Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tom Haye Persib Bandung Jadi Sorotan, Dari Juara Eropa U-17 Hingga Nyaris Tanpa Klub Kini Disebut Bakal Jadi “Profesor” Baru Maung Bandung

Axsha Zazhika • Minggu, 24 Mei 2026 | 16:12 WIB
Tom Haye Persib Bandung Jadi Sorotan, Dari Juara Eropa U-17 Hingga Nyaris Tanpa Klub Kini Disebut Bakal Jadi “Profesor” Baru Maung Bandung (Gemini AI)
Tom Haye Persib Bandung Jadi Sorotan, Dari Juara Eropa U-17 Hingga Nyaris Tanpa Klub Kini Disebut Bakal Jadi “Profesor” Baru Maung Bandung (Gemini AI) 

JAKARTA - Isu Tom Haye Persib Bandung mencuat setelah perjalanan karier gelandang berdarah Belanda-Indonesia itu menjadi sorotan tajam. Pemain yang pernah menjuarai Piala Eropa U-17 bersama generasi emas Belanda justru sempat tanpa klub pada musim panas 2024, sebelum kini dikaitkan dengan Persib Bandung.

Kisah Tom Haye Persib Bandung menjadi perhatian karena menghadirkan paradoks unik dalam sepak bola modern. Di satu sisi, ia dikenal sebagai gelandang visioner yang dijuluki “The Professor”, namun di sisi lain sempat tersingkir dari radar klub-klub besar Eropa.

Rumor Tom Haye Persib Bandung pun berkembang seiring meningkatnya popularitasnya bersama timnas Indonesia. Banyak pihak menilai kepindahan ini bisa menjadi titik balik kariernya sekaligus memperkuat lini tengah Persib secara signifikan.

Baca Juga: Pantangan Weton Pon yang Jarang Diketahui, Konon Bisa Bikin Rezeki Seret dan Hidup Penuh Kesialan

Dari Juara Eropa U-17 hingga Karier yang Tersendat

Tom Haye memulai kariernya sebagai salah satu talenta terbaik akademi AZ Alkmaar. Pada 2012, ia menjadi bagian penting timnas Belanda U-17 yang menjuarai Piala Eropa, satu generasi dengan Nathan Aké.

Dalam turnamen tersebut, Haye bukan sekadar pemain pelengkap. Ia berperan sebagai pengatur tempo permainan, bahkan disebut sebagai “otak tim” yang mengontrol jalannya pertandingan.

Namun, perjalanan di level senior tidak berjalan mulus. Setelah membela AZ Alkmaar, ia berpindah ke Willem II dan sempat mencoba peruntungan di Italia bersama Lecce di Serie B. Performa yang tidak konsisten membuat kariernya mulai meredup.

Data menunjukkan, selama periode 2016–2019, Haye hanya mencatatkan jumlah penampilan terbatas di level kompetitif Eropa. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat namanya perlahan menghilang dari radar klub besar.

Baca Juga: Rahasia Weton Wage dan Jantra Keprabon, Konon Hidup Sengsara Dulu Sebelum Jadi Orang Besar

Situasi semakin sulit ketika ia harus turun kasta ke divisi dua Belanda bersama NAC Breda. Banyak yang menilai saat itu kariernya sudah memasuki fase penurunan.

Kebangkitan di Heerenveen dan Gagal Transfer ke Como

Momentum kebangkitan datang saat Haye bergabung dengan SC Heerenveen pada Januari 2022. Di klub ini, ia kembali menemukan performa terbaiknya.

Pelatih saat itu, Kees van Wonderen, bahkan menyebut Haye sebagai pemain kunci yang membuat tim bermain lebih efektif. “Dia membuat semua pemain di sekitarnya menjadi lebih baik,” ujar Wonderen dalam salah satu wawancara.

Baca Juga: Rahasia Weton Wage yang Baru Terungkap, Disebut Punya Aura Spiritual Kuat dan Rezeki Tak Terduga

Julukan “The Professor” pun muncul karena gaya bermainnya yang tenang, cerdas, dan penuh perhitungan. Dalam musim 2022/2023, Haye menjadi salah satu gelandang dengan akurasi umpan tinggi di Eredivisie.

Puncaknya terjadi pada Januari 2024 ketika klub Italia Como 1907 tertarik merekrutnya. Bahkan, kesepakatan personal dilaporkan telah tercapai.

Namun, transfer tersebut gagal pada detik-detik terakhir. Heerenveen memutuskan membatalkan kesepakatan karena tidak menemukan pengganti yang sepadan.

Baca Juga: Kenapa Kilat Muncul Dulu Baru Suara Petir? Ini Penjelasan Ilmiah yang Jarang Diketahui

Keputusan ini berdampak besar. Enam bulan kemudian, saat kontraknya habis pada Juli 2024, situasi sudah berubah. Como yang promosi ke Serie A mengalihkan target ke pemain dengan profil berbeda.

Akibatnya, Haye justru berstatus tanpa klub di usia 30 tahun—sebuah kondisi yang cukup jarang bagi pemain dengan kualitasnya.

Momentum Baru Bersama Timnas Indonesia dan Potensi ke Persib

Meski karier klubnya sempat merosot, situasi berbeda terjadi di level internasional. Haye justru menemukan momentum baru bersama timnas Indonesia.

Debutnya melawan Vietnam dan kontribusinya dalam pertandingan melawan Filipina menjadi titik penting. Dalam laga tersebut, ia mencetak gol krusial yang membantu tim meraih hasil positif.

Baca Juga: Aura Weton Pon Disebut Jebol di 2026, Primbon Jawa Ramalkan Rezeki Besar hingga Fenomena Mistis

Performanya langsung mendapat respons besar dari publik sepak bola Indonesia. Dalam waktu singkat, namanya menjadi perbincangan luas di media sosial.

Di tengah situasi itu, muncul rumor Tom Haye Persib Bandung yang disebut sebagai langkah strategis Maung Bandung. Jika transfer ini terwujud, Haye diproyeksikan menjadi pusat permainan di lini tengah.

Secara taktik, kehadirannya bisa memberikan dimensi baru. Dengan visi bermain dan kemampuan distribusi bola, ia berpotensi menjadi pengatur tempo yang selama ini dibutuhkan Persib.

Baca Juga: Cara Menghitung Naga Dina dan Patine Dina Menurut Primbon Jawa, Diyakini Pengaruhi Rezeki dan Kesialan

Dari sisi bisnis, efeknya juga tidak kecil. Popularitas Haye sebagai pemain timnas Indonesia diperkirakan dapat meningkatkan engagement suporter serta nilai komersial klub.

Rumor Tom Haye Persib Bandung bukan sekadar isu transfer biasa, melainkan simbol perjalanan karier penuh liku seorang pemain. Dari juara Eropa U-17, hampir terlupakan di Eropa, hingga berpotensi menjadi bintang baru di Indonesia. Kini, semua mata tertuju pada langkah berikutnya—apakah “The Professor” benar-benar akan berlabuh di Bandung.

Editor : Axsha Zazhika
#transfer persib terbaru #pemain timnas indonesia #Tom Haye Persib Bandung #karier Tom Haye #liga 1 indonesia