JAKARTA - Nama Ciro Alves kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, khususnya Bobotoh. Penyerang asal Brasil itu dinilai lebih layak menyandang predikat pemain terbaik Liga 1 dibandingkan Francisco Rivera pada musim saat Persib Bandung berhasil meraih gelar juara.
Perdebatan muncul karena statistik Ciro Alves jauh lebih menonjol dibandingkan Rivera. Bersama Persib Bandung, Ciro tampil impresif dengan mencatatkan 17 gol dan 12 assist sepanjang musim. Sementara Francisco Rivera yang memperkuat Madura United hanya membukukan sembilan gol dan 11 assist.
Tak hanya itu, pada partai final Liga 1, Ciro Alves juga tampil menentukan. Ia mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist yang membantu Persib mengunci gelar juara. Di sisi lain, Rivera tidak mencatatkan kontribusi gol maupun assist dalam laga puncak tersebut.
Peran Besar Ciro Alves di Persib Bandung
Bagi banyak Bobotoh, nilai lebih Ciro bukan sekadar statistik. Pemain berusia 35 tahun itu dianggap sebagai sosok yang selalu bermain dengan hati dan mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.
Momen yang paling dikenang terjadi pada leg kedua final melawan Madura United. Dalam pertandingan tersebut, Ciro memilih memberikan dua assist matang kepada rekan-rekannya daripada mengejar gol pribadi.
Assist pertama diberikan kepada Marc Klok, sedangkan assist kedua sukses dikonversi menjadi gol oleh Beckham Putra. Padahal, dalam beberapa situasi, Ciro memiliki peluang terbuka untuk mencetak gol sendiri.
Air mata yang terlihat usai Persib memastikan gelar juara menjadi bukti kecintaan dan dedikasi Ciro terhadap klub berjuluk Maung Bandung tersebut.
Sosok Teddy Tjahjono yang Terlupakan
Di balik keberhasilan Persib meraih gelar juara, terdapat sosok penting yang jarang mendapat sorotan publik, yakni Teddy Tjahjono.
Saat menjabat sebagai Direktur Olahraga PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas tim. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah menyelesaikan persoalan kontrak David da Silva yang sempat memanas menjelang Championship Series.
Tidak hanya itu, Teddy juga menjadi sosok penting di balik keberhasilan Persib merekrut Ciro Alves saat masih menjadi pemain Persikabo 1973. Ketika banyak klub besar mengincar tanda tangannya, Persib berhasil memenangkan persaingan berkat proses negosiasi yang matang.
Menariknya, pada saat perayaan juara, Teddy justru tidak mendapatkan medali. Pelatih kiper Luizinho Passos bahkan sempat menawarkan medalinya kepada Teddy. Namun tawaran tersebut ditolak dengan rendah hati.
Pada akhir Juli 2024, Teddy resmi meninggalkan jabatannya dan digantikan oleh Adhitia Putra Herawan.
Persib Lakukan Perombakan Skuad
Memasuki musim 2024-2025, Persib Bandung memilih tidak terlalu agresif di bursa transfer. Manajemen lebih fokus mempertahankan kerangka utama tim juara.
Sejumlah pemain seperti Eriyanto, Zalnando, Arsan Makarin, dan Abdul Aziz dilepas karena minim kesempatan bermain. Namun keputusan berpisah dengan Stefano Beltrame, Ezra Walian, dan Alberto Rodriguez sempat mengejutkan publik Bandung.
Sebagai gantinya, Persib mendatangkan beberapa pemain baru seperti Gustavo Franca, Mateo Kocijan, Dimas Drajad, dan Mailson Lima.
Selain itu, kembalinya Tyronne del Pino juga menjadi perhatian besar. Gelandang asal Spanyol tersebut berhasil membuktikan kualitasnya setelah sempat dipinjamkan akibat cedera panjang.
Awal Musim Hingga Bangkit di Asia
Persib mengawali musim 2024-2025 dengan kemenangan meyakinkan atas PSBS Biak. Namun setelah itu mereka sempat mengalami inkonsistensi dengan beberapa hasil imbang melawan Dewa United, Arema FC, dan PSM Makassar.
Kemenangan penting atas PSIS Semarang menjadi titik balik sebelum Persib menghadapi rival abadi, Persija Jakarta. Dalam laga penuh gengsi tersebut, Maung Bandung sukses menang 2-0.
Momen paling bersejarah terjadi saat Persib tampil di kompetisi ACL 2 menghadapi Lion City Sailors. Sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-80, Persib berhasil melakukan comeback luar biasa dan menang 3-2.
Gol-gol dari David da Silva, Mateo Kocijan, dan Tyronne del Pino menjadi simbol mental juara yang dimiliki skuad asuhan Bojan Hodak.
Keberhasilan membalikkan keadaan itu menjadi titik kebangkitan Persib. Tim asal Bandung tersebut perlahan merangkak ke puncak klasemen dan menutup paruh musim sebagai pemimpin kompetisi.
Meski demikian, perjalanan mereka menuju gelar juara masih menyimpan banyak tantangan yang menanti pada paruh kedua musim.
Editor : Divka Vance Yandriana