MALANG - Arema FC menutup musim Super League 2025-2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan, Jumat 22 Mei 2026. Kemenangan ini semakin spesial setelah pelatih Marcos Santos menyebut jiwa Kanjuruhan kembali bangkit berkat dukungan besar Aremania yang memadati stadion.
Laga Arema FC vs PSIM Yogyakarta sukses menarik perhatian ribuan suporter. Sebanyak 6.502 penonton hadir langsung di Stadion Kanjuruhan untuk memberikan dukungan kepada Singo Edan pada pertandingan penutup musim.
Atmosfer stadion terlihat begitu hidup, terutama di Tribun Utara yang dipenuhi Aremania tanpa menyisakan banyak bangku kosong. Selain Tribun Utara, Tribun Timur dan Tribun Selatan juga dipadati pendukung Arema FC yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
Marcos Santos Sebut Jiwa Kanjuruhan Kembali Hidup
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku terkesan dengan antusiasme Aremania yang hadir langsung di Stadion Kanjuruhan. Menurutnya, dukungan luar biasa dari suporter membuat para pemain tampil penuh semangat di lapangan.
Marcos menyebut Arema FC perlahan berhasil mengembalikan atmosfer dan jiwa Kanjuruhan yang sempat meredup. Dukungan suporter dinilai menjadi kekuatan penting bagi tim sepanjang musim.
“Para pemain menjadi lebih termotivasi dan tampil seperti gladiator di lapangan,” ujar Marcos Santos usai pertandingan.
Pelatih asal Brasil itu juga mengakui musim ini berjalan tidak mudah bagi Arema FC. Ia menyinggung berbagai persoalan yang dihadapi tim, mulai dari tekanan hasil pertandingan hingga badai cedera pemain.
Meski demikian, Marcos tetap bersyukur Arema FC mampu menutup musim di papan tengah klasemen. Singo Edan kini berada di posisi kesembilan klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan koleksi 48 poin.
Catatan tersebut menjadi peningkatan dibanding musim sebelumnya saat Arema FC finis di peringkat ke-10 dengan 47 poin.
Adi Satrio Tampil Gemilang di Bawah Mistar
Dalam pertandingan melawan PSIM Yogyakarta, penjaga gawang Adi Satrio menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Kiper yang dipercaya menggantikan Lucas Frigeri itu tampil cukup solid sepanjang laga.
Meski sempat kebobolan satu gol pada babak kedua, Adi berhasil melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Arema FC.
Mantan kiper PSIS Semarang tersebut mengaku dukungan Aremania memberi tambahan energi bagi dirinya dan para pemain lain di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk para suporter dan keluarga yang hadir di stadion. Berkat dukungan kalian semua kami mendapatkan tenaga ekstra,” kata Adi Satrio.
Performa Adi Satrio dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan Arema FC pada laga penutup musim ini.
Sementara itu, tiga gol kemenangan Singo Edan masing-masing dicetak oleh Jul Vinicius pada babak pertama, lalu Dalberto dan Valdesi Moreira pada babak kedua. Adapun gol balasan PSIM Yogyakarta dicetak oleh Kof di babak kedua.
Arema FC Siapkan Evaluasi untuk Musim Depan
Usai pertandingan, Marcos Santos juga menyinggung rencana evaluasi skuad Arema FC untuk menghadapi musim depan. Ia mengaku akan segera berdiskusi dengan manajemen terkait komposisi pemain yang dipertahankan.
Menurut Marcos, perjalanan Arema FC musim ini penuh tantangan. Selain menghadapi jadwal berat, tim juga sempat diterpa berbagai persoalan internal dan cedera pemain.
Namun, ia tetap optimistis Arema FC memiliki potensi untuk menjadi tim yang lebih kuat pada musim mendatang. Bahkan Marcos mengaku memilih bertahan karena melihat besarnya dukungan masyarakat Malang terhadap klub.
Pelatih asal Brasil itu juga mengapresiasi loyalitas Aremania yang terus mendukung tim dalam situasi sulit sekalipun. Dukungan tersebut dianggap menjadi fondasi penting untuk membangun Arema FC yang lebih kompetitif.
Kemenangan atas PSIM Yogyakarta pun menjadi penutup manis bagi Arema FC di musim 2025-2026. Atmosfer Stadion Kanjuruhan yang kembali penuh diyakini menjadi sinyal positif kebangkitan Singo Edan menuju musim baru.
Editor : Novica Satya Nadianti