TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap setelah resmi memimpin klasemen Rookie Moto3 2026.
Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mendapat keuntungan besar dari revisi hasil Grand Prix Hungaria yang diumumkan otoritas balap dunia.
Keputusan terbaru Dorna Sports dan FIM mengubah peta persaingan Rookie Moto3 2026 secara signifikan.
Dalam hasil investigasi yang berlangsung selama beberapa hari pascabalapan Hungaria, Brian Uriarte kehilangan seluruh poin yang sebelumnya diraih setelah status finisnya dianulir.
Dampaknya langsung terasa pada klasemen Rookie Moto3 2026. Veda Ega Pratama yang sebelumnya berada di bawah rival-rivalnya kini kembali naik ke posisi teratas dengan total 81 poin.
Momentum tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pecinta balap Indonesia yang terus mengikuti perkembangan sang talenta muda di level dunia.
Investigasi GP Hungaria Ubah Hasil Resmi
Kontroversi bermula setelah Grand Prix Hungaria menyisakan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan hukuman long lap penalty. Tim pengawas balapan kemudian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rekaman video, data telemetri, hingga laporan marshall di lintasan.
Hasil peninjauan ulang menunjukkan adanya pelanggaran prosedural yang berdampak pada hasil akhir balapan. Brian Uriarte yang semula finis di posisi keempat dan berhak memperoleh 13 poin akhirnya dinyatakan Did Not Finish (DNF).
Perubahan status tersebut otomatis menghapus seluruh poin yang diperoleh pembalap asal Spanyol itu dari seri Hungaria. Keputusan semacam ini tergolong langka karena biasanya hanya terjadi jika ditemukan pelanggaran regulasi yang cukup serius.
Veda Naik ke Posisi Keempat
Di sisi lain, revisi hasil balapan justru menguntungkan Veda Ega Pratama. Berdasarkan klasemen resmi yang telah diperbarui, pembalap Indonesia tersebut dinyatakan naik ke posisi keempat pada GP Hungaria.
Kenaikan posisi itu membuat Veda memperoleh tambahan poin penting yang mengangkat total koleksinya menjadi 81 poin. Tambahan angka tersebut cukup untuk mengembalikan statusnya sebagai pemimpin klasemen Rookie Moto3 2026.
Bagi Veda, keputusan ini menjadi bukti bahwa perjuangan yang ditunjukkan di lintasan akhirnya mendapatkan pengakuan sesuai regulasi yang berlaku. Hak atas poin yang sempat tertunda kini resmi kembali ke tangannya.
Konsistensi Jadi Kunci Kesuksesan
Sepanjang musim 2026, Veda dikenal sebagai salah satu rookie paling konsisten. Saat banyak pesaing tampil cepat namun kerap gagal finis akibat insiden balapan, pembalap muda Indonesia itu mampu menjaga ritme dan terus mengumpulkan poin.
Kemampuannya beradaptasi dengan motor Moto3, memahami karakter sirkuit Eropa, serta mengelola balapan dengan matang menjadi keunggulan tersendiri. Faktor tersebut membuat Veda tetap kompetitif meski berstatus pendatang baru.
Konsistensi itu pula yang kini mengantarkannya kembali ke puncak klasemen rookie. Posisi tersebut memberi suntikan moral besar menjelang seri-seri berikutnya yang diprediksi berlangsung semakin ketat.
Persaingan Masih Panjang
Meski telah memimpin klasemen Rookie Moto3 2026 dengan 81 poin, perjalanan musim masih jauh dari selesai. Banyak seri balapan yang tersisa dengan ratusan poin yang masih bisa diperebutkan.
Persaingan di Moto3 dikenal sangat dinamis. Faktor cuaca, insiden balapan, hingga strategi tim dapat mengubah situasi klasemen hanya dalam hitungan detik. Karena itu, Veda dan timnya dituntut tetap fokus serta menghindari euforia berlebihan.
Namun satu hal yang pasti, revisi hasil GP Hungaria telah menjadi momentum penting bagi karier Veda Ega Pratama. Talenta muda Indonesia tersebut kini kembali berdiri di posisi terdepan dan berpeluang besar mempertahankan status sebagai rookie terbaik musim 2026.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan