TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama terus menunjukkan perkembangan positif dalam musim debutnya di ajang Moto3 World Championship 2025.
Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia itu mengaku tidak menyangka mampu meraih podium dan bersaing dengan para pembalap terbaik dunia pada tahun pertamanya di kelas Moto3.
Dalam wawancara bersama JP Racing Indonesia, Veda Ega Pratama mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil mengoleksi dua podium sepanjang musim berjalan.
Meski salah satu podium didapat setelah adanya pembalap lain yang didiskualifikasi, pencapaian tersebut tetap menjadi momen penting dalam kariernya.
"Saya sangat senang karena bisa meraih podium. Jujur saya tidak menargetkan bisa mendapatkan podium musim ini. Jadi cukup kaget ketika akhirnya bisa berdiri di podium," ujar Veda.
Bagi Veda Ega Pratama, hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses adaptasinya di Moto3 berjalan sesuai harapan.
Sebagai rookie, dirinya lebih fokus pada proses belajar dan mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin dibanding mengejar target tinggi.
Musim Debut yang Penuh Tantangan
Meski telah merasakan podium, perjalanan Veda di Moto3 tidak selalu berjalan mulus. Salah satu balapan yang paling menantang menurutnya terjadi di Balaton Park, Hungaria.
Veda mengaku mengalami berbagai kendala sejak sesi latihan hingga balapan utama. Kondisi lintasan yang licin dan minim grip membuatnya kesulitan menemukan setelan motor yang ideal.
Kesalahan saat simulasi balapan pada sesi Sabtu juga membuatnya terjatuh dan kehilangan kesempatan untuk menyempurnakan setting motor. Dampaknya terasa saat balapan berlangsung.
Pada awal lomba, Veda sempat bertarung di posisi lima besar. Namun hukuman long lap penalty membuatnya harus turun hingga posisi ke-19 sebelum akhirnya finis di urutan ke-16.
"Saya mengambil banyak pelajaran dari balapan itu. Setelah long lap penalty, ban menjadi cepat habis karena harus terus bertarung dengan pembalap lain. Tapi semua itu bagian dari proses belajar," katanya.
GP Malaysia dan Mandalika Jadi Balapan yang Ditunggu
Menatap paruh kedua musim, Veda mengaku memiliki optimisme tinggi menghadapi beberapa seri di kawasan Asia. Salah satu yang paling dinantikan adalah GP Malaysia di Sirkuit Sepang.
Menurutnya, Honda Team Asia memiliki data yang cukup kuat dari musim sebelumnya di beberapa sirkuit Asia. Faktor tersebut diyakini dapat membantu proses adaptasinya.
Selain Sepang, Veda juga sangat menantikan kesempatan tampil di Sirkuit Mandalika. Balapan kandang tersebut memiliki arti khusus bagi pembalap asal Indonesia tersebut.
"Mandalika pasti jadi balapan yang paling saya tunggu. Itu sirkuit kebanggaan Indonesia dan saya cukup sering balapan di sana sebelumnya," ungkapnya.
Dukungan Red Bull Bantu Tingkatkan Performa
Veda juga menceritakan pengalaman mengikuti program pelatihan di Red Bull Athlete Performance Center. Di sana, ia mendapatkan berbagai ilmu penting mulai dari latihan fisik, tes ketahanan tubuh hingga konsultasi nutrisi.
Menurutnya, fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan membantu meningkatkan kualitas sebagai atlet profesional.
Ia bahkan mengungkapkan sempat menjalani tes fisik dalam kondisi belum sepenuhnya pulih akibat cedera yang dialami pada akhir tahun lalu.
Selain aspek fisik, Veda juga belajar mengenai pola makan dan proses pemulihan tubuh yang tepat untuk mendukung performa di lintasan.
Tetap Rendah Hati Meski Sudah Raih Podium
Meski sudah mencicipi podium Moto3, Veda Ega Pratama memilih untuk tetap realistis. Ia tidak ingin membebani dirinya dengan target berlebihan.
Baginya, mengumpulkan poin secara konsisten masih menjadi prioritas utama musim ini. Jika kesempatan podium kembali datang, ia menganggapnya sebagai bonus.
Kepercayaan dirinya memang meningkat setelah meraih hasil positif. Namun Veda tetap berusaha menikmati setiap balapan tanpa tekanan.
Menutup wawancara, Veda menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukungnya di Indonesia. Ia berharap dukungan tersebut terus mengalir untuk dirinya maupun pembalap Indonesia lainnya yang sedang berjuang di ajang internasional.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan