JAKARTA - Persib Bandung hattrick juara BRI Super League 2026 resmi tercatat sebagai sejarah baru sepak bola Indonesia. Maung Bandung memastikan gelar ketiga beruntun usai unggul head to head atas Borneo FC, meski kedua tim mengoleksi poin sama, yakni 79 poin di akhir musim yang dramatis.
Persib Bandung hattrick juara BRI Super League 2026 tidak diraih dengan cara mudah. Pada laga penentuan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib hanya bermain imbang 0-0 melawan Persikabo Jepara, sementara di pertandingan lain Borneo FC justru pesta gol dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United.
Namun, regulasi kompetisi menjadi penentu. Dalam BRI Super League, penentuan juara menggunakan sistem head to head, bukan selisih gol seperti di liga Eropa. Hal ini membuat Persib tetap keluar sebagai juara karena unggul dalam pertemuan langsung melawan Borneo FC sepanjang musim.
Drama Penentuan Juara dan Regulasi yang Jadi Sorotan
Persib Bandung hattrick juara BRI Super League 2026 diwarnai drama penentuan yang menyakitkan bagi pesaingnya. Borneo FC sebenarnya tampil lebih agresif secara statistik dengan kemenangan besar 7-1 di laga terakhir, tetapi tetap gagal merebut gelar.
Dengan total 79 poin dari 34 pertandingan, kedua tim memiliki catatan identik di klasemen akhir. Namun, aturan head to head membuat hasil pertemuan langsung menjadi penentu utama.
“Kalau memakai standar liga Eropa, juara seharusnya ditentukan lewat selisih gol. Tapi di Indonesia, head to head jadi acuan utama,” demikian analisis yang berkembang di kalangan pengamat sepak bola.
Situasi ini menunjukkan bahwa kemenangan di laga krusial lebih menentukan dibanding sekadar produktivitas gol. Persib dinilai lebih matang dalam menghadapi pertandingan penting sepanjang musim.
Baca Juga: Yamaha Aerox Cyber City 2026 Disebut Paling Value for Money, Fitur ABS dan Keyless Jadi Alasan Utama
GBLA Jadi Benteng Angker, Teja Paku Alam Pecahkan Rekor
Keberhasilan Persib Bandung hattrick juara BRI Super League 2026 tidak lepas dari keangkeran Stadion GBLA. Dari total 17 laga kandang, Persib mencatatkan 15 kemenangan dan 2 hasil imbang tanpa satu pun kekalahan.
Statistik tersebut mempertegas dominasi Maung Bandung di kandang sendiri. Bahkan, hanya dua tim yang mampu mencuri poin di Bandung sepanjang musim, yakni Arema FC dan Persikabo Jepara.
Di balik kokohnya lini pertahanan, nama Teja Paku Alam menjadi sorotan utama. Kiper andalan Persib itu mencatatkan 18 clean sheet sepanjang musim, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang kiper legendaris Persipura dengan 17 clean sheet.
Catatan tersebut menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Persib mempertahankan konsistensi hingga akhir kompetisi.
“Menjaga 18 laga tanpa kebobolan di kompetisi seketat ini adalah pencapaian luar biasa,” ujar pengamat sepak bola nasional.
Bojan Hodak dan Plot Twist Legenda Made Wirawan
Di balik Persib Bandung hattrick juara BRI Super League 2026, sosok pelatih Bojan Hodak menjadi arsitek utama kesuksesan tim. Pelatih asal Kroasia itu berhasil mengubah Persib dari tim papan bawah pada 2023 menjadi kekuatan dominan dalam tiga musim terakhir.
Saat pertama datang, Persib berada di peringkat 16 atau zona degradasi. Namun dalam waktu singkat, Hodak mampu membalikkan keadaan dan membawa tim meraih tiga gelar liga berturut-turut.
Rekor ini menjadikannya pelatih asing pertama yang sukses mencatatkan hattrick juara di Indonesia.
Namun, cerita paling unik datang dari Made Wirawan. Legenda Persib itu mencatatkan sejarah langka dengan berkontribusi dalam empat gelar juara dengan tiga peran berbeda.
Pada 2014, Made menjadi kiper utama. Kemudian di musim 2023 dan 2024, ia berperan sebagai pelatih kiper. Sementara di musim 2026, ia kembali turun sebagai pemain aktif sekaligus pelatih dalam situasi darurat.
Fenomena ini disebut sebagai “plot twist paling tidak masuk akal dalam sepak bola Indonesia”.
Persib Bandung hattrick juara BRI Super League 2026 menegaskan dominasi Maung Bandung sebagai penguasa sepak bola nasional di era modern. Dengan total 10 gelar liga sepanjang sejarah, termasuk lima di era profesional, Persib kini berada di level yang sulit ditandingi.
Keberhasilan ini bukan hanya soal taktik dan statistik, tetapi juga mental juara, konsistensi, serta peran individu luar biasa di dalam tim.
“Target kami jelas, mempertahankan gelar dan terus mencetak sejarah,” menjadi semangat yang kini digaungkan oleh skuad Persib.
Dengan dominasi yang terus berlanjut, publik kini menanti apakah era kejayaan Persib akan berlanjut, atau justru ada klub lain yang mampu menghentikan laju Maung Bandung di musim berikutnya.
Editor : Axsha Zazhika