Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Kembali Puncaki Klasemen Rookie Moto3 2026, Rival Utama Brian Uriarte Didiskualifikasi FIM

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:45 WIB
Veda Ega Pratama kembali memimpin klasemen Rookie Moto3 2026 setelah Brian Uriarte didiskualifikasi akibat pelanggaran regulasi teknis.(Pinterest)
Veda Ega Pratama kembali memimpin klasemen Rookie Moto3 2026 setelah Brian Uriarte didiskualifikasi akibat pelanggaran regulasi teknis.(Pinterest)

Trenggalek Njelenggek - Kabar menggembirakan datang bagi pecinta balap motor Indonesia. Veda Ega Pratama kembali memimpin klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 setelah rival terdekatnya, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi oleh FIM akibat pelanggaran regulasi teknis.

Keputusan tersebut langsung mengubah peta persaingan kategori rookie Moto3 musim 2026. Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia itu kini kembali berada di posisi teratas setelah sebelumnya sempat mendapat tekanan dari Brian Uriarte dalam perburuan gelar rookie terbaik.

Kabar mengenai diskualifikasi Brian Uriarte menjadi salah satu topik paling ramai dibahas di kalangan penggemar Moto3. Pasalnya, hukuman yang dijatuhkan tidak hanya menghapus hasil balapan sang pembalap, tetapi juga berdampak langsung terhadap klasemen sementara.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Disambut Bak Artis Saat Pulang ke Indonesia, Ini Alasan Pembalap Moto3 Kebanggaan Tanah Air Jadi Magnet Perhatian

Brian Uriarte Didiskualifikasi dari Seri Catalunya

Berdasarkan keputusan resmi FIM Stewards, Brian Uriarte dijatuhi hukuman diskualifikasi dari seluruh rangkaian Moto3 Catalunya 2026 setelah ditemukan adanya pelanggaran regulasi teknis pada motornya.

Pelanggaran tersebut berkaitan dengan penggunaan komponen yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam regulasi Moto3. Dalam dunia balap motor, pelanggaran teknis termasuk kategori serius karena menyangkut kesetaraan kompetisi antar peserta.

Akibat keputusan tersebut, seluruh hasil yang diraih Uriarte di seri Catalunya dihapus. Poin yang sebelumnya berhasil dikumpulkan dari balapan tersebut otomatis hangus dan tidak lagi dihitung dalam klasemen kejuaraan.

Sanksi tegas ini menunjukkan bahwa FIM tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran regulasi teknis, terlepas dari status maupun prestasi pembalap yang bersangkutan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Akui Rindu Indonesia di Tengah Padatnya Moto3 2026, Dukungan Fans Jadi Sumber Semangat Pembalap Honda Team Asia

Veda Ega Pratama Naik ke Puncak Klasemen Rookie

Diskualifikasi Brian Uriarte menjadi keuntungan besar bagi Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu kini kembali memimpin klasemen Rookie of The Year Moto3 2026.

Sebelum keputusan diskualifikasi diumumkan, persaingan antara Veda dan Uriarte berlangsung sangat ketat. Keduanya saling berkejaran poin dalam beberapa seri terakhir sehingga setiap hasil balapan memiliki dampak besar terhadap posisi klasemen.

Namun setelah poin Uriarte dihapus, Veda berhasil mengamankan posisi teratas. Keberhasilan ini bukan semata-mata karena faktor keberuntungan, melainkan hasil dari konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim.

Sejak awal musim, Veda dikenal sebagai salah satu rookie paling stabil. Ia rutin finis di zona poin dan mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman di kelas Moto3.

Konsistensi Jadi Kunci Sukses Veda

Performa Veda Ega Pratama sepanjang Moto3 2026 memang layak mendapat apresiasi. Sebagai pembalap debutan, ia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap karakter motor, sirkuit Eropa, hingga tekanan kompetisi level dunia.

Konsistensi tersebut menjadi modal penting yang akhirnya membawanya kembali ke puncak klasemen rookie. Ketika rival mengalami masalah regulasi, Veda berada dalam posisi ideal untuk memanfaatkan situasi berkat poin yang telah dikumpulkannya secara stabil.

Banyak pengamat menilai peluang Veda untuk meraih gelar Rookie of The Year kini semakin terbuka. Namun perjalanan masih panjang karena masih terdapat beberapa seri yang harus dijalani hingga akhir musim.

Tantangan Berat Menanti di Sisa Musim

Meski kembali memimpin klasemen, Veda tidak boleh lengah. Brian Uriarte dipastikan akan berusaha bangkit dan mengejar ketertinggalan pada seri-seri berikutnya.

Selain itu, sejumlah rookie lain dari Spanyol, Italia, dan negara Eropa lainnya juga masih berpeluang memberikan tekanan dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.

Karena itu, fokus utama Veda dan Honda Team Asia adalah menjaga konsistensi, menghindari kesalahan, serta terus mengumpulkan poin di setiap balapan.

Jika mampu mempertahankan performa positif hingga akhir musim, Veda Ega Pratama berpeluang mencetak sejarah sebagai salah satu pembalap Indonesia paling sukses di ajang Moto3 sekaligus memperkuat langkah menuju level yang lebih tinggi di dunia Grand Prix.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Klasemen Moto3 #Rookie of the Year #Brian Uriarte