JAKARTA - Balapan Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park menyisakan cerita dramatis bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Meski harus menjalani hukuman long lap penalty yang membuat posisinya merosot jauh ke belakang, Feda tetap mampu mengamankan satu poin penting setelah finis di posisi ke-15.
Nasib Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026 menjadi sorotan penggemar balap motor Tanah Air. Pembalap Honda Team Asia tersebut harus menerima sanksi long lap penalty (LLP) usai sesi kualifikasi karena dianggap mengganggu laju pembalap lain saat berada di lintasan.
Keputusan tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar. Namun di tengah kontroversi yang berkembang, Feda menunjukkan sikap profesional dan mentalitas kuat sepanjang balapan berlangsung.
Awal Mula Penalti Veda Ega Pratama
Drama bermula setelah sesi kualifikasi kedua (Q2) Moto3 Hungaria. Saat itu Feda tampil kompetitif dan sempat menempati posisi teratas dalam catatan waktu sementara.
Namun Race Direction kemudian menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada pembalap asal Gunungkidul tersebut. Berdasarkan keputusan resmi, Feda dinilai berkendara terlalu lambat di salah satu sektor lintasan sehingga dianggap mengganggu pembalap lain yang sedang mencatatkan waktu.
Sanksi tersebut membuat posisi start Feda menjadi kurang ideal dan menambah tantangan dalam balapan utama yang berlangsung pada Minggu malam.
Tampil Agresif Sejak Awal Balapan
Saat lampu start padam, Feda langsung menunjukkan determinasi tinggi. Memulai balapan dari posisi kesembilan, ia mampu menembus kelompok depan dan sempat naik hingga posisi keenam pada lap-lap awal.
Penampilan agresif pembalap Honda Team Asia itu mendapat perhatian komentator internasional. Feda terlihat percaya diri melakukan pengereman terlambat dan memanfaatkan celah sempit untuk menyalip sejumlah rival.
Sayangnya, momentum tersebut harus terhenti ketika papan informasi lintasan memerintahkan dirinya menjalani long lap penalty.
Hukuman itu membuat Feda kehilangan beberapa detik yang sangat berharga. Dalam kelas Moto3 yang memiliki persaingan sangat rapat, kehilangan waktu tiga detik dapat berarti kehilangan banyak posisi sekaligus.
Usai keluar dari jalur penalti, Feda langsung melorot hingga posisi ke-17 dan harus memulai perjuangan dari kelompok belakang.
Bangkit dan Kejar Zona Poin
Meski kehilangan banyak posisi, Feda tidak menyerah. Pembalap berusia 17 tahun tersebut terus berusaha memangkas jarak dengan rombongan di depannya.
Pada pertengahan balapan, ia berhasil naik ke posisi ke-16 sebelum kembali memperbaiki posisinya ke urutan ke-15. Konsistensi dan keberaniannya dalam melakukan manuver mendapat pujian dari berbagai pihak.
Data telemetri yang diamati tim Honda Team Asia bahkan menunjukkan bahwa Feda tetap tampil agresif setelah menjalani hukuman, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehilangan kepercayaan diri.
Mentalitas tersebut menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi oleh timnya.
Drama Besar di Lap Terakhir
Puncak ketegangan terjadi saat balapan memasuki lap terakhir. Di depan, persaingan memperebutkan posisi podium berlangsung sengit antara beberapa pembalap Eropa.
Namun menjelang garis finis, insiden besar terjadi. Sejumlah pembalap yang sedang bertarung di grup depan terlibat kecelakaan sehingga gagal menyelesaikan balapan.
Kecelakaan tersebut mengubah hasil akhir secara signifikan. Feda yang sebelumnya berada di luar zona poin akhirnya terdongkrak ke posisi ke-15 dan berhak memperoleh satu poin tambahan untuk klasemen kejuaraan dunia.
Sementara itu, kemenangan balapan berhasil diamankan oleh pembalap muda Spanyol, Máximo Quiles. Posisi kedua diraih David Almansa, sedangkan podium ketiga menjadi milik Álvaro Carpe.
Aoyama Puji Mental Baja Feda
Usai balapan, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi tinggi kepada pembalap Indonesia tersebut.
Menurutnya, hasil yang diraih Feda bukan hanya soal tambahan satu poin, tetapi juga bukti ketangguhan mental saat menghadapi situasi sulit.
Aoyama menilai Feda mampu tetap fokus dan terus berjuang meskipun harus menerima hukuman yang merugikan. Sikap tersebut menunjukkan kualitas seorang pembalap yang siap bersaing di level tertinggi.
Modal Berharga Menuju Seri Berikutnya
Tambahan satu poin memang terlihat kecil secara angka. Namun hasil tersebut menjadi modal penting bagi Feda Ega Pratama dalam persaingan klasemen Moto3 musim 2026.
Lebih dari itu, balapan di Hungaria memperlihatkan bahwa pembalap Indonesia tersebut memiliki daya juang tinggi dan kemampuan bangkit saat menghadapi tekanan besar.
Dengan sejumlah seri yang masih tersisa, peluang Feda untuk terus memperbaiki posisinya di klasemen dunia Moto3 masih terbuka lebar.
Editor : Divka Vance Yandriana