJ resmi berubah nama menjadi Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu kini menjadi salah satu tim paling populer di Indonesia dengan dukungan besar dari The Jakmania.

Gelar Liga Indonesia 2018 menjadi salah satu momen penting kebangkitan Persija di era profesional modern. Dukungan fanatik suporter juga membuat Persija tetap menjadi ikon sepak bola ibu kota.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya PSSI Ternyata Berawal dari Perlawanan terhadap Belanda, Ini Kisah 7 Klub Pendiri Sepak Bola Indonesia

Persib Bandung dan Persebaya Jadi Simbol Identitas Daerah

Persib Bandung lahir pada 1933 dari gabungan sejumlah klub di Bandung seperti BIVB dan organisasi sepak bola lokal lainnya. Pembentukan Persib dipimpin tokoh Bandung bernama Anwar Sutan Pamoentjak.

Klub berjuluk Maung Bandung itu lahir sebagai simbol persatuan masyarakat Sunda di tengah situasi kolonialisme. Warna biru dipilih sebagai lambang keteguhan dan semangat perjuangan rakyat Bandung.

Nama-nama pemain awal seperti Ateng, Dali, dan Adam menjadi bagian dari perjalanan pertama Persib sebelum berkembang menjadi salah satu klub terbesar di Indonesia.

Kini Persib dikenal sebagai klub dengan basis suporter besar bernama Bobotoh. Loyalitas suporter membuat Persib tidak sekadar menjadi tim sepak bola, tetapi juga identitas masyarakat Jawa Barat.

Sementara itu, Persebaya Surabaya memiliki sejarah lebih panjang. Klub ini berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond atau SIVB.

Persebaya dibentuk sebagai tandingan klub sepak bola milik Belanda di Surabaya. Tokoh-tokoh seperti M Pamoedji, M Pamuncak, dan Paulus Talo disebut sebagai sosok penting di balik lahirnya klub Bajul Ijo.

Pada 1930, SIVB ikut mendirikan PSSI bersama sejumlah klub lain di Indonesia. Fakta tersebut membuat Persebaya menjadi salah satu fondasi sejarah sepak bola nasional.

“Persebaya adalah wajah asli Surabaya, keras, berani, dan penuh jiwa perlawanan,” demikian gambaran yang melekat pada klub asal Kota Pahlawan tersebut.

Arema FC Jadi Simbol Kebanggaan Baru Kota Malang

Berbeda dengan Persija, Persib, dan Persebaya yang lahir pada masa kolonial, Arema FC muncul pada 11 Agustus 1987 di Malang.

Klub ini diprakarsai sejumlah tokoh lokal seperti Lucky Acub Zaenal dan Haris. Tujuan awal pembentukan Arema adalah menghadirkan klub kebanggaan masyarakat Malang yang mampu bersaing di level nasional.

Skuad pertama Arema diisi nama-nama seperti Joko Malis, Jaya Hartono, Marianto, hingga Jamrawi. Meski menghadapi keterbatasan finansial pada awal berdiri, Arema tetap berkembang dengan semangat besar.

Simbol Singo Edan kemudian menjadi identitas kuat Arema FC. Kehadiran Aremania sebagai suporter fanatik membuat klub ini cepat berkembang menjadi salah satu kekuatan sepak bola Indonesia.

Kini Arema menjadi salah satu klub dengan basis pendukung terbesar di tanah air. Identitas Arema bahkan dianggap menyatu dengan karakter masyarakat Malang yang dikenal solid dan militan.

Perjalanan Persija, Persib, Persebaya, dan Arema FC membuktikan bahwa sepak bola Indonesia tidak hanya soal pertandingan dan trofi. Di balik setiap klub terdapat sejarah panjang tentang perjuangan, identitas daerah, dan semangat rakyat yang terus hidup hingga sekarang.

Baca Juga: 7 Klub Pendiri PSSI yang Tak Bisa Ganti Nama dan Logo, Dari Persija hingga Persebaya Kini Jadi Simbol Sejarah Sepak Bola Indonesia

Editor : Cholifatun Nisak
#Sejarah Persib Bandung #sejarah Persija Jakarta #sejarah Persebaya Surabaya #sejarah Arema FC #klub raksasa Indonesia