MALANG - Puluhan Aremania mendatangi sesi latihan Arema FC di Pakis, Kabupaten Malang, usai kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya. Kedatangan suporter tersebut menjadi bentuk kekecewaan sekaligus desakan agar pemain dan manajemen segera berbenah sebelum menghadapi laga berikutnya melawan Persik Kediri.
Aksi Aremania berlangsung dengan membawa bendera dan spanduk di area latihan tim. Mereka meminta seluruh pemain tampil lebih ngotot dan bermain dengan hati demi menjaga harga diri klub berjuluk Singo Edan tersebut.
Kekalahan dari Persebaya dalam lanjutan Liga Super menjadi pukulan berat bagi Arema FC. Apalagi pertandingan tersebut berlangsung saat Singo Edan berstatus tuan rumah, meski digelar di Stadion I Wayan Dipta, Bali, karena Arema belum mendapat izin bermain di Stadion Kanjuruhan.
Aremania Desak Pemain Arema FC Berjuang Lawan Persik Kediri
Kedatangan puluhan Aremania di lokasi latihan berlangsung dalam suasana penuh tekanan. Para suporter meminta pemain Arema FC segera bangkit dan menunjukkan mental bertarung pada pertandingan berikutnya.
Beberapa suporter terdengar menyampaikan pesan langsung kepada para pemain agar tampil lebih bersemangat ketika menghadapi Persik Kediri.
“Minta tolong, Mas. Main pakai hati. Lawan Persik Kediri jangan loyo,” teriak salah satu Aremania di lokasi latihan.
Aremania juga menegaskan bahwa pertandingan melawan Persik Kediri menjadi laga penting untuk memulihkan kepercayaan suporter setelah hasil buruk kontra Persebaya Surabaya.
Selain meminta evaluasi permainan, suporter juga berharap seluruh elemen tim mulai dari pemain hingga manajemen memiliki tekad yang sama untuk membawa Arema FC kembali tampil kompetitif.
Aksi tersebut menunjukkan besarnya perhatian Aremania terhadap kondisi tim kesayangan mereka di tengah kompetisi Liga Super yang semakin ketat.
John Alfarizi Minta Maaf dan Janji Berikan Tiga Poin
Di hadapan Aremania, pemain senior Arema FC, John Alfarizi, menyampaikan permintaan maaf atas hasil buruk yang didapat tim saat melawan Persebaya.
Kapten tim itu mengakui seluruh pemain merasakan kekecewaan dan rasa malu setelah menelan kekalahan telak dalam pertandingan sebelumnya.
“Semua sudah merasakan sakitnya kemarin, rasanya bagaimana, malunya bagaimana,” ujar John Alfarizi di depan para suporter.
Ia juga menyebut kedatangan Aremania ke sesi latihan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad Singo Edan untuk segera bangkit.
Menurut Alfarizi, seluruh pemain bersama pelatih telah sepakat untuk tampil habis-habisan demi meraih kemenangan saat menghadapi Persik Kediri.
“Saya akan meyakinkan teman-teman di sini, pelatih, teman-teman pemain, lawan Kediri kita harus fight satu tekad memberikan tiga poin untuk Arema,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Aremania yang berharap tim benar-benar menunjukkan perubahan pada pertandingan berikutnya.
Kekalahan dari Persebaya Jadi Sorotan Besar Arema FC
Sebelumnya, Arema FC harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-4 dalam laga lanjutan Liga Super yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa 28 April.
Hasil tersebut memicu kritik keras dari suporter karena permainan Singo Edan dianggap jauh dari harapan. Kekalahan besar dari rival sesama Jawa Timur itu juga menambah tekanan terhadap manajemen dan tim pelatih.
Situasi Arema FC musim ini memang tidak mudah. Selain performa yang belum stabil, tim juga masih belum bisa sepenuhnya kembali bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Arema FC Tutup Musim dengan Kemenangan 3-1 atas PSIM, Aremania Bikin Stadion Kanjuruhan Bergemuruh
Kondisi tersebut membuat atmosfer pertandingan kandang Arema terasa berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Dukungan langsung Aremania di Malang dinilai menjadi salah satu faktor penting yang selama ini mampu meningkatkan motivasi pemain.
Meski begitu, Aremania tetap menunjukkan loyalitas mereka dengan datang langsung ke sesi latihan untuk memberikan kritik sekaligus dukungan moral kepada tim.
Pertandingan melawan Persik Kediri kini menjadi momentum penting bagi Arema FC untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali menjaga harga diri Singo Edan di kompetisi Liga Super.
Editor : Novica Satya Nadianti