JAKARTA - Pelatih Persib Bandung, Boyan Hodak, meminta para pemainnya tetap fokus menghadapi Persijap Jepara meski euforia juara mulai terasa di Kota Bandung. Boyan bahkan menyebut pembahasan soal konvoi dan parade juara Persib Bandung sebelum kompetisi berakhir sebagai hal yang bisa membahayakan konsentrasi tim.
Laga Persib Bandung kontra Persijap Jepara menjadi pertandingan penentu gelar Super League musim 2025-2026. Meski atmosfer di Stadion Gelora Bandung Lautan Api sudah dipenuhi antusiasme bobotoh, Boyan menegaskan timnya tetap menjalani persiapan secara normal tanpa perlakuan khusus.
Pelatih asal Kroasia itu menyebut pertandingan melawan Persijap Jepara tetap bernilai sama seperti laga lainnya. Menurutnya, seluruh pertandingan hanya memiliki target satu hal, yakni meraih tiga poin demi menjaga posisi di puncak klasemen.
Boyan Hodak Minta Persib Bandung Tetap Fokus
Jelang laga penentuan melawan Persijap Jepara, Boyan Hodak menolak anak asuhnya terlena oleh suasana pesta juara yang mulai ramai dibicarakan publik. Ia menilai pembahasan konvoi juara justru bisa memberikan tekanan tambahan kepada para pemain Persib Bandung.
“Dengar itu sepenuhnya omong kosong. Kita belum memenangkan apa pun,” tegas Boyan Hodak.
Menurut Boyan, terlalu banyak pembicaraan soal parade juara berpotensi membuat pemain kehilangan fokus. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi Persijap Jepara untuk memberikan kejutan di laga terakhir.
Persib memang sedang berada dalam tren positif. Maung Bandung tercatat tidak terkalahkan dalam 19 hingga 20 pertandingan terakhir. Catatan itu membuat kepercayaan diri tim meningkat menjelang laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Namun, Boyan menegaskan tugasnya saat ini bukan memompa semangat pemain, melainkan menjaga mereka tetap tenang agar tidak terlalu percaya diri menghadapi tekanan pertandingan besar.
“Semua orang ingin tampil di pertandingan ini. Jadi saya tidak perlu memotivasi mereka, saya justru harus menenangkan mereka,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Persijap Jepara Dinilai Lebih Berbahaya dari Borneo FC
Meski Persib Bandung diunggulkan, Boyan Hodak menganggap Persijap Jepara bukan lawan yang bisa diremehkan. Ia bahkan menyebut Laskar Kalinyamat memiliki potensi berbahaya dan lebih baik dibanding Borneo FC dalam beberapa aspek permainan.
Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Pada putaran pertama lalu, Persijap menjadi salah satu dari sedikit tim yang berhasil mengalahkan Persib Bandung musim ini. Kekalahan itu masih membekas dalam ingatan Boyan dan menjadi pengingat agar timnya tidak lengah.
Selain itu, Persijap juga baru saja menahan imbang Borneo FC pada pertandingan sebelumnya. Hasil tersebut dinilai menunjukkan kualitas dan mental bertanding Persijap yang terus berkembang menjelang akhir musim.
“Persijap adalah tim yang bagus. Mereka lebih baik daripada Borneo. Mereka memiliki beberapa hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir,” kata Boyan.
Karena itu, Boyan meminta seluruh pemain Persib Bandung melupakan pembicaraan mengenai pesta juara dan fokus penuh menghadapi pertandingan terakhir. Ia khawatir pemberitaan besar-besaran soal konvoi justru membuat pemain besar kepala sebelum gelar benar-benar diamankan.
Federico Barba Utamakan Gelar Juara Dibanding Penghargaan Individu
Sementara itu, bek Persib Bandung, Federico Barba, juga menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membawa Persib meraih gelar juara, bukan mengejar penghargaan individu.
Nama Federico Barba memang masuk dalam nominasi pemain terbaik Super League musim ini. Meski mengaku senang dengan pencapaian tersebut, pemain asal Italia itu memilih mengesampingkan ambisi pribadi demi keberhasilan tim.
Menurut Barba, kesuksesan kolektif Persib Bandung jauh lebih penting dibanding penghargaan individu. Ia percaya prestasi pribadi akan mengikuti jika tim berhasil mencapai target utama musim ini.
“Dasarnya adalah pencapaian tim. Apa yang dicapai tim lebih penting daripada individu,” ujar Federico Barba.
Barba juga menegaskan seluruh pemain Persib Bandung telah siap secara mental untuk berjuang hingga pertandingan terakhir. Ia ingin menutup musim dengan manis bersama seluruh elemen tim dan bobotoh yang terus memberikan dukungan penuh sepanjang musim.
Atmosfer di Stadion Gelora Bandung Lautan Api sendiri tetap dipenuhi antusiasme suporter meski hujan mengguyur Bandung. Ribuan bobotoh mulai memadati kawasan stadion sejak sore hari untuk memberikan dukungan kepada Maung Bandung dalam laga penentuan gelar Super League musim ini.
Editor : Novica Satya Nadianti