JAKARTA – Kehidupan pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, tidak selalu diisi dengan persaingan ketat di lintasan Moto3. Di balik kesibukannya menjalani musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3, pembalap Honda Team Asia itu ternyata memiliki cara sederhana untuk menikmati waktu luang sekaligus menjaga kondisi fisik dan mentalnya.
Dalam sebuah wawancara santai, Feda Ega Pratama mengungkapkan aktivitas yang biasa dilakukannya ketika tidak sedang menjalani balapan maupun sesi latihan. Berbeda dengan anggapan sebagian orang yang mengira keseharian pembalap profesional selalu dipenuhi latihan berat, Feda mengaku masih menikmati aktivitas yang umum dilakukan anak muda seusianya.
"Saya juga sering main game sama Mas Mario, terus main game sama teman-teman yang ada di Indonesia," ujar Feda.
Meski demikian, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut mengaku tidak terlalu sering bermain gim karena mudah merasa bosan jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar.
Main Game hingga Olahraga Jadi Cara Melepas Penat
Menurut Feda, bermain gim biasanya menjadi sarana untuk tetap terhubung dengan teman-temannya di Indonesia. Karena saat ini tinggal dan berkompetisi di Eropa, bermain gim bersama menjadi salah satu cara menjaga komunikasi agar tetap terasa dekat.
Namun aktivitas favoritnya bukan hanya bermain gim. Feda mengaku lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk berlari atau bersepeda di sekitar tempat tinggalnya di Spanyol.
Baginya, aktivitas tersebut bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk menyegarkan pikiran setelah menjalani rutinitas balap yang padat.
"Biasanya lebih sering lari atau sepedaan karena di Spanyol tempat untuk lari atau sepedaan itu cocok buat refreshing," katanya.
Kebiasaan tersebut sekaligus membantu menjaga kebugaran fisik yang menjadi aspek penting bagi seorang pembalap Moto3.
Sempat Kesulitan di Hungaria
Dalam kesempatan yang sama, Feda juga bercerita mengenai tantangan yang dihadapinya pada balapan sebelumnya. Ia mengakui sempat mengalami kesulitan ketika tampil di Hungaria, terutama karena kondisi lintasan yang panas dan insiden terjatuh pada sesi Sabtu.
Situasi tersebut membuat dirinya dan tim harus bekerja ekstra keras untuk menemukan setelan motor yang ideal.
Meski hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, Feda menegaskan bahwa dukungan dari tim menjadi faktor penting yang membuatnya tetap termotivasi.
Menurutnya, seluruh anggota tim terus memberikan semangat dan mengingatkan bahwa musim debut merupakan bagian dari proses belajar yang harus dijalani.
"Mereka bilang ini baru tahun pertama, ini salah satu proses. Jadi saya dan tim ingin belajar untuk lebih baik ke depannya," ungkapnya.
Saat ini, Feda mengaku sudah kembali fokus dan tidak sabar menghadapi seri balapan berikutnya.
Perbedaan Besar Moto3 dan Red Bull Rookies Cup
Feda juga menjelaskan perbedaan paling mencolok antara motor Moto3 yang digunakannya saat ini dengan motor yang pernah dipakai di Red Bull Rookies Cup.
Menurutnya, perbedaan terbesar terletak pada aspek teknis dan fleksibilitas pengaturan motor.
Di Red Bull Rookies Cup, motor yang digunakan relatif standar dan tidak banyak opsi pengaturan yang bisa dilakukan. Sementara di Moto3, motor yang digunakan merupakan motor prototipe balap yang memungkinkan banyak penyesuaian.
"Di Moto3 ini motornya benar-benar prototipe untuk balap dan saya bisa mengubah banyak settingan, seperti gear dan pengaturan lainnya," jelasnya.
Meski sudah menjalani beberapa seri, Feda mengaku masih terus belajar memahami berbagai aspek teknis motor Moto3 yang jauh lebih kompleks.
Bahkan ia mengaku tidak bisa membayangkan betapa banyaknya pengaturan teknis yang tersedia di kelas MotoGP.
Sejak Kecil Hanya Ingin Jadi Pembalap
Menariknya, ketika ditanya mengenai profesi yang mungkin dipilih jika tidak menjadi pembalap, Feda mengaku tidak pernah benar-benar memikirkan pilihan lain.
Sejak kecil, cita-citanya memang hanya satu, yakni menjadi pembalap motor profesional.
Ia mengaku menyukai sepak bola seperti kebanyakan anak laki-laki pada umumnya. Namun, menurut pengakuannya sendiri, kemampuan bermain bolanya tidak terlalu istimewa.
Karena itu, dunia balap tetap menjadi jalan hidup yang paling ingin dijalaninya sejak usia dini.
Perjalanan Feda Ega Pratama di Moto3 masih panjang. Namun di balik perjuangannya menghadapi persaingan ketat di level dunia, pembalap muda Indonesia itu tetap menjalani keseharian sederhana layaknya anak muda pada umumnya. Bermain gim, berlari, hingga bersepeda menjadi cara menjaga keseimbangan antara tekanan kompetisi dan kehidupan pribadi selama merintis karier di panggung balap internasional.
Editor : Novica Satya Nadianti