Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Ungkap Rahasia Dua Podium Moto3, Pembalap Indonesia Ini Kini Bertengger di Posisi 6 Klasemen

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:28 WIB
Veda Ega Pratama tampil impresif di Moto3 musim ini. Dua podium dan posisi 6 klasemen jadi bukti perkembangan pesatnya. (Pinterest)
Veda Ega Pratama tampil impresif di Moto3 musim ini. Dua podium dan posisi 6 klasemen jadi bukti perkembangan pesatnya. (Pinterest)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Veda Ega Pratama semakin mencuri perhatian di ajang Moto3 musim ini.

Pembalap muda Indonesia tersebut berhasil menunjukkan perkembangan signifikan setelah mengoleksi dua podium dalam delapan seri pertama yang telah dijalani.

Pada awal musim, Veda Ega Pratama mengaku hanya ingin belajar dan beradaptasi di kelas Moto3.

Namun, hasil yang diraih sejauh ini justru melampaui ekspektasi banyak pihak.

Meski salah satu podium didapat setelah adanya diskualifikasi pembalap lain, Veda tetap bersyukur atas pencapaiannya.

Menurut Veda Ega Pratama, pengalaman selama delapan seri pertama menjadi bekal berharga untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di Moto3.

Pembalap asal Indonesia itu kini menempati posisi keenam klasemen sementara.

Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem, 25% Laga Berisiko Bahaya bagi Pemain dan Penonton!

Veda Ega Pratama Nikmati Proses Belajar di Moto3

Veda mengungkapkan bahwa musim debutnya di Moto3 dipenuhi banyak pelajaran penting. Ia mengakui masih terus beradaptasi dengan motor, karakter sirkuit, serta atmosfer balap Grand Prix yang jauh berbeda dibandingkan kompetisi sebelumnya.

"Alhamdulillah senang sekali. Banyak yang saya dapat dan pelajari dari delapan balapan yang sudah dijalani," ujar Veda.

Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil meraih podium di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil. Balapan tersebut menjadi sangat spesial karena berlangsung di lintasan baru yang belum pernah digunakan mayoritas pembalap.

Menurut Veda, kunci keberhasilannya saat itu adalah kemampuan beradaptasi lebih cepat dibanding rival-rivalnya.

"Saya berpikir semua pembalap sama-sama belum tahu sirkuit itu. Siapa yang bisa beradaptasi lebih cepat, dia yang akan lebih kompetitif," katanya.

Drama di Balaton Jadi Pelajaran Berharga

Meski tampil cukup konsisten sepanjang musim, Veda juga mengalami sejumlah kendala. Salah satunya terjadi saat seri Balaton, Hungaria.

Pada sesi kualifikasi, Veda mendapat hukuman long lap penalty karena dianggap mengganggu pembalap lain saat memperlambat laju motornya. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi ketika dirinya hendak masuk pit untuk mengganti ban.

Veda mengakui tidak sengaja menghalangi pembalap yang sedang melaju cepat, tetapi ia tetap menerima hukuman tersebut sebagai bagian dari pembelajaran.

"Saya juga kurang hati-hati. Itu menjadi pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama," jelasnya.

Pada balapan utama, Veda juga sempat mengalami situasi yang cukup membingungkan terkait posisi finis. Awalnya ia tercatat finis di posisi ke-15, namun kemudian turun ke posisi ke-16 setelah pembalap lain berhasil membawa motornya kembali ke pit sesuai regulasi.

Meski kecewa, Veda memilih fokus menatap seri berikutnya.

Bidik Hasil Maksimal di Sisa Musim

Saat ini masih banyak seri tersisa dalam kalender Moto3. Namun Veda belum ingin memasang target muluk-muluk.

Ia menegaskan fokus utamanya tetap belajar, mengumpulkan poin sebanyak mungkin, dan meningkatkan performa secara bertahap.

Meski demikian, Veda mengakui memiliki optimisme lebih ketika balapan berlangsung di sirkuit-sirkuit Asia yang sudah cukup dikenalnya, termasuk Mandalika dan Sepang.

"Sirkuit Asia tentu lebih familiar karena saya pernah balapan di sana," ujarnya.

Menariknya, Veda juga mengaku tidak menyangka bisa langsung kompetitif pada musim pertamanya di Moto3. Bahkan podium yang diraih pada awal musim menjadi kejutan besar bagi dirinya sendiri.

Dengan performa yang terus meningkat, peluang Veda Ega Pratama untuk mengakhiri musim di papan atas klasemen masih terbuka lebar. Konsistensi dan kemampuan belajar cepat menjadi modal penting bagi pembalap muda Indonesia tersebut untuk terus bersaing di level dunia.

Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem, 25% Laga Berisiko Bahaya bagi Pemain dan Penonton!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#moto3 #Veda Ega Pratama #Klasemen Moto3 #Moto3 Brasil #pembalap indonesia