JAKARTA - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Buriram, Thailand. Pembalap muda Indonesia tersebut berhasil finis di posisi kelima dan mengungguli rivalnya asal Spanyol, Brian Uriarte, yang hanya mampu mengakhiri balapan di urutan ketujuh.
Hasil ini menjadi perhatian besar karena Brian Uriarte sebelumnya datang ke Moto3 dengan status salah satu pembalap muda paling menjanjikan di dunia. Namun pada balapan di Thailand, justru Veda Ega Pratama yang berhasil mencuri perhatian berkat performa solid dan kemampuan adaptasinya di lintasan.
Keberhasilan Veda finis di depan Uriarte tidak hanya bernilai tambahan poin klasemen. Hasil tersebut juga menjadi sinyal bahwa persaingan Moto3 musim ini akan berlangsung jauh lebih sengit dibanding prediksi banyak pengamat sejak awal musim.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Rebut Puncak Rookie Moto3 usai Brian Uriarte DNF, Kini Unggul dengan 81 Poin
Veda Ungguli Juara Junior GP
Brian Uriarte dikenal sebagai salah satu talenta terbaik Spanyol. Musim sebelumnya, ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP.
Berkat pencapaian tersebut, banyak pihak menjagokannya sebagai kandidat kuat untuk bersinar di Moto3. Namun realitas di lintasan Buriram menghadirkan cerita berbeda.
Veda Ega Pratama yang sebelumnya hanya menempati posisi ke-10 pada klasemen FIM JuniorGP justru tampil lebih kompetitif. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mampu mengelola balapan dengan baik hingga finis di posisi lima besar.
Bagi penggemar balap, selisih dua posisi mungkin terlihat sederhana. Namun di lingkungan paddock Moto3, hasil tersebut dianggap cukup signifikan karena memperlihatkan siapa yang lebih cepat beradaptasi dengan tuntutan kompetisi level dunia.
Duel Gaya Balap yang Berbeda
Salah satu faktor yang membuat persaingan Veda dan Uriarte menarik adalah perbedaan karakter balap keduanya.
Uriarte dikenal memiliki gaya balap yang presisi dan sangat teknis. Sementara Veda lebih agresif ketika berduel di tikungan dan berani mengambil risiko saat melakukan manuver menyalip.
Karakteristik Sirkuit Buriram yang mengandalkan pengereman keras serta akselerasi keluar tikungan tampaknya lebih menguntungkan pendekatan yang diterapkan Veda.
Sepanjang balapan, pembalap Indonesia itu mampu menjaga ritme dan mengelola kondisi ban dengan baik. Sebaliknya, Uriarte terlihat masih berusaha menemukan keseimbangan terbaik pada motornya ketika memasuki sektor-sektor teknis.
Keunggulan tersebut membuat Veda berhasil mempertahankan posisi di grup depan hingga garis finis.
Adaptasi Jadi Kunci Kesuksesan
Performa Veda di Thailand dinilai bukan sekadar keberuntungan. Banyak pengamat melihat adanya peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya.
Selama setahun terakhir, Veda disebut mengalami perkembangan besar dari sisi teknik berkendara maupun strategi balapan. Ia mampu memperbaiki transisi motor saat keluar tikungan serta lebih efektif memanfaatkan slipstream di lintasan lurus.
Kemampuan membaca situasi balapan juga menjadi nilai tambah. Di Buriram, Veda tidak memaksakan diri menyerang sejak awal lomba. Ia memilih menjaga ritme dan kondisi ban agar tetap optimal menjelang lap-lap akhir.
Strategi tersebut terbukti efektif ketika beberapa rival mulai kehilangan performa akibat penurunan daya cengkeram ban.
Kematangan seperti inilah yang mulai membedakan Veda dari sejumlah pembalap rookie lainnya.
Tekanan Beralih ke Brian Uriarte
Hasil di Thailand juga memunculkan tekanan baru bagi Brian Uriarte. Sebagai pembalap yang datang dengan reputasi besar, finis di belakang rival yang pernah berada di bawahnya tentu menjadi tantangan tersendiri.
Publik Spanyol kini menaruh harapan tinggi agar Uriarte segera bangkit pada seri berikutnya. Di sisi lain, Veda justru mendapatkan tambahan kepercayaan diri setelah membuktikan mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia.
Situasi tersebut membuat rivalitas keduanya diprediksi menjadi salah satu cerita paling menarik sepanjang musim Moto3.
Menanti Duel Berikutnya di Brasil
Setelah Thailand, perhatian kini tertuju pada seri berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Brasil. Balapan tersebut diperkirakan akan menjadi ujian penting bagi kedua pembalap.
Uriarte berpeluang membalas kekalahan dan membuktikan kualitasnya sebagai juara di level junior. Sementara Veda berusaha mempertahankan momentum positif yang sudah dibangun sejak awal musim.
Jika kembali mampu finis di depan Uriarte, posisi Veda sebagai salah satu kandidat kuat rookie terbaik musim ini akan semakin sulit dibantah.
Yang jelas, hasil di Buriram telah menunjukkan bahwa Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar pembalap pendatang baru. Ia kini menjadi ancaman nyata bagi para talenta muda Eropa dan membawa harapan besar bagi Indonesia di pentas Moto3 dunia.
Editor : Novica Satya Nadianti