NEW YORK – Hasil NBA Finals Game 4 menghadirkan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah final NBA. New York Knicks berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan San Antonio Spurs setelah sempat tertinggal hingga 29 poin dalam pertandingan yang berlangsung menegangkan hingga detik terakhir.
Kemenangan ini membuat Knicks menjaga asa dalam perebutan gelar juara setelah menunjukkan mentalitas luar biasa di hadapan pendukung sendiri. Sosok yang paling bersinar dalam laga ini adalah Jalen Brunson yang tampil sebagai motor kebangkitan tim pada babak kedua.
Sejak kuarter pertama, San Antonio Spurs tampil sangat dominan. Tim asuhan mereka langsung menggempur pertahanan Knicks melalui akurasi tembakan tiga angka yang luar biasa. Devin Vassell, De’Aaron Fox, Dylan Harper, hingga Victor Wembanyama bergantian mencetak poin untuk membawa Spurs unggul jauh.
Bahkan, Spurs sempat memimpin dua digit angka sejak awal pertandingan. Akurasi tembakan jarak jauh menjadi senjata utama mereka. Dalam paruh pertama laga, San Antonio berhasil memasukkan belasan tembakan tiga angka yang membuat Knicks kesulitan mengejar ketertinggalan.
Sementara itu, Carl-Anthony Towns yang diharapkan menjadi andalan justru mengalami masalah foul sejak awal pertandingan. Situasi tersebut membuat permainan Knicks tidak berkembang dan semakin tertinggal.
Baca Juga: Bursa Transfer Persib Bandung 2026–2027 Memanas: 18 Nama Bintang Dunia Masuk Radar, Dari Ciro Alves hingga Eks Liga Champions Eropa
Dominasi Spurs terlihat jelas sepanjang dua kuarter awal. De’Aaron Fox tampil agresif dengan penetrasi cepat dan tembakan mid-range yang akurat. Dylan Harper juga menjadi ancaman serius melalui kemampuan menyerang ring.
Victor Wembanyama kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain muda terbaik NBA saat ini. Pemain asal Prancis tersebut mampu mencetak poin dari berbagai situasi, baik melalui tembakan perimeter maupun permainan di area paint.
Ketika memasuki kuarter ketiga, Spurs bahkan sempat unggul hingga 29 poin. Keunggulan besar tersebut membuat banyak pihak mengira pertandingan sudah berakhir dan kemenangan akan menjadi milik San Antonio.
Namun, Knicks ternyata belum menyerah. Momentum kebangkitan New York dimulai pada kuarter ketiga. Jalen Brunson mulai mengambil alih permainan dengan mencetak sejumlah poin penting. Guard andalan Knicks itu terus menekan pertahanan Spurs melalui penetrasi dan tembakan jarak menengah.
OG Anunoby juga memberikan kontribusi besar. Forward tersebut tampil luar biasa dari luar garis tiga angka dan menjadi salah satu faktor utama yang memangkas ketertinggalan Knicks.
Sedikit demi sedikit, selisih poin mulai mengecil. Dari tertinggal 29 poin, Knicks mampu memangkas jarak menjadi 19 poin, lalu 16 poin, hingga akhirnya masuk ke kuarter keempat dengan peluang comeback yang semakin terbuka.
Carl-Anthony Towns yang sebelumnya kesulitan mulai menemukan ritme permainan. Beberapa poin penting yang dicetaknya membuat kepercayaan diri tim tuan rumah meningkat.
Di sisi lain, Spurs mulai kehilangan konsistensi. Akurasi tembakan yang sangat tinggi pada babak pertama perlahan menurun. Kesalahan-kesalahan kecil mulai muncul dan dimanfaatkan dengan baik oleh Knicks.
Memasuki tiga menit terakhir pertandingan, tensi laga semakin meningkat. Knicks berhasil memangkas ketertinggalan menjadi hanya empat poin setelah tembakan tiga angka dari Jose Alvarado dan Brunson.
Puncak drama terjadi ketika Brunson berhasil membawa Knicks berbalik unggul melalui aksi floater yang sukses menembus pertahanan Spurs. Madison Square Garden pun bergemuruh menyambut momen bersejarah tersebut.
San Antonio sebenarnya masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. De’Aaron Fox sempat memperoleh kesempatan emas pada detik-detik akhir pertandingan. Namun upayanya berhasil digagalkan oleh blok krusial dari OG Anunoby.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir, Knicks mendapatkan kesempatan terakhir. Tembakan Brunson memang gagal masuk, tetapi bola liar berhasil dimanfaatkan oleh rekan setimnya yang melakukan tip-in penting dengan sisa waktu hanya 1,2 detik.
Spurs tidak lagi memiliki timeout. Upaya terakhir mereka untuk mencetak poin gagal setelah kehilangan penguasaan bola. Sirene akhir berbunyi dan memastikan kemenangan dramatis New York Knicks.
Hasil NBA Finals Game 4 ini menjadi bukti bahwa Knicks memiliki mental juara dan tidak pernah menyerah meski berada dalam posisi sulit. Sementara bagi Spurs, kekalahan ini menjadi pelajaran mahal setelah gagal mempertahankan keunggulan besar yang sempat mereka miliki sepanjang pertandingan. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana