Trenggalek Njelenggek - Perjalanan Veda Ega Pratama di ajang Moto3 World Championship 2026 terus mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Pembalap muda yang membela Honda Team Asia tersebut tidak hanya menjadi sorotan karena prestasinya di lintasan, tetapi juga karena perjuangannya beradaptasi dengan kehidupan balap dunia yang sangat kompetitif.
Di tengah jadwal balapan yang padat di Eropa, Veda mengaku dukungan dari para penggemar Indonesia menjadi energi tambahan yang membuatnya semakin bersemangat menjalani musim debut di Moto3.
Menurut Veda, perhatian yang diberikan masyarakat Indonesia mulai terasa sejak dirinya tampil impresif pada seri pembuka musim di Thailand. Hasil positif tersebut membuat namanya semakin dikenal dan mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme publik Indonesia terhadap perjalanan kariernya begitu besar. Dukungan itu pula yang membuatnya semakin termotivasi untuk terus berkembang dan meraih hasil terbaik di setiap balapan.
Adaptasi dengan Kehidupan Balap Dunia
Menjalani musim penuh di Moto3 bukan perkara mudah bagi seorang pembalap muda. Selain harus beradaptasi dengan karakter motor dan sirkuit baru, Veda juga harus menjalani kehidupan jauh dari keluarga dalam waktu yang cukup lama.
Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk latihan fisik, latihan motor, hingga berbagai persiapan teknis yang telah disusun tim.
Menurut Veda, jadwal yang dijalani sangat padat. Bahkan saat tidak ada balapan sekalipun, dirinya tetap menjalani program latihan rutin bersama tim di Spanyol.
Kegiatan seperti bersepeda, latihan flat track, hingga berbagai program kebugaran menjadi bagian dari kesehariannya sebagai pembalap profesional.
Kesempatan Pulang yang Sangat Berarti
Di sela-sela aktivitas balap, Veda akhirnya mendapat kesempatan kembali ke Indonesia untuk mengurus visa sekaligus menghadiri beberapa agenda.
Meski belum sempat pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta, momen kembali menginjakkan kaki di Tanah Air tetap menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Ia mengaku sudah cukup lama tidak menikmati suasana Indonesia secara langsung. Karena itu, kesempatan singkat tersebut menjadi obat rindu setelah berbulan-bulan beraktivitas di luar negeri.
Veda juga mengungkapkan salah satu hal yang paling dirindukannya selama berada di Eropa adalah makanan Indonesia.
Bakso dan Masakan Ibu Jadi Favorit
Ketika ditanya mengenai makanan favorit, Veda tanpa ragu menyebut masakan rumahan sebagai menu yang paling dirindukan.
Bakso menjadi salah satu makanan yang paling ingin dinikmatinya saat kembali ke Indonesia. Selain itu, berbagai masakan buatan sang ibu juga selalu membuatnya rindu kampung halaman.
Bagi Veda, makanan Indonesia memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan selama menjalani aktivitas balap di Eropa.
Kerinduan terhadap keluarga dan suasana rumah menjadi hal yang wajar mengingat usianya yang masih muda dan harus tinggal jauh dari Indonesia demi mengejar mimpi sebagai pembalap dunia.
Fokus Menikmati Musim Debut
Meski sudah menunjukkan performa yang menjanjikan, Veda memilih untuk tidak memasang target berlebihan pada musim 2026.
Pembalap muda tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menikmati setiap balapan, belajar dari pengalaman, dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
Menurutnya, proses pengembangan diri jauh lebih penting dibanding memikirkan tekanan hasil akhir.
Ia percaya bahwa jika mampu terus berkembang dan bekerja keras, hasil positif akan datang dengan sendirinya.
Pesan untuk Rider Muda Indonesia
Menutup perbincangan, Veda memberikan motivasi kepada para pembalap muda Indonesia yang bercita-cita mengikuti jejaknya menuju kejuaraan dunia.
Ia meminta generasi muda untuk terus berlatih, disiplin, dan tidak pernah berhenti mengejar mimpi.
Menurut Veda, jalur menuju Moto3, Moto2, hingga MotoGP kini semakin terbuka bagi pembalap Indonesia. Karena itu, kerja keras dan konsistensi menjadi kunci utama untuk mewujudkan impian tersebut.
Dukungan publik yang terus mengalir membuat Veda Ega Pratama semakin optimistis menatap masa depan. Pembalap Honda Team Asia itu kini menjadi salah satu harapan terbesar Indonesia untuk mengukir prestasi di panggung balap motor dunia.
Editor : M. Helmi Nurhisam