Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ramai Dibandingkan Netizen, Veda Ega Pratama Akhirnya Buka Suara Soal Hubungannya dengan Hakim Danish di Moto3

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:32 WIB
Veda Ega Pratama buka suara soal hubungannya dengan Hakim Danish yang ramai diperbincangkan netizen Indonesia dan Malaysia. (Pinterest)
Veda Ega Pratama buka suara soal hubungannya dengan Hakim Danish yang ramai diperbincangkan netizen Indonesia dan Malaysia. (Pinterest)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Veda Ega Pratama dan Hakim Danish belakangan sering menjadi perbincangan penggemar balap motor Asia.

Keduanya kerap dibanding-bandingkan oleh netizen Indonesia dan Malaysia karena sama-sama bersaing di ajang Moto3 musim ini.

Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Veda Ega Pratama akhirnya memberikan klarifikasi terkait hubungannya dengan Hakim Danish.

Pembalap Indonesia itu menegaskan bahwa hubungan mereka sebenarnya berjalan baik dan profesional.

Menurut Veda Ega Pratama, tidak ada masalah pribadi antara dirinya dan Hakim Danish.

Persaingan yang terjadi hanya berlangsung di lintasan balap sebagai bagian dari kompetisi normal seorang atlet profesional.

Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem, 25% Laga Berisiko Bahaya bagi Pemain dan Penonton!

Veda Ega Pratama Tegaskan Hubungannya dengan Hakim Danish Baik-Baik Saja

Dalam wawancara terbaru, Veda menjelaskan bahwa dirinya dan Hakim Danish tetap berteman seperti biasa di luar lintasan.

"Teman seperti biasa saja. Maksudnya kita teman baik-baik saja," ujar Veda.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa suasana kompetitif memang selalu muncul ketika para pembalap berada di trek. Menurutnya, semua pembalap memiliki tujuan yang sama, yakni meraih kemenangan.

"Cuma kalau di lintasan balap ya wajarlah. Semua pembalap ingin menang," katanya.

Veda menilai sebagian besar isu yang berkembang justru berasal dari perdebatan para penggemar di media sosial yang terlalu membesar-besarkan rivalitas antara pembalap Indonesia dan Malaysia.

Fokus pada Performa, Bukan Drama

Di tengah berbagai komentar netizen, Veda memilih tetap fokus meningkatkan kemampuannya di Moto3. Pembalap muda Indonesia itu kini sedang menikmati musim debut yang cukup menjanjikan.

Setelah delapan seri berjalan, Veda berhasil mengoleksi dua podium dan menempati posisi keenam klasemen sementara. Hasil tersebut menjadi pencapaian yang cukup mengesankan mengingat dirinya sebelumnya hanya menargetkan proses belajar.

Veda bahkan mengaku tidak menyangka bisa langsung tampil kompetitif pada tahun pertamanya di kelas Grand Prix.

Salah satu hasil terbaiknya hadir di Brasil ketika berhasil naik podium pada sirkuit baru yang belum pernah digunakan sebagian besar pembalap.

Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan status Veda sebagai salah satu rookie yang patut diperhitungkan musim ini.

Belum Mau Pasang Target Tinggi

Meski berada di posisi yang cukup baik di klasemen, Veda belum ingin terburu-buru menetapkan target khusus.

Ia memilih fokus mengumpulkan poin dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada di sisa musim.

Menurutnya, masih banyak sirkuit baru yang harus dipelajari sehingga proses adaptasi tetap menjadi prioritas utama.

Veda juga menilai peluang tampil kompetitif akan lebih besar ketika memasuki sirkuit-sirkuit Asia seperti Mandalika dan Sepang yang sudah cukup dikenalnya.

Selain itu, ia belum mau berbicara terlalu jauh mengenai masa depannya, termasuk kemungkinan naik ke Moto2 pada musim depan.

Bagi Veda, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim debut Moto3 dengan hasil terbaik sambil terus menambah pengalaman di level tertinggi balap motor dunia.

Dengan performa yang terus meningkat serta dukungan besar dari penggemar Indonesia, Veda Ega Pratama berpeluang menutup musim dengan catatan yang lebih membanggakan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia di arena balap internasional.

Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem, 25% Laga Berisiko Bahaya bagi Pemain dan Penonton!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#moto3 #Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Hakim Danish #pembalap indonesia