Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Ungkap Kunci Tetap Santai di Moto3, Ternyata Ini Rahasia Mental Pembalap Indonesia Saat Hadapi Balapan Dunia

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:44 WIB
Veda Ega Pratama buka rahasia mental juara Moto3 dan alasan selalu santai sebelum balapan dunia. (Pinterest)
Veda Ega Pratama buka rahasia mental juara Moto3 dan alasan selalu santai sebelum balapan dunia. (Pinterest)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap Indonesia yang paling menyita perhatian pada musim Moto3 2025.

Tidak hanya karena berhasil meraih podium, tetapi juga karena sikap santainya yang kerap terlihat menjelang balapan.

Dalam wawancara bersama JP Racing Indonesia, Veda Ega Pratama mengungkapkan filosofi yang membuat dirinya mampu tampil tenang meski harus bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Veda Ega Pratama mengaku sengaja menciptakan suasana positif sebelum balapan dimulai.

Berbeda dengan sebagian pembalap yang memilih fokus penuh dan membatasi interaksi, dirinya justru lebih suka bersikap santai bersama tim.

"Aku ingin aura sebelum balapan itu positif. Mau hasilnya nanti bagus atau buruk, yang penting sebelum start semuanya enjoy," kata Veda.

Sikap tersebut menjadi salah satu faktor yang membantunya tampil percaya diri sepanjang musim Moto3 tahun ini.

Baca Juga: Fenomena Mengejutkan! Piala Dunia 2026 Sepi Disorot Dunia Maya, Ini 6 Alasan Kenapa Turnamen Terbesar FIFA Justru Terasa Hambar dan Kurang Hype

Podium Moto3 Tingkatkan Kepercayaan Diri

Musim debut Veda bersama Honda Team Asia berjalan cukup mengesankan. Pembalap muda Indonesia itu berhasil mengoleksi dua podium dan beberapa kali finis di posisi sepuluh besar.

Meski demikian, Veda mengaku sejak awal tidak memasang target tinggi. Ia lebih memilih fokus pada proses belajar dibanding memikirkan hasil akhir.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa tekanan berlebihan justru dapat mengganggu performa di lintasan.

Karena itu, target utama yang dipasang hanyalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan terus berkembang di setiap seri.

"Kalau bisa podium lagi tentu menjadi bonus. Yang penting saya terus belajar dan berkembang," ujarnya.

Belajar dari Kesalahan di Balaton Park

Salah satu pelajaran terbesar musim ini datang saat balapan di Balaton Park, Hungaria. Veda mengaku mengalami pekan balapan yang cukup sulit.

Kondisi lintasan yang licin membuatnya kesulitan menemukan performa terbaik. Situasi semakin rumit setelah dirinya terjatuh saat sesi simulasi balapan dan kehilangan kesempatan melakukan pengembangan setting motor.

Saat balapan berlangsung, Veda sebenarnya sempat berada di kelompok depan. Namun hukuman long lap penalty membuat posisinya merosot jauh.

Meski kecewa, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk balapan berikutnya.

"Kesalahan itu jadi pelajaran supaya ke depan tidak terulang lagi," katanya.

Dukungan Netizen Indonesia Jadi Motivasi Tambahan

Di tengah persaingan ketat Moto3, Veda mengaku sangat terbantu oleh dukungan para penggemar di Indonesia.

Ia menyebut semangat yang diberikan netizen melalui media sosial membuat dirinya semakin termotivasi untuk memberikan hasil terbaik.

Menurut Veda, setiap pesan dukungan yang diterima menjadi energi tambahan saat menghadapi tekanan kompetisi internasional.

Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus mengikuti perjalanan kariernya.

"Minta doa dan dukungannya terus. Terima kasih karena selalu memberi semangat," ujar Veda.

Menantikan Mandalika dan Sepang

Menatap seri-seri berikutnya, Veda mengaku sangat antusias menghadapi balapan di Asia, khususnya Sepang dan Mandalika.

Kedua sirkuit tersebut sudah cukup familiar baginya karena pernah digunakan saat mengikuti berbagai ajang balap sebelumnya.

Mandalika bahkan memiliki makna lebih dalam karena menjadi balapan kandang yang akan disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia.

Dengan kepercayaan diri yang semakin meningkat dan dukungan publik yang terus mengalir, Veda berharap dapat melanjutkan tren positif hingga akhir musim Moto3 2025.

Baca Juga: Fenomena Mengejutkan! Piala Dunia 2026 Sepi Disorot Dunia Maya, Ini 6 Alasan Kenapa Turnamen Terbesar FIFA Justru Terasa Hambar dan Kurang Hype

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Balaton Park #Moto3 2025 #Netizen Indonesia