JAKARTA - Persib Bandung resmi menjadi juara Super League musim 2025-2026 setelah mengumpulkan 79 poin hingga akhir kompetisi. Kepastian gelar itu diraih usai Maung Bandung bermain imbang 0-0 pada laga terakhir, sekaligus menutup musim dengan catatan pertahanan terbaik dan produktivitas gol yang meningkat dibanding musim-musim sebelumnya.
Persib Bandung memastikan trofi juara lewat koleksi 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan sepanjang musim. Meski mendapat tekanan kuat dari Borneo FC Samarinda hingga pekan terakhir, Persib tetap mampu mempertahankan posisi puncak klasemen.
Persaingan menuju gelar Super League musim ini berlangsung sengit. Borneo FC bahkan berhasil menyamai raihan 79 poin Persib Bandung dan tampil sebagai tim paling produktif dengan torehan 74 gol sepanjang musim.
Persib Bandung Kunci Gelar Juara dengan Pertahanan Terbaik
Keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League musim 2025-2026 tidak lepas dari solidnya lini pertahanan. Maung Bandung mencatat rekor kebobolan paling sedikit sepanjang kompetisi dengan hanya 22 gol.
Catatan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membawa Persib tampil konsisten sejak awal musim. Statistik itu juga menyamai rekor pertahanan Persib Bandung pada musim 2021-2022 saat finis sebagai runner-up di bawah Bali United.
Namun, perbedaan terbesar musim ini terletak pada produktivitas serangan. Persib tampil lebih tajam dibanding musim sebelumnya sehingga mampu mengubah kekuatan lini belakang menjadi modal untuk merebut gelar juara.
Dengan total 24 kemenangan dari 34 pertandingan, Persib menunjukkan dominasi yang stabil sepanjang kompetisi. Hasil imbang tanpa gol pada laga terakhir sudah cukup memastikan posisi mereka tetap berada di puncak klasemen akhir.
Keberhasilan tersebut juga menjadi penegasan keberhasilan tim setelah perubahan pelatih yang terjadi tiga musim lalu saat kursi kepelatihan berganti dari Luis Milla.
Borneo FC Jadi Penantang Terkuat Hingga Pekan Terakhir
Di balik sukses Persib Bandung, performa Borneo FC Samarinda turut mendapat sorotan besar. Klub asal Kalimantan itu menjadi pesaing paling konsisten dalam perebutan gelar hingga pertandingan terakhir musim ini.
Borneo FC berhasil mengoleksi 25 kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan. Mereka bahkan tercatat sebagai tim paling produktif di Super League dengan total 74 gol dan kebobolan 31 kali.
Penampilan impresif Borneo FC dinilai mengejutkan banyak pihak karena mereka mampu bersaing dengan klub-klub besar yang memiliki anggaran lebih besar. Konsistensi permainan sepanjang musim membuat Borneo terus memberi tekanan kepada Persib Bandung dalam perebutan gelar.
“Borneo FC memberikan perlawanan hingga detik terakhir terhadap Persib Bandung,” demikian penilaian dalam ulasan pertandingan akhir musim.
Meski gagal menjadi juara, performa Borneo FC musim ini tetap mendapat apresiasi luas. Klub berjuluk Pesut Etam itu dianggap berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi salah satu kekuatan baru di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Selebrasi Juara Persib Bandung Meriah, Fokus Berikutnya ACL2
Selebrasi juara langsung dilakukan para pemain Persib Bandung setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan. Suasana perayaan berlangsung meriah meski laga terakhir berakhir tanpa gol.
Sorotan juga tertuju kepada penjaga gawang Persib yang tampil konsisten sepanjang musim. Penampilan solid lini belakang membuat Persib diyakini memiliki modal kuat untuk tampil di kompetisi Asia, termasuk ACL2 musim mendatang.
Hasil akhir 0-0 pada pertandingan penutup tidak mengurangi euforia bobotoh dan skuad Persib Bandung. Gelar ini menjadi bukti keberhasilan tim menjaga konsistensi permainan di tengah ketatnya persaingan Super League.
Selain mengamankan trofi juara, Persib juga menorehkan identitas sebagai tim dengan pertahanan paling kokoh di liga. Kombinasi lini belakang disiplin dan produktivitas serangan menjadi kunci utama keberhasilan Maung Bandung musim ini.
Dengan pencapaian tersebut, Persib Bandung kini bersiap menghadapi tantangan baru di level Asia. Dukungan besar bobotoh dan performa stabil sepanjang musim menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan yang lebih tinggi pada musim berikutnya.
Editor : Novica Satya Nadianti