BANDUNG - Jagat sepak bola Indonesia kembali diguncang oleh dinamika panasnya bursa transfer Persib Bandung jelang bergulirnya musim kompetisi 2026-2027. Sederet rumor mengejutkan mengiringi persiapan Maung Bandung, mulai dari perburuan kiper baru hingga potensi hengkangnya beberapa pemain pilar yang mencari tantangan baru demi menit bermain yang lebih kompetitif.
Kabar mengenai transfer Persib Bandung menjadi pusat perhatian publik setelah muncul rumor bahwa kiper andalan Borneo FC, Nadeo Argawinata, sempat menjalin komunikasi intens dengan manajemen Maung Bandung. Langkah ini dinilai sebagai upaya manajemen untuk memberikan persaingan ketat bagi Teja Paku Alam di bawah mistar gawang. Namun, di tengah antusiasme Bobotoh yang sempat menyambut hangat kabar tersebut, laporan terbaru justru menyebutkan bahwa kiper timnas Indonesia itu kemungkinan besar akan tetap bertahan di Borneo FC setelah mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak.
Selain rumor kiper, dinamika transfer Persib Bandung juga diwarnai dengan kabar dilepasnya bek potensial, Alfeandra Dewangga. Pemain berusia 24 tahun itu disebut-sebut menjadi target utama Arema FC yang tengah membangun kekuatan baru. Dewangga, yang minim menit bermain sepanjang musim lalu, dikabarkan ingin mencari klub baru demi mengembalikan performa terbaiknya.
Alfeandra Dewangga dan Tantangan di Arema FC
Rumor hengkangnya Alfeandra Dewangga dari Bandung memang cukup santer. Sepanjang musim 2025-2026, Dewangga hanya mencatatkan 12 penampilan di semua kompetisi, angka yang tergolong minim bagi pemain sekaliber dirinya yang pernah menyumbang emas SEA Games untuk Indonesia. Baginya, sepak bola adalah tentang bermain di lapangan, bukan sekadar menghuni bangku cadangan.
Arema FC melihat situasi ini sebagai peluang emas. Singo Edan dikabarkan menjadikan Dewangga sebagai prioritas utama untuk memperkuat lini tengah. Namun, proses transfer ini tidak akan berjalan mulus. Dewangga masih terikat kontrak resmi di Persib hingga 31 Mei 2027. Artinya, Arema FC harus mengeluarkan dana tebusan yang tidak sedikit untuk memboyongnya. Berdasarkan taksiran pasar, nilai transfer Dewangga berada di kisaran Rp3,48 miliar hingga Rp3,91 miliar. Angka yang cukup fantastis untuk ukuran pemain lokal, namun dianggap sebagai investasi sepadan bagi tim yang membutuhkan mental juara.
Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Bonus Rp1 Miliar
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, Persib Bandung juga sempat menjadi sorotan terkait isu bonus Rp1 miliar yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sempat muncul spekulasi liar bahwa dana tersebut berasal dari anggaran Bank BJB. Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi tegas.
Ia memastikan bahwa bonus Rp1 miliar untuk Pangeran Biru adalah uang pribadi yang dikumpulkan dari hasil tabungan jangka panjang serta pendapatan dari usaha peternakan sapi miliknya. Dedi menegaskan, tidak ada campur tangan anggaran pemerintah maupun dana pihak ketiga dalam pemberian bonus tersebut. Proses penyerahan dana itu pun dilakukan secara transparan melalui kanal media sosial pribadinya untuk menghindari fitnah.
Persaingan dengan Persija dan Dominasi Adam Alis
Sementara Persib sibuk membenahi skuad, rival abadi mereka, Persija Jakarta, juga tidak tinggal diam. Macan Kemayoran dilaporkan tengah membidik pelatih kelas dunia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, untuk menggantikan Mauricio Souza yang dinilai gagal memenuhi target musim lalu. Kehadiran pelatih sekaliber STY di Liga 1 tentu akan mengubah peta persaingan musim depan menjadi jauh lebih kompetitif.
Di sisi lain, prestasi individu pemain Persib juga mendapat pengakuan internasional. Gelandang lincah Adam Alis baru-baru ini memimpin perolehan suara dalam jajak pendapat AFC untuk kategori "Magic Moment of the Season". Dengan raihan suara mencapai 99,38%, ia sukses mengungguli mega bintang dunia Cristiano Ronaldo dalam kategori tersebut. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran militansi Bobotoh yang terus memberikan dukungan masif bagi pemain kebanggaan mereka.
Persib Bandung kini dihadapkan pada jadwal yang sangat padat musim depan. Dengan partisipasi di liga domestik, Piala Liga, serta kompetisi Asia seperti ACL 2 dan ASEAN Club Championship, manajemen dituntut untuk cerdas dalam mengelola komposisi pemain. Apakah manajemen akan mempertahankan Dewangga untuk kedalaman skuad, atau justru merelakannya pergi demi memberikan ruang bagi pemain baru? Bursa transfer masih terus berlanjut, dan kejutan di kubu Maung Bandung tampaknya masih akan terus berlanjut hingga detik terakhir jendela transfer ditutup.
Editor : Vicky Permana Saputra