Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Brian Uriarte Diskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026, Feda Ega Pratama Naik Takhta Rookie Terbaik dan Tembus Empat Besar Klasemen Dunia

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:55 WIB
Brian Uriarte diskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026. Feda Ega Pratama diuntungkan dan kembali memimpin klasemen rookie.(Pinterest)
Brian Uriarte diskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026. Feda Ega Pratama diuntungkan dan kembali memimpin klasemen rookie.(Pinterest)

Trenggalek Njelenggek - Kabar mengejutkan datang dari ajang Moto3 2026. Brian Uriarte diskualifikasi dari hasil Grand Prix Catalunya setelah otoritas balap internasional menemukan pelanggaran teknis pada motor yang digunakannya. Keputusan tersebut langsung mengubah peta persaingan klasemen Moto3 musim ini sekaligus memberikan keuntungan besar bagi pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama.

Kasus Brian Uriarte diskualifikasi menjadi sorotan utama menjelang seri kedelapan Moto3 di Sirkuit Balaton Park, Hungaria. Pembalap muda asal Spanyol yang sebelumnya menjadi rival utama Feda dalam perebutan gelar Rookie of the Year harus menerima hukuman berat setelah hasil investigasi teknis dinyatakan valid oleh pihak FIM dan Race Direction.

Akibat keputusan tersebut, Brian Uriarte diskualifikasi dari seluruh hasil akhir Grand Prix Catalunya. Poin yang sebelumnya ia raih di seri tersebut resmi dihapus dari klasemen, membuat posisinya merosot dan membuka peluang lebih besar bagi Feda Ega Pratama untuk memperkuat posisinya di papan atas.

Baca Juga: Peluang Veda Ega Pratama Makin Terbuka di Moto3 2026, Brian Uriarte Kena Diskualifikasi dan Kehilangan 13 Poin Penting

Pelanggaran Teknis Jadi Penyebab Diskualifikasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan setelah sesi kualifikasi di Catalunya, motor milik pembalap Red Bull KTM Ajo ditemukan menggunakan pelumas yang tidak sesuai dengan spesifikasi resmi yang telah ditetapkan untuk kelas Moto3.

Dalam regulasi Moto3, penggunaan bahan bakar dan pelumas memiliki standar yang sangat ketat. Semua tim diwajibkan memakai spesifikasi yang telah ditentukan penyelenggara guna menjaga kesetaraan performa di lintasan.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan investigasi lanjutan. Pihak tim sempat meminta pengujian ulang terhadap sampel yang diperiksa. Namun hasil analisis kedua tetap menunjukkan adanya ketidaksesuaian spesifikasi sehingga Race Direction memutuskan menjatuhkan sanksi diskualifikasi.

Keputusan itu sekaligus menghapus seluruh catatan hasil Uriarte pada akhir pekan balap Catalunya, mulai dari sesi latihan hingga hasil balapan utama.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 4 Klasemen Moto3 2026, Brian Uriarte Didiskualifikasi Usai Langgar Regulasi Teknis

Dampak Besar pada Klasemen Moto3

Sebelum hukuman dijatuhkan, Brian Uriarte berada dalam posisi yang cukup kuat di klasemen sementara Moto3 2026. Namun hilangnya poin dari Catalunya membuat pembalap Spanyol tersebut kehilangan sejumlah poin penting yang selama ini menopang posisinya di papan atas.

Penurunan peringkat Uriarte otomatis menguntungkan beberapa pembalap lain yang berada tepat di belakangnya. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah Feda Ega Pratama.

Pembalap Honda Team Asia tersebut sebelumnya finis di posisi kedelapan pada balapan Catalunya. Setelah revisi hasil resmi diumumkan, posisi Feda naik satu tingkat sehingga memperoleh tambahan poin yang berharga dalam persaingan klasemen musim ini.

Tambahan poin tersebut membawa Feda naik ke peringkat keempat klasemen sementara Moto3 2026. Pencapaian itu menjadi salah satu hasil terbaik bagi pembalap muda Indonesia sejak menjalani musim debutnya di kejuaraan dunia.

Feda Rebut Puncak Rookie of the Year

Tak hanya memperbaiki posisi di klasemen umum, keuntungan terbesar bagi Feda datang dari kategori Rookie of the Year.

Diskualifikasinya Uriarte membuat pembalap asal Gunungkidul itu kembali mengambil alih posisi teratas klasemen pembalap debutan terbaik musim 2026. Konsistensi Feda dalam meraih poin sejak awal musim menjadi faktor utama yang membuatnya mampu memanfaatkan situasi tersebut.

Sepanjang musim ini, Feda dikenal tampil stabil dan minim kesalahan. Meski belum secara rutin bersaing di barisan terdepan, ia hampir selalu mampu menyelesaikan balapan di zona poin.

Konsistensi itu kini mulai membuahkan hasil nyata. Di saat rival-rivalnya mengalami berbagai kendala, Feda justru terus mengumpulkan poin dan menjaga peluang besar untuk meraih gelar Rookie of the Year.

Tantangan Baru di Balaton Park

Meski kini berada dalam posisi yang menguntungkan, perjuangan Feda masih jauh dari selesai. Seri Moto3 berikutnya di Balaton Park diprediksi akan berlangsung ketat karena para rival dipastikan berusaha mengejar ketertinggalan.

Di sisi lain, Brian Uriarte juga diperkirakan akan tampil lebih agresif untuk menebus kehilangan poin akibat hukuman yang diterimanya. Persaingan antara Honda Team Asia dan Red Bull KTM Ajo dipastikan menjadi salah satu perhatian utama pada paruh kedua musim Moto3 2026.

Dengan momentum positif yang dimiliki saat ini, Feda Ega Pratama memiliki peluang besar untuk memperlebar jarak di klasemen rookie sekaligus mempertahankan posisinya di empat besar dunia. Dukungan publik Indonesia pun kini tertuju pada pembalap muda tersebut untuk terus mengharumkan nama bangsa di panggung balap internasional.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Moto3 2026 #Feda Ega Pratama #Rookie of the Year #Brian Uriarte Diskualifikasi #Moto3 Catalunya