TRENGGALEK NJENGGELEK - Preview Grup H Piala Dunia 2026 menjadi sorotan pecinta sepak bola dunia setelah hasil undian menempatkan Spanyol, Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde dalam satu grup.
Di atas kertas, Spanyol menjadi tim paling diunggulkan untuk melangkah mulus ke fase gugur bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia.
Status tersebut bukan tanpa alasan. Tim Matador datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal sebagai salah satu kekuatan terbaik Eropa.
Di bawah arahan Luis de la Fuente, Spanyol mengalami transformasi permainan yang membuat mereka semakin berbahaya, terutama setelah sukses menjuarai Euro 2024.
Menariknya, skuad Spanyol kali ini menciptakan sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, tidak ada satu pun pemain Real Madrid yang masuk dalam daftar skuad La Furia Roja.
Keputusan berani Luis de la Fuente sempat memicu perdebatan, namun sang pelatih menegaskan bahwa inilah komposisi terbaik yang dimiliki negaranya saat ini.
Spanyol Andalkan Generasi Emas Baru
Mengusung formasi 4-2-3-1, Spanyol tetap mempertahankan identitas permainan penguasaan bola. Namun, gaya bermain mereka kini lebih cepat dan langsung dibanding era sebelumnya yang identik dengan operan pendek tanpa henti.
Peran Rodri dan Pedri menjadi kunci keseimbangan permainan. Rodri bertugas mengatur ritme dari lini tengah sekaligus menjadi motor transisi permainan. Sementara Pedri menjadi penghubung antarlini yang mampu menciptakan peluang melalui umpan-umpan kreatif.
Di sektor sayap, Spanyol memiliki senjata mematikan berupa Lamine Yamal dan Nico Williams. Kecepatan serta kemampuan penetrasi keduanya membuat pertahanan lawan sulit mengantisipasi serangan yang datang dari berbagai arah.
Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, banyak pengamat menilai Spanyol akan menjadi penguasa Grup H dan berpeluang besar melangkah jauh di turnamen.
Uruguay Mengandalkan Filosofi Marcelo Bielsa
Meski Spanyol diunggulkan, Uruguay tetap menjadi ancaman serius. Tim berjuluk La Celeste itu akan menjalani Piala Dunia terakhir bersama Marcelo Bielsa yang dikabarkan bakal mengakhiri masa kepelatihannya setelah turnamen usai.
Bielsa membawa perubahan besar dalam permainan Uruguay. Jika sebelumnya dikenal sebagai tim yang mengandalkan fisik dan pragmatisme, kini Uruguay tampil lebih agresif dengan tekanan tinggi serta transisi cepat.
Filosofi "Bielsa Ball" membuat Uruguay mampu mencatat sejumlah hasil impresif sejak 2023. Bahkan Lionel Messi pernah mengakui kesulitan menghadapi intensitas permainan yang diterapkan Bielsa.
Federico Valverde diprediksi menjadi figur sentral di lini tengah. Gelandang Real Madrid tersebut dikenal memiliki stamina luar biasa, kemampuan bertahan yang baik, serta tendangan jarak jauh berbahaya. Selain Valverde, Maximiliano Araujo juga menjadi andalan untuk membongkar pertahanan lawan melalui kecepatan dan kemampuan dribelnya.
Target realistis Uruguay adalah mengamankan posisi runner-up Grup H di belakang Spanyol.
Arab Saudi Berharap Ulangi Kejutan Bersejarah
Arab Saudi datang dengan ambisi mengulang pencapaian bersejarah mereka pada Piala Dunia 1994 saat mampu menembus fase gugur.
Namun persiapan mereka sempat menjadi sorotan setelah federasi memutuskan mengganti pelatih menjelang turnamen. Posisi pelatih kini dipegang Giorgios Donis yang dipercaya karena memiliki pengalaman panjang di sepak bola Saudi.
Mengandalkan skema 4-3-3, Arab Saudi diperkirakan akan bermain lebih defensif saat menghadapi Spanyol maupun Uruguay. Strategi bertahan rapat dan serangan balik cepat menjadi senjata utama The Green Falcons.
Firas Al-Buraikan akan menjadi tumpuan di lini depan berkat kecepatan dan insting mencetak golnya. Sementara Salem Al-Dawsari, pahlawan kemenangan Arab Saudi atas Argentina pada Piala Dunia 2022, masih menjadi sosok penting yang memberikan pengalaman dan kreativitas dalam serangan.
Tanjung Verde Siap Menikmati Debut Bersejarah
Tanjung Verde atau Cape Verde menjadi salah satu debutan paling menarik di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan berpenduduk sekitar 530 ribu jiwa itu berhasil mengejutkan banyak pihak setelah lolos sebagai juara grup pada kualifikasi zona Afrika.
Pelatih Bubista kemungkinan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan pendekatan bertahan menggunakan blok rendah. Strategi tersebut terbukti efektif membawa Tanjung Verde melaju hingga perempat final Piala Afrika 2023.
Dua pemain yang diperkirakan menjadi andalan adalah Logan Costa dan Sidney Cabral. Keduanya memiliki kemampuan bertahan yang solid sekaligus mampu membantu serangan melalui distribusi bola dan transisi cepat.
Meski tidak dibebani target tinggi, Tanjung Verde berpotensi menjadi batu sandungan bagi tim-tim yang meremehkan mereka.
Melihat kualitas skuad dan performa terkini, Spanyol memang masih menjadi favorit utama untuk memuncaki Grup H Piala Dunia 2026. Namun Uruguay dipastikan tidak akan menyerah begitu saja, sementara Arab Saudi dan Tanjung Verde siap menciptakan kejutan yang dapat mengubah peta persaingan kapan saja.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan