JAKARTA - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang Moto3 Spanyol 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez pada 24-26 April. Pembalap muda Indonesia tersebut datang dengan motivasi tinggi setelah mengalami akhir pekan yang sulit di Austin, Amerika Serikat.
Nama Veda Ega Pratama semakin dikenal di ajang Moto3 setelah mencetak sejarah dengan meraih podium pada seri Brasil. Namun, momentum positif tersebut sempat terhenti akibat insiden yang membuatnya gagal menyelesaikan balapan di Austin.
Kini, Moto3 Spanyol menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya sekaligus menjaga persaingan di papan atas klasemen musim ini.
Bangkit Setelah Podium Bersejarah di Brasil
Beberapa pekan sebelum balapan di Spanyol, Veda mencuri perhatian dunia balap setelah finis di posisi ketiga pada seri Brasil.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terus menunjukkan perkembangan sejak naik ke level Grand Prix. Podium di Brasil juga menjadi bukti bahwa Veda mampu bersaing dengan para pembalap muda terbaik dunia.
Performa impresifnya terlihat dari kemampuan menjaga ritme balapan hingga lap-lap akhir. Selain itu, Veda mampu memanfaatkan peluang saat bertarung di grup depan dan menjaga konsistensi kecepatan sepanjang balapan.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Rebut Puncak Rookie Moto3 usai Brian Uriarte DNF, Kini Unggul dengan 81 Poin
Pencapaian tersebut sekaligus meningkatkan ekspektasi publik Indonesia terhadap kiprahnya di Moto3 musim ini.
Insiden Austin Jadi Pelajaran Berharga
Setelah sukses di Brasil, Veda datang ke Austin dengan kepercayaan diri tinggi. Ia bahkan memulai balapan dari posisi start yang kompetitif dan sempat digadang-gadang berpeluang kembali naik podium.
Namun, balapan berlangsung tidak sesuai harapan. Sebuah insiden membuat Veda kehilangan kendali dan terjatuh saat berusaha mempertahankan posisinya di lintasan.
Akibat kejadian tersebut, kesempatan meraih poin penting pun sirna. Meski demikian, kegagalan di Austin justru menjadi pelajaran berharga bagi pembalap berusia 17 tahun itu dalam menghadapi ketatnya persaingan Moto3.
Tim teknis Honda Team Asia juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk memahami faktor yang menyebabkan insiden tersebut, termasuk analisis data telemetri dan kondisi motor selama balapan.
Jerez Jadi Lintasan yang Tidak Asing
Menjelang Moto3 Spanyol, Veda memiliki modal positif karena cukup mengenal karakter Sirkuit Jerez.
Sebelum tampil di Grand Prix, pembalap Indonesia itu beberapa kali membalap di lintasan tersebut saat mengikuti Red Bull MotoGP Rookies Cup maupun FIM JuniorGP. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu proses adaptasi selama akhir pekan balapan.
Jerez dikenal sebagai salah satu sirkuit legendaris dalam kalender balap motor dunia. Lintasan ini memiliki kombinasi tikungan cepat dan sektor teknis yang menuntut presisi tinggi dari setiap pembalap.
Pengalaman sebelumnya membuat Veda memahami sejumlah titik penting di sirkuit tersebut, mulai dari area pengereman hingga karakter aspal yang berbeda di setiap sektor.
Rival Berat Menanti
Persaingan di Moto3 Spanyol diperkirakan berlangsung ketat. Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Brian Uriarte, pembalap Spanyol yang tampil di hadapan publik sendiri.
Selain itu, ada pula Hakim Danish dari Malaysia yang telah lama menjadi rival Veda sejak tampil di ajang balap junior Asia.
Kehadiran para pembalap muda berbakat tersebut membuat persaingan di Jerez diprediksi berlangsung sengit sejak sesi latihan bebas hingga balapan utama.
Bagi Veda, hasil positif di Spanyol akan menjadi modal penting untuk menjaga momentum dalam persaingan musim ini.
Honda Team Asia Siapkan Paket Terbaik
Tim Honda Team Asia juga dikabarkan terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan performa motor yang digunakan Veda.
Karakter Honda yang dikenal lincah di tikungan dinilai cukup sesuai dengan layout Jerez yang banyak memiliki sektor teknis. Selain itu, pengaturan suspensi dan pemetaan mesin menjadi fokus utama tim menjelang balapan.
Kemampuan Veda dalam menjaga kondisi ban juga diperkirakan menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu dirinya bersaing di grup depan.
Jika seluruh paket teknis bekerja sesuai rencana, peluang Veda untuk kembali finis di posisi lima besar bahkan naik podium tetap terbuka.
Moto3 Spanyol 2026 pun menjadi ajang pembuktian berikutnya bagi Veda Ega Pratama. Setelah merasakan manisnya podium di Brasil dan pahitnya insiden di Austin, pembalap muda Indonesia itu kini bertekad kembali menunjukkan kemampuannya di salah satu sirkuit paling bersejarah dalam dunia balap motor.
Editor : Novica Satya Nadianti