Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 Spanyol 2026, Jerez Jadi Arena Pembuktian Usai Insiden Pahit di Austin

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB
Veda Ega Pratama siap bangkit di Moto3 Spanyol 2026. Jerez menjadi ajang pembuktian usai kecelakaan Austin. (Pinterest)
Veda Ega Pratama siap bangkit di Moto3 Spanyol 2026. Jerez menjadi ajang pembuktian usai kecelakaan Austin. (Pinterest)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Pembalap muda Indonesia itu datang dengan misi besar untuk membuktikan bahwa kegagalan di Austin, Amerika Serikat, hanyalah sebuah insiden yang tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya.

Nama Veda Ega Pratama dalam beberapa bulan terakhir sukses mencuri perhatian dunia balap motor.

Pembalap asal Gunungkidul tersebut berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih podium Grand Prix dan menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Moto3.

Kepercayaan diri Veda Ega Pratama semakin meningkat setelah tampil impresif di Brasil.

Saat itu, ia mampu finis di posisi ketiga setelah menunjukkan kecepatan konsisten, manajemen ban yang baik, serta keberanian melakukan manuver overtake di berbagai sektor krusial.

Performa tersebut membuat banyak pengamat mulai memasukkan nama Veda ke dalam daftar pembalap muda yang berpotensi menjadi penantang serius dominasi rider-rider Eropa.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Tim Favorit Juara Piala Dunia 2026: Jepang hingga Portugal Bikin Geger, Siapa Paling Kuat Rebut Trofi?

Kegagalan di Austin Jadi Pelajaran Berharga

Meski datang dengan modal positif, perjalanan Veda tidak selalu berjalan mulus. Pada seri Austin, Amerika Serikat, pembalap Honda Team Asia itu mengalami kecelakaan saat sedang berjuang di barisan depan.

Memulai balapan dari posisi keempat, Veda sebenarnya berpeluang besar kembali naik podium. Namun kesalahan kecil yang menyebabkan hilangnya grip ban depan membuatnya terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Veda menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran penting. Tim teknis Honda Team Asia juga langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data telemetri untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Bagi pembalap berusia 17 tahun itu, Austin menjadi ujian mental yang penting dalam proses pembentukan karakter sebagai pembalap profesional.

Jerez Menjadi Sirkuit Favorit Veda

Jerez bukanlah tempat asing bagi Veda Ega Pratama. Sebelum tampil di Moto3, ia sudah beberapa kali membalap di lintasan tersebut melalui ajang Red Bull Rookies Cup dan FIM JuniorGP.

Pengalaman itu menjadi modal berharga karena Veda telah memahami karakter tikungan, titik pengereman, hingga area yang memungkinkan untuk melakukan serangan terhadap lawan.

Catatan positif juga pernah ia ukir di Jerez pada musim 2025 ketika berhasil meraih podium di ajang junior. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya dirinya menghadapi persaingan ketat Moto3.

Rival Berat Menanti di Tanah Spanyol

Meski memiliki pengalaman yang cukup baik di Jerez, jalan menuju podium dipastikan tidak mudah. Veda harus menghadapi sejumlah rival kuat seperti Brian Uriarte dari Spanyol dan Hakim Danish dari Malaysia.

Uriarte memiliki keuntungan tampil di depan publik sendiri, sementara Hakim Danish dikenal sebagai rival lama Veda sejak masa Asia Talent Cup. Persaingan keduanya sering disebut sebagai derby Asia Tenggara yang selalu menarik perhatian penggemar balap motor.

Selain rival eksternal, Veda juga harus bersaing dengan rekan setimnya sendiri dalam perebutan status pembalap utama Honda Team Asia.

Modal Teknis Honda Bisa Jadi Senjata

Secara teknis, Honda NSF250RW yang digunakan Veda dinilai cukup cocok dengan karakter Sirkuit Jerez yang dipenuhi tikungan teknis.

Tim disebut telah menyiapkan sejumlah pengembangan, termasuk pemetaan mesin terbaru dan penyempurnaan suspensi untuk meningkatkan stabilitas saat pengereman keras.

Kemampuan Veda dalam menjaga performa ban juga menjadi nilai tambah yang bisa menentukan hasil balapan pada lap-lap akhir.

Jika seluruh paket teknis bekerja sesuai rencana, peluang Veda untuk kembali bersaing di barisan depan terbuka sangat lebar.

Moto3 Spanyol 2026 bukan sekadar balapan biasa bagi Veda Ega Pratama. Seri ini menjadi momentum penting dalam upayanya membangun jalan menuju Moto2 dan bahkan MotoGP di masa depan. Setelah membuktikan diri di Brasil dan belajar dari kegagalan di Austin, Jerez kini menjadi panggung berikutnya bagi sang pembalap muda Indonesia untuk kembali mengukir sejarah.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Tim Favorit Juara Piala Dunia 2026: Jepang hingga Portugal Bikin Geger, Siapa Paling Kuat Rebut Trofi?

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Brian Uriarte #Moto3 Spanyol 2026 #Jerez